April 1, 2008

Gerakan ini didedikasikan untuk pembaca surat kabar yang telah dibodohi karena membaca tulisan pesanan. Perhatikan tiap berita yang mencoba memanipulasi pembaca dengan menyertakan tanda bintang (*) di akhir artikel.
Makin banyak media yang berani menurunkan berita pesanan (yang bisa dibeli) tanpa memberi tanda bahwa itu advetorial atau berita iklan. Bahkan, berita itu tidak biberi garis api-tanda tegas untuk membedakan iklan dan berita.
Tragisnya lagi, berita tanda bintang makin merajalela, tak lagi malu-malu. Berita iklan kini di halaman depan alias headline!
Maka dari iru, demi manusia yang makin tengik, bumi yang makin terbakar dengan gombal dan narsis yang tak beradab, sudahilah membaca artikel tanda bintang. Kalau perlu, jangan beli korannya.
April 1, 2008 at 5:20 am
wakakakaka…saya bukan manusia tengik lho
*thx dah mampir diblogku..jangan bosan ya
salam
April 1, 2008 at 7:27 am
benar..
biasanya keterangan tanda bintang itu ditulis kecil-kecil.
menggiring opini kita untuk langsung percaya dengan bahasa iklan mereka..
salam,..
April 1, 2008 at 9:57 am
Setuju……
Aku pasang di blogku ya!!!
Biar kampanyenya makin gencar.
April 1, 2008 at 2:03 pm
klo bacanya online, ga kelihatan dong bintangnya. duh
April 2, 2008 at 2:04 am
keliatan kok bli tanda bintang ne hehehehe …
@men bani: jangan galak - galak mbok hehehehe …
April 2, 2008 at 2:41 am
salah satu bentuk kampanye yang terselubung..
April 2, 2008 at 4:54 am
ayo, bu. kita hajar terus..
@ devari: di online tetep keliatan bintangnya kok. tp msh mendinglah kalo online. kan tdk perlu beli korannya.
April 2, 2008 at 8:07 am
saya suka beli koran baca lowongan kerjaannya..
tapi nggak pernah liat tanda bintangnya bu bani..
tapi saya akan mendukung ini..
MERDEKA.!!!
April 3, 2008 at 5:18 am
maju terusss…
April 4, 2008 at 2:05 am
[...] Luh De Suriyani Bookmark [...]
April 4, 2008 at 2:21 am
to febra, tehaha, devari, budarsa, yanuar, anton, dipoetraz, winyo, dek didi:
jangan lupa tolong sebarkan kampanye ini ya. copy bannernya dong. soalnya belum ada yang berani protes sama media yang makin gila mata duitannya. kasian pembaca yang gak tahu arti tanda bintang itu. suksma.
April 4, 2008 at 5:05 am
[...] yang jelas berita ini tanpa (*), seperti yang harus kita hindari membacanya seperti tertulis disini dan [...]
April 4, 2008 at 5:27 am
[...] Tulisan ini meneruskan dan ikut mendukung kampanye pembodohan masyarakat pembaca oleh berita iklan. Dikutip dari : http://lodegen.wordpress.com/2008/04/01/jangan-baca-berita-tanda-bintang/ [...]
April 5, 2008 at 7:20 am
Saya malah sudah sejak lama tidak baca koran BP. Beritanya membosankan dan banyak berita seremonial.
April 6, 2008 at 3:23 am
paid review kali yah?
April 6, 2008 at 11:17 am
blog saya ga ada tanda bintangnya kok…
coba aja lihat di Baliage…
semua bebas bintang..wuekekekekek.
by the way,on the way,bus way…
gimana kalo Pan Bani dapat pesanan berita mbok..??isi bintangnya ga…??
April 7, 2008 at 10:15 am
blogdokter: tidak hanya BP, nyaris semua media di bali mulai banyak tanda bintangnya. memang yang laris BP group.
ghozan: iyah
ady gondronk: ***** perlu dicek juga
April 9, 2008 at 3:40 pm
saya tidak ada pilihan lain mbok selain membaca balipost. ada saran lain untuk dibaca yang membahas perkembangan bali ga mbok? tapi yang benar - benar objektif. balipost agak - agak -tiiittttt- (sensor) beritane mbok …
April 15, 2008 at 10:27 am
hmmm kurang mengerti dgn kode etik jurnalistik, di zaman sekarang semua nya dijadikan lahan sumber duit dan promosi, karna itu adalah cara jitu untuk bisa meraih keuntungan dan bonefit.
April 15, 2008 at 9:28 pm
tulisan bagus. thanks..
Juni 11, 2008 at 10:58 am
[...] beredar tanda-tanda bintang di koran-koran. Tanda bintang apakah itu? Coba deh baca di blognya ibu dan ayah [...]
Juni 20, 2008 at 12:04 pm
wah keras banget nih bro… sejujurnya sih wajar aja kalo koran masang berita iklan, kan mereka juga butuh pendanaan… kalo gak ada iklan ya gak ada koran juga…
Juni 20, 2008 at 12:06 pm
wah maksud saya bukan bro… but sis