Isoul, jurnalis kartun ini tiba-tiba ngucapin selamet hari pers di milis alumni akademika.

Selamat Hari Pers, ya,” gitu ucapannya.

Emang skarang Hari Pers ya? Whatever lah, yang penting ngartun. Perlu kredit kartunnya gak? Hehe.. dijelasin aja dikit ya. Yang nutupin mata, mulut si X bertopi PERS itu amplop. Semoga amplop kosong ya, biar si pers ketipu. hehe..

Di Kode Etik Jurnalistik, emang ada pasal soal jurnalis tidak boleh menerima suap dalam bentuk apapun. Tapi ini juga masih sampai kini diperdebatkan. Kalau isi amplopnya di bawah 100 ribu, boleh diterima ga? hehe… Emang lucu. Inilah faktanya. Sejumlah jurnalis masih diupah kurang layak, dan bahkan ada pimpinan redaksinya yang menyarankan menerima amplop karena karyawannya digaji rendah.

Trus, untuk para humas atau pimpinan instansi yang mau bikin konferensi pers, lebih baik gak usah menyisipkan amplop pada wartawan. Berikan saja informasi selengkapnya. Kalau mau ngasi kenang-kenangan kasi pulpen ato bloknote ajah kali yee..