kamarkecil

“Jangan Baca Berita Tanda Bintang”

Posted by: lodegen on: April 1, 2008

jangan-baca-1.jpg

Gerakan ini didedikasikan untuk pembaca surat kabar yang telah dibodohi karena membaca tulisan pesanan. Perhatikan tiap berita yang mencoba memanipulasi pembaca dengan menyertakan tanda bintang (*) di akhir artikel.

Makin banyak media yang berani menurunkan berita pesanan (yang bisa dibeli) tanpa memberi tanda bahwa itu advetorial atau berita iklan. Bahkan, berita itu tidak biberi garis api-tanda tegas untuk membedakan iklan dan berita.

Tragisnya lagi, berita tanda bintang makin merajalela, tak lagi malu-malu. Berita iklan kini di halaman depan alias headline!

Maka dari iru, demi manusia yang makin tengik, bumi yang makin terbakar dengan gombal dan narsis yang tak beradab, sudahilah membaca artikel tanda bintang. Kalau perlu, jangan beli korannya.

23 Tanggapan ke "“Jangan Baca Berita Tanda Bintang”"

wakakakaka…saya bukan manusia tengik lho :P

*thx dah mampir diblogku..jangan bosan ya ;)

salam

benar..
biasanya keterangan tanda bintang itu ditulis kecil-kecil.
menggiring opini kita untuk langsung percaya dengan bahasa iklan mereka..

salam,..

Setuju……
Aku pasang di blogku ya!!!
Biar kampanyenya makin gencar.

klo bacanya online, ga kelihatan dong bintangnya. duh

keliatan kok bli tanda bintang ne hehehehe …

@men bani: jangan galak – galak mbok hehehehe …

salah satu bentuk kampanye yang terselubung..

ayo, bu. kita hajar terus.. :D

@ devari: di online tetep keliatan bintangnya kok. tp msh mendinglah kalo online. kan tdk perlu beli korannya. :D

saya suka beli koran baca lowongan kerjaannya..
tapi nggak pernah liat tanda bintangnya bu bani..

tapi saya akan mendukung ini..
MERDEKA.!!!

to febra, tehaha, devari, budarsa, yanuar, anton, dipoetraz, winyo, dek didi:
jangan lupa tolong sebarkan kampanye ini ya. copy bannernya dong. soalnya belum ada yang berani protes sama media yang makin gila mata duitannya. kasian pembaca yang gak tahu arti tanda bintang itu. suksma.

[...] yang jelas berita ini tanpa (*), seperti yang harus kita hindari membacanya seperti tertulis disini dan [...]

[...] Tulisan ini meneruskan dan ikut mendukung kampanye pembodohan masyarakat pembaca oleh berita iklan. Dikutip dari : http://lodegen.wordpress.com/2008/04/01/jangan-baca-berita-tanda-bintang/ [...]

Saya malah sudah sejak lama tidak baca koran BP. Beritanya membosankan dan banyak berita seremonial.

paid review kali yah? :D

blog saya ga ada tanda bintangnya kok…
coba aja lihat di Baliage…
semua bebas bintang..wuekekekekek. :lol:

by the way,on the way,bus way…
gimana kalo Pan Bani dapat pesanan berita mbok..??isi bintangnya ga…??

blogdokter: tidak hanya BP, nyaris semua media di bali mulai banyak tanda bintangnya. memang yang laris BP group.

ghozan: iyah

ady gondronk: ***** perlu dicek juga

saya tidak ada pilihan lain mbok selain membaca balipost. ada saran lain untuk dibaca yang membahas perkembangan bali ga mbok? tapi yang benar – benar objektif. balipost agak – agak -tiiittttt- (sensor) beritane mbok …

hmmm kurang mengerti dgn kode etik jurnalistik, di zaman sekarang semua nya dijadikan lahan sumber duit dan promosi, karna itu adalah cara jitu untuk bisa meraih keuntungan dan bonefit.

tulisan bagus. thanks..

[...] beredar tanda-tanda bintang di koran-koran. Tanda bintang apakah itu? Coba deh baca di blognya ibu dan ayah [...]

wah keras banget nih bro… sejujurnya sih wajar aja kalo koran masang berita iklan, kan mereka juga butuh pendanaan… kalo gak ada iklan ya gak ada koran juga…

wah maksud saya bukan bro… but sis :D

Tinggalkan Balasan

Bali Blogger Community

a

Jepret!

gajah rider

beauty shemale

master massage

master&mister

thai dancer2

budha

condom factory

Odith Sawasdee

Suhu kondom DKT Indonesia di Cabbages&Condoms

Wat Pho

More Photos

 

April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

RSS Bale Bengong

  • Meninjau Kembali Sejarah Drama Gong
    Oleh Darma Putra Dalam dialog budaya tentang sendratari, drama gong, dan gong kebyar di sela-sela Pesta Kesenian Bali (PKB XXXI di Taman Budaya Denpasar, Senin (22/6) lalu, disinggung sepintas mengenai awal munculnya drama gong. Disebutkan bahwa drama gong lahir pada 1966 (pasca-G30S), tokohnya adalah Anak Agung Raka Payadnya. Sejak tahun itu drama gong dia […]
  • Greenpeace Desak Capres Berkomitmen pada Lingkungan
    Teks dan Foto dari Greenpeace Greenpeace hari ini kembali mendesak tiga kandidat Presiden Indonesia untuk lebih berkomitmen terhadap persoalan lingkungan, terutama bagaimana menghentikan perusakan hutan yang semakin parah. Greenpeace menyampaikan pesan ini menjelang kampanye Calon Wakil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Boediono di Bali, dengan cara mengge […]
  • Korban Napza Tuntut Vonis Rehabilitasi
    Teks: Kadek Adi Mantara, Foto: Anton Muhajir Sekitar 30 korban Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (Napza) yang tergabung dalam Ikatan Korban Napza (IKON) Bali melakukan aksi demonstrasi pada Jumat (26/6) di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Selain membagi-bagikan bunga mawar pada hakim dan pengunjung PN, mereka juga meminta agar para hakim di PN Denpas […]
  • Sepekan Seni Batubulan Gelar Diskusi Komunitas Kreatif
    Dari Komunitas Sahaja Menyikapi ingar bingar kesemarakan masa kampanye pemilihan presiden dan wakil presiden 2009, serta terkait tentang pentingnya pemilih yang kritis, Pekan Seni Batubulan akan menghadirkan sebuah dialog bertajuk “Peranan Komunitas Kreatif dalam Menumbuhkan Sikap Kritis Masyarakat” pada hari kedua, Kamis (25/6). Sebagai pembicara utama, tam […]
  • Pentas Drama Gong Disable untuk Pendidikan yang Setara
    Oleh Luh De Suriyani Sang Ketut Desak Kerti, menyempatkan menyusui bayi perempuannya sesaat sebelum naik panggung, Senin. Longtorso ketat dan pakaian ala putri tak menyulitkan bagi Kerti untuk meneteki. Di atas kursi roda, ia sigap menggendong dengan satu tangan. Bayi cantik dengan mata bulat itu mendapat buaian singkat. Di sekitar Kerti, belasan pemain Dra […]

Blog Stats

  • 23,205 hits