Posted by: lodegen on: April 1, 2008

Gerakan ini didedikasikan untuk pembaca surat kabar yang telah dibodohi karena membaca tulisan pesanan. Perhatikan tiap berita yang mencoba memanipulasi pembaca dengan menyertakan tanda bintang (*) di akhir artikel.
Makin banyak media yang berani menurunkan berita pesanan (yang bisa dibeli) tanpa memberi tanda bahwa itu advetorial atau berita iklan. Bahkan, berita itu tidak biberi garis api-tanda tegas untuk membedakan iklan dan berita.
Tragisnya lagi, berita tanda bintang makin merajalela, tak lagi malu-malu. Berita iklan kini di halaman depan alias headline!
Maka dari iru, demi manusia yang makin tengik, bumi yang makin terbakar dengan gombal dan narsis yang tak beradab, sudahilah membaca artikel tanda bintang. Kalau perlu, jangan beli korannya.
Setuju……
Aku pasang di blogku ya!!!
Biar kampanyenya makin gencar.
klo bacanya online, ga kelihatan dong bintangnya. duh
ayo, bu. kita hajar terus..
@ devari: di online tetep keliatan bintangnya kok. tp msh mendinglah kalo online. kan tdk perlu beli korannya.
saya suka beli koran baca lowongan kerjaannya..
tapi nggak pernah liat tanda bintangnya bu bani..
tapi saya akan mendukung ini..
MERDEKA.!!!
maju terusss…
[...] Luh De Suriyani Bookmark [...]
[...] yang jelas berita ini tanpa (*), seperti yang harus kita hindari membacanya seperti tertulis disini dan [...]
[...] Tulisan ini meneruskan dan ikut mendukung kampanye pembodohan masyarakat pembaca oleh berita iklan. Dikutip dari : http://lodegen.wordpress.com/2008/04/01/jangan-baca-berita-tanda-bintang/ [...]
Saya malah sudah sejak lama tidak baca koran BP. Beritanya membosankan dan banyak berita seremonial.
paid review kali yah?
hmmm kurang mengerti dgn kode etik jurnalistik, di zaman sekarang semua nya dijadikan lahan sumber duit dan promosi, karna itu adalah cara jitu untuk bisa meraih keuntungan dan bonefit.
tulisan bagus. thanks..
[...] beredar tanda-tanda bintang di koran-koran. Tanda bintang apakah itu? Coba deh baca di blognya ibu dan ayah [...]
wah keras banget nih bro… sejujurnya sih wajar aja kalo koran masang berita iklan, kan mereka juga butuh pendanaan… kalo gak ada iklan ya gak ada koran juga…
wah maksud saya bukan bro… but sis
April 1, 2008 pada 5:20 am
wakakakaka…saya bukan manusia tengik lho
*thx dah mampir diblogku..jangan bosan ya
salam