Uncategorized


dear semuanya,

mahap menggemberikan kabar gembira ini dengan suka cita. maklum, wong ndeso NakNik Community ini bisa juara blogging tentang lingkungan.

Dari pinggiran daerah miskin subak dalem yang kotor, bantu kami untuk bisa bikin daerah kami lebih bersih ya. mmuahhhhhh.. …..

kami tunggu bantuan dan dukungan om/tante dimana pun jika ingin bekerja sama dengan NakNik untuk membuat deplot pengolahan sampah (kita masih mau advokasi ke banjar), pembuatan tong sampah lucu (oya, duit hadiah maunya untuk bikin tong sampah lucu, ada yang punya ide?), hadiah barang daur ulang untuk anggota NakNik (ada yang tau toko yang oke dan murah? maklum NakNik jumlahnya sekitar 25 orang), dll ada ide lain?

sungguh kami tunggu kerja sama dari semua yang mau bantu kita biar pinggiran denpasar ini bisa lebih hijau, sungai bersih, dll. hehe

kontak kami di sini ya:
1. risma (081 337803169)
2. mbok luhde (o81 23986124) atau
blog kami di:
http://naknik. wordpress. com/

terima kasih banyak yang sudah berbagi dengan NakNik untuk lingkungan: PPLH Bali, tante mercya, dan lainnya.

Lihat pengumuman pemenangnya disini ya: http://blog. supporterwwf. org/

———–
NakNik adalah kelompok anak-anak di Gang V Jl. Subak Dalem Denpasar. Kami bermain dan bersenang-senang sambil belajar hal baru. Subak Dalem adalah daerah pinggiran denpasar yang saat ini kondisinya kotor, tidak ada pengelolaan sampah, anak-anaknya buanyakkkkk. Kami butuh banyak bantuan atau kerja sama untuk meningkatkan diri untuk anak-anak dan orang dewasa di sini.

Berahi mulai meluap karena hari makin terik. Jalanan yang cukup hangat saat itu, makin menyemangati kami. (more…)

Sekarang, Bani, anakku, ditinggal ke kamar mandi aja nangis. Pokoknya angsung teriak kalau bundanya udah di luar jarak pandangnya.

Ikhwal kondisi Bani ini barangkali karena lima hari kutinggal ke Thailand. Pada hari terakhir, pada 23 Januari pukul 7 pagi aku menelepon Tumik, tantenya yang menjaga di rumah. Saat itu aku masih menunggu penerbangan ke Bali dari Soekarno Hatta.

Tumik bilang Bani sakit, dan seharian gak mau makan. Bless…. air mataku langsung merembes. Jadi tontonan penunggu bandara lainnya. Hik…hik… biarin aja. (more…)

Gak sengaja nonton tayangan luar negeri yang dibeli Trans7 ini. Tayang hari Jumat, sekira jam 5-an. Lupa, pokoknya sore. (mestinya cek jadwal acara tv di koran dulu. Sori)

Pas nonton, langsung dapet scene bagus saat peserta ditanya kapasitasnya untuk menjadi superhero. Misal, ada peserta pria mantan penari telanjang. ”Apakah kamu bisa menjadi panutan untuk anak-anak jika jadi superhero?” Dijawab: Tentu saja, saya malah mau share bahwa itu pengalaman buruk dan jangan diikuti.

(more…)

Ini teks skrip yang aku bikin untuk kampanye media Sloka Institute di Bali FM.

Pengantar MC:

Hai, ayo mengintip dapur redaksi dan membongkar rahasia di dalamnya. Program ini akan mengajak mengenal rahasia dapur wartwan dan media. Gimana sih cara kerjanya dan apa yang harus kita kritisi sebagai konsumen media. Bersama Sloka Institute (lembagan pengembangan media, informasi, dan jurnalisme) dan Bali FM, setiap bulan kita ulas bersama sejumlah narasumber.

Rangkuman pembahasan pada forum ini nanti diantaranya:

1. Dasar-dasar Jurnalisme
2. Kebebasan Pers
3. Kode Etik Jurnalistik
4. Hak Publik di Media
5. Peta Media di Bali
6. Anti Amplop
7. Pengalaman Wartawan
8. Jurnalisme Warga
9. Analisis Isi Media
10. Analisis Wacana Media
11. Analisis Framing Media
12. Kabar dari Lapangan
13. Kabar dari Meja Redaktur
14. Dst disesuaikan momentum

(more…)

Bermula dari menautkan satu demi satu orang di dunia maya. Tak lebih sebulan kemudian, 32 kepala hadir untuk berkomunitas. Anehnya, di dunia maya orang lebih cepat akrab, dan terlibat secara emosional. Hanya butuh sejam untuk menyatukan gagasan itu di Desa Dusun.

Agaknya, kesepakatan dan kepercayaan sudah ditebar di jaringan kawat optik melalui milis atau blog. Nggak perlu lagi harus bertatap muka. Kopdar malah terasa sebagai formalitas.

Nah, kemudian BaliBlogger ini mau kemana? Aku pikir harusnya komunitas harus membuat nyaman anggotanya dulu. Kebutuhan pribadi apa yang perlu dilengkapi oleh teman-teman di komunitasnya, apa yang kita bisa berikan pada teman kita.

Untuk mengadvokasi (kebiasaan pake kata ini, maaf) orang lain itu akan berkembang jika kita merasa kuat.

The Jakarta Post Features - August 30, 2007

Luh De Suriyani, Contributor, Denpasar

For the past 30 years, Men Tunjung has been faithful to her profession as a traditional masseuse.

Every morning at 10 a.m., Men starts working from her home at Batubulan, Gianyar, some 25 kilometers east of Denpasar. Clad in a Balinese kebaya (blouse) teamed with a long batik sarong, the 70-year-old grandmother still appears to be healthy and energetic.

She is always equipped with two glass pots of fragrant herbs, a bottle of olive oil, a clean towel and several other items needed in her massage therapy.

“I have to visit my old clients in downtown Denpasar. There are four women who need my services,” said Men, who usually has two to four “appointments” every day. She usually finishes work about 5 p.m.

(more…)