Selisik Wartawan di BaliFM 98,9
Posted on: November 21, 2007
- In: Jalan-jalan | Lingkungan | Uncategorized
- 3 Komentar
Ini teks skrip yang aku bikin untuk kampanye media Sloka Institute di Bali FM.
Pengantar MC:
Hai, ayo mengintip dapur redaksi dan membongkar rahasia di dalamnya. Program ini akan mengajak mengenal rahasia dapur wartwan dan media. Gimana sih cara kerjanya dan apa yang harus kita kritisi sebagai konsumen media. Bersama Sloka Institute (lembagan pengembangan media, informasi, dan jurnalisme) dan Bali FM, setiap bulan kita ulas bersama sejumlah narasumber.
Rangkuman pembahasan pada forum ini nanti diantaranya:
1. Dasar-dasar Jurnalisme
2. Kebebasan Pers
3. Kode Etik Jurnalistik
4. Hak Publik di Media
5. Peta Media di Bali
6. Anti Amplop
7. Pengalaman Wartawan
8. Jurnalisme Warga
9. Analisis Isi Media
10. Analisis Wacana Media
11. Analisis Framing Media
12. Kabar dari Lapangan
13. Kabar dari Meja Redaktur
14. Dst disesuaikan momentum
Materi bahasan:
1. Tahu nggak kalau banyak wartawan yang skill dasarnya bukan jurnalistik?
- kebanyakan dari pendidikan non jurnalistik dan komunikasi
- belajar otodidak atau pndidikan jurnalistik di sekolah/kampus
1. Dari mana mereka bisa jadi wartawan?
- informasi teman, melamar langsung, atau rekomendasi wartawan sebelumnya
- setelah diterima, mengalami masa magang, percobaan, dsb
- dikirim ke pelatihan jurnalistik atau kursus singkat
- pengalaman yang banyak bicara
1. Kenapa ada yang pengen jadi wartawan?
- Awalanya memutuskan untuk belajar jurnalistik?
- Apa yang dipelajari?
- Ntar jadi pekerjaan utama? Di media mana?
1. Gimana caranya dapat berita untuk disiarkan atau ditulis?
- Biasanya nongkrong di tempat sumber berita (kantor gubernur, polisi, DPRD, pengadilan, rumah sakit, dll)
- Dari sumber tongkrongan jelas berita apa yang pasti muncul kan?
- Bisa dapat undangan jumpa pers, undangan diskusi, seminar, dll
- Nongkrongin internet, ada berita bagus langsung telepon teman atau narasumbernya untuk dituliskan kembali
- Kalau televisi, harus dapat gambar dulu, beritanya belakangan
- Kalau radio, ya rekaman suara atau suasana dong
1. Setelah ditulis, siapa yang memutuskan layak muat atau tidak?
- ada pemimpin redaksi, redaktur atau editor yang ngecek beritanya trus ditambahain atau ada yang diubah
- Karena itu, kadang berita yang naik cetak beda dengan yang ditulis wartawan lapangannya.
- Sering terjadi salah berita
1. Kalau beritanya salah, pembaca bisa protes?
- tentu saja, lewat surat pembaca, nelepon redaksi, langsung didatengin, dll
- kalau gak ditanggapi, teruskan ke dewan pers atau Komisi Penyiaran Indonesia
- bisa nulis versi benarnya di blog pribadi atau kirim ke media online, lalu disebarluaskan ke publik
3 Tanggapan to "Selisik Wartawan di BaliFM 98,9"
hai azura, aku gak kerja di bali FM, cuma dikasi slot program untuk kampanye publik. mau ikutan ga? silakennnnnn….














November 24, 2007 pada 5:30 am
wah ilmu yang penting nich
*nyiapin buku ,tapi copipes aja ach*
BTW emang kerja di Bali FM ?