kamarkecil

Nyoblos Gubernur Bali Hari Ini: Dipaksa Golput

Posted on: Juli 9, 2008

Dua kawan, pagi-pagi benar sudah berteriak garang. Namanya tidak masuk list pemilih, padahal punya kartu pemilih. Ratna, wartawan Tokoh, sebal setangah mati karena tak bisa nyoblos di TPSnya.

Sementara bang yoskebe senewen, karena ibunya yang sudah meninggal malah ada di daftar, dia yang sudah menyiapkan diri sebulan ini melatih menusuk (hehe…) calon idamannya bisanya gigit kelingking. Maklum, ia mengharapkan kelingkingnya berwarna hitam karena celupan tinta tanda telah memilih.

Gak heran deh, nanti suara golput pati lebih dari 30%. aYO, berani bertaruh??? Sayang sekali, padahal mereka dipaksa untuk golput karena tak validnya data. Siyalnya lagi, media tak pernah memberi nilai pada angka golput ini karena diasumsikan warga aja yang males. So, beruntunglah kamu yang punya hak suara.

Pilkadal Bali tahun ini sungguh sulit diprediksi. Tiga calon gubernurnya (kalau ketiga wakilnya gak masuk hitungan persaingan, karena memang tidak proporsional), punya amunisi. Siapa pemennagnya???

About these ads

11 Tanggapan to "Nyoblos Gubernur Bali Hari Ini: Dipaksa Golput"

sptnya golput akan lbih banyak dr itu. aneh jg sih. kenapa bisa gitu ya?

Bukannya sudah dari bulan2 sebelumnya ya disosialisasikan agar pemilih yang aktif agar namanya masuk dalam daftar pemilih? Hari gini golput? :)

apapun makanannya minumnya teh botol sosro. gak nyambung ya… siapapun pemimpinnya tetep aja susah cari makan :D

Adik saya juga tidak dapat kartu pemilih, padahal waktu pemilu dapat, aneh banget.

Nama saya yang tercetak dalam kartu pemilih salah, bayangkan nama bagus-bagus I Putu Adi Susanta yang tercetak malah I Pt Adi Swasta..ck..ck..payah *geleng-geleng*

Parahnya lagi nama Ibu saya juga salah. Gimana sih kerja KPU??

iya beruntung kalian yang punya hak suara…

bunda milih kan buuun?!? taruhan sama ayah
gak?!?! *jadi ngebayangin taruhannya*

kayaknya angka golput dikisaran 40-60% deh luh de.
kalow diriku seeh jelas tidak memilih karena memang tidak diakui sebagai warga negara bali, wakakakaka.
tapi kalo pastika menang, hiks sedih banget.khawatir sama program harm reduction di bali…karena di salah satu kampanyenya dia TEGAS menolak adanya klinik methadon.smoga tante LKS dan tante TP punya power yang kuat buat nyumpel mulut gubernur baru

bener itu bu. sy juga waktu pilgub kaltim dipaksa jadi golput karna tdk terdaptar. Atau apa besok2 sy yang harus mendaptar sendiri ya ..

kayaknya golputnya yg menang :D

anton
brokencode
dedy: banyak yang pede ga cek lagi karena kemarin pas pilpres dapat kartu dan bisa nyoblos. eh ternyata datanya beda…

Wah sayang padahal bang yos kan jagonya coblos mencoblos dan celup mencelup hihihi.. *kabur…..

sebenarnya kita milih pemimpi apa pemimpin ya sekarang ini? nggak ada anak muda, jelas nggak ada pembaharuan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

Jepret!

gajah rider

beauty shemale

master massage

master&mister

thai dancer2

budha

condom factory

Odith Sawasdee

Suhu kondom DKT Indonesia di Cabbages&Condoms

Wat Pho

More Photos

slide

Juli 2008
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

RSS Bale Bengong

  • Bersama-sama Menanam Terumbu Karang
    Beberapa tenda berdiri kokoh di pantai Batu Sungu, Desa Les. Pagi itu, pantai yang biasanya sepi hanya diisi parkiran jukung, kini ramai. Satu persatu pelajar serta Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) se-Bali datang mengunjungi pantai ini. Desa Les berada di Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali. Terlihat pada absensi sedikitnya 185 orang peserta menghadiri acara t […]
  • Waktu Kumpul Serdadu Pemerang Sampah
    Untuk menyambut Hari Bumi International Selasa April 22, kami mengajak semua serdadu pemerang sampah melakukan kegiatan Beach Clean Up untuk terkahir kalinya di musim ini, pada Sabtu 19 April pukul 7 pagi. Di kegiatan yang telah dilakukan selama beberapa bulan di belakang, ada ratusan orang relawan turun dan bergabung. Kami berharap Sabtu depan akan ada... T […]
  • Bundhowi Ungkap Sisi Lain Fotografi
    Diskusi tentang fotografi bersama M. Bundhowi. Berangkat dari minimnya ruang untuk memperbincangkan fenomena fotografi lebih mendalam, Bentara Budaya Bali menyelenggarakan workshop fotografi bertajuk Kisah Tokoh: Sebuah Zoom Kamera. Workshop ini diselenggarakan pada Minggu lalu di Jl. Prof Ida Bagus Mantra 88A, Ketewel, Gianyar. Sebagai pembicara, hadir M. B […]
  • Mereka-reka Perkembangan E-Commerce Indonesia
    Berbicara tentang e-commerce Indonesia, kita berada pada posisi dekat-dekat jauh. Dibilang Indonesia sudah siap untuk e-commerce, iya apabila dilihat dari perkembangan pengguna internet. Banyak yang berpandangan bahwa pengguna internet Indonesia sudah matang dan sudah siap menyongsong e-commerce yang sebenarnya. Namun, pandangan yang berseberangan meragukan […]
  • Konsep Tatwam Asi untuk Keberagaman Jembrana
    Indonesia kaya budaya dari ujung barat hingga ujung timur. Sebuah keunikan yang membuat bangsa Indonesia berbeda dengan bangsa yang lain. Lantas apakah dengan adanya perbedaan budaya itu kita menjadi berbeda? I Gede Winasa, mantan Bupati Jembrana mengatakan bahwa keragaman budaya yang dimiliki Bangsa Indonesia tidak perlu dibeda-bedakan lagi. Keragaman itu s […]

Blog Stats

  • 77,906 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: