Posted by: lodegen on: Desember 25, 2007
Seharian penuh hujan lebat bikin otak adem. So, pas mikir tahun depan mau ngapain, langsung nyamber. Kami mau buat dua tong sampah besar. Tong sampah ini ntar digambar dulu ma anak-anak NAKNIK di gang kami. Terserah deh, mau corat-coret apa aja.
Kenapa tong sampah? Daerah mukim kami di Subak Dalem saat ini menjurus ke pembuangan sampah liar yang menyulut konflik. Sebagian orang buang di lahan terbuka, sebagian lagi buang ke sungai. Pokoknya bebas hambatan. Nah, buang ke lahan kosong ini biasanya jadi konflik karena sampah ga ada yang ngurus, cuma ditumpuk. Belum lagi kalau terbang kemana-mana.
Maunya, tong sampah besar untuk nampung sampah satu gang di rumah ini untuk dua macam sampah. Organik dan non organik. Ntar tinggal tanya anak PPLH gimana cara bikin kompos langsung di tong sampah.
Nah, masalahnya, bagaimana cara agar orang-orang mau milah sampahnya sebelum dibuang ke dua tong itu? Hayoo… Ini nyang susyah…
percuma dipilah organik dan anorganik. larinya jg ke satu tempat: suwung. jd ya mubazir, eh, muhajir saja kalo dipisah. mmuah!
dipilih aja yang bs di jual n tidak…kenya lebih gampang…bung anton aku boleh muah enggak sm mbak lode… *kabur
emang agak susah seh…! Tapi bisa kok, pisahin aja dari rumah dan pilih di tiap rumah tangga siapa yang bertanggungjawab atas sampah tersebut.Syukur2 yang organik diolah sendiri menjadi kompos, bisa kok!!
Desember 26, 2007 pada 4:43 am
kasi penyuluhan (mungkin) ? *repotttt kali yaaaa*