<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>kamarkecil</title>
	<atom:link href="http://lodegen.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lodegen.wordpress.com</link>
	<description>di mana pikiran beristirahat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Nov 2011 12:00:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='lodegen.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>kamarkecil</title>
		<link>http://lodegen.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://lodegen.wordpress.com/osd.xml" title="kamarkecil" />
	<atom:link rel='hub' href='http://lodegen.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>saya pindah!</title>
		<link>http://lodegen.wordpress.com/2010/11/22/saya-pindah/</link>
		<comments>http://lodegen.wordpress.com/2010/11/22/saya-pindah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Nov 2010 08:29:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lodegen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lodegen.wordpress.com/?p=428</guid>
		<description><![CDATA[Sejak 20 November, kamar kecil baru saya di http://luhde.nawalapatra.com Karena alasan &#8220;sayang dibuang&#8221; blog lama ini tidak ditutup. Ada yang mau berteduh di sini?<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lodegen.wordpress.com&amp;blog=1773968&amp;post=428&amp;subd=lodegen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align:center;"><strong>Sejak 20 November, kamar kecil baru saya di <a title="kamar kecil baru" href="http://luhde.nawalapatra.com">http://luhde.nawalapatra.com</a></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Karena alasan &#8220;sayang dibuang&#8221; blog lama ini tidak ditutup. Ada yang mau berteduh di sini? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></p>
</blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lodegen.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lodegen.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lodegen.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lodegen.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lodegen.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lodegen.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lodegen.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lodegen.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lodegen.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lodegen.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lodegen.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lodegen.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lodegen.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lodegen.wordpress.com/428/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lodegen.wordpress.com&amp;blog=1773968&amp;post=428&amp;subd=lodegen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lodegen.wordpress.com/2010/11/22/saya-pindah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d73e7677c0e0e3fe5145a6f9086e8205?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lodegen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>putu andra, informasi kesehatan, dan solidaritas sosial</title>
		<link>http://lodegen.wordpress.com/2010/10/27/putu-andra-informasi-kesehatan-dan-solidaritas-sosial/</link>
		<comments>http://lodegen.wordpress.com/2010/10/27/putu-andra-informasi-kesehatan-dan-solidaritas-sosial/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Oct 2010 04:23:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lodegen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[kanker kelenjar getah bening]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan di bali]]></category>
		<category><![CDATA[putu andra]]></category>
		<category><![CDATA[tumor ganas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lodegen.wordpress.com/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[Agus, pria muda 22 tahun ini tersenyum senang. Ia mengusap wajahnya yang berkeringat usai ngamen, berkeliling menyanyi sambil memetik gitar bersama beberapa temannya di Lapangan Puputan Renon Denpasar, Minggu (24/10). Hasil penggalian dana untuk anaknya, Putu Andra, 19 bulan, hari itu berjumlah Rp 4.440.000 rupiah. “Wah, semoga jumlah yang unik ini membawa mujizat untuk anak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lodegen.wordpress.com&amp;blog=1773968&amp;post=424&amp;subd=lodegen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_425" class="wp-caption alignright" style="width: 490px"><a href="http://lodegen.files.wordpress.com/2010/10/andra-pesbuk-kamarkecil.jpg"><img class="size-full wp-image-425" title="andra-pesbuk-kamarkecil" src="http://lodegen.files.wordpress.com/2010/10/andra-pesbuk-kamarkecil.jpg?w=480&#038;h=318" alt="" width="480" height="318" /></a><p class="wp-caption-text">penguburuan andra di sidan-gianyar (dok keluarga)</p></div>
<p>Agus, pria muda 22 tahun ini tersenyum senang. Ia mengusap wajahnya yang berkeringat usai <em>ngamen</em>, berkeliling menyanyi sambil memetik gitar bersama beberapa temannya di Lapangan Puputan Renon Denpasar, Minggu (24/10). Hasil penggalian dana untuk anaknya, Putu Andra, 19 bulan, hari itu berjumlah Rp 4.440.000 rupiah.</p>
<p>“Wah, semoga jumlah yang unik ini membawa mujizat untuk anak saya,” katanya pelan. Istrinya, Nova, katanya sedang sedang melamar pekerjaan. Keduanya baru lulus dari Fakultas Hukum Universitas Udayana.</p>
<p>Beberapa personil band Indie berkumpul di lapangan saat car free day, hari Minggu bergerimis itu. Misalnya band  Rocking Chairs menyanyikan lagu khusus untuk Andra. Sebuah kotak sumbangan dari kardus diletakkan di tengah keramaian warga yang berolahraga.<span id="more-424"></span></p>
<p>Sudah sebulan ini, Agus ngamen bersama teman-teman kuliahnya untuk menambah biaya perawatan Andra yang divonis kanker kelenjar getah bening. Agus, anak band ini merasa tak sendiri karena belasan temannya di komunitas band kampus dan puluhan orang lainnya menyemangati ayah muda ini.</p>
<p>Ia dan temannya membuat blog, www.iambali.com untuk menggalang bantuan untuk Andra. Dari blog, sejumlah orang lain membuatkan group serupa di jejaring social facebook dan twitter. Sebagian besar dukungan datang dari anak muda yang bersimpati dengan kisah Agus dan Nova, untuk memburu kesehatan bagi Andra, putra semata wayang mereka.</p>
<p>Putu Bagus Aditya Maestra Devandra , nama lengkap Andra pada Minggu itu terlentang dengan selang infus di tangan kirinya di RS Wangaya, Denpasar. Baru saja, Andra dipaksa menelan makanan cair berupa jus sirsak dan anggur. Jus berwarna ungu itu dimasukkan ke mulut Andra dengan bantuan dua orang, nenek dan bibi-nya.</p>
<p>“Saya dan suami sudah kehilangan akal karena dokter disini juga menyerah. Saya sudah lelah. Untung orangtuanya Andra yang masih semangat,” kata sang nenek.</p>
<p>Jus sirsak-anggur itu adalah ramuan yang didapat Agus dari internet sebagai penambah nafsu makan. Pemenuhan nutrisi adalah tantangan untuk orangtuanya , sembari menunggu rencana keberangkatan Andra ke Beijing, China pada November ini.</p>
<p>Menurut Agus, anaknya saat ini dirawat untuk meningkatkan nutrisi ke tubuh. Andra mengalami gangguan pencernaan karena kaker sudah menjalar ke ginjal dan organ lainnya. Berat badannya hanya 9 kilogram.</p>
<p>Andra lahir saat Hari Raya Nyepi, 26 Maret 2009 melalui operasi caecar dengan keadaan sehat. Hingga bisa berdiri dan menyanyi pun Andra terlihat sehat walfaiat. Walau ada sesuatu yang merisaukan. “Sejak usia 6 bulan, buah pelirnya seperti membesar. Dokter mengatakan hidrokel, ada cairan yang akan hilang sendiri atau menunggu usia 2 tahun untuk operasi.</p>
<p>Pada usia 14 bulan, Agus tak kuasa melihat penderitaan anaknya. Buah pelirnya sudah sebesar telur ayam hingga lutut. Andra lalu masuk kamar operasi untuk menyedot cairan dalam buah pelirnya.</p>
<p>Tapi, ketika sudah masuk ruang operasi, dokter bedah mengatakan benjolan yang sebelumnya dinyatakan cairan ternyata sebuah tumor yang sudah membesar. Akhirnya tumor itu diangkat berikut buah pelir kiri anak saya. Dokter mengatakan operasi bersih dan tumor sudah terangkat semua.</p>
<p>Menindaklanjuti operasi tersebut Andra melakukan CT scan. “Pukulan yang jauh lebih berat ini harus kami terima lagi. Anak kami sudah menderita kanker ganas dengan metastase ke paru, ginjal dan getah bening,” ujar Agus.  Menurut dokter kemoterapi adalah jalan terakhir. “Begitu banyak air mata yang mengalir melihat kondisi anak kami yang makin memburuk. Tapi menurut saya kemoterapi bukan jalan terbaik karena itu seperti mencari teroris dengan ngebom seluruh penduduk,” Ia beranalogi soal dampak buruk kemo.</p>
<p>Agus lalu memulai petualangan di Jakarta mencari rumah sakit khusus kanker yang bisa membantu dengan cara yang menurutnya lebih baik. Diawali informasi lewat internet dan temannya. Sejumlah tempat dan rumah sakit dikunjungi namun nihil. Hingga seorang temannya di China mengabari soal sebuah rumah sakit khusus kanker, Modern Hospital of Guangzhou, yang bisa mengobati kanker kelenjar getah bening.</p>
<p>Informasi kesehatan dari praktisi dokter dan rumah sakit di Bali dan Jakarta menurut Agus tak cukup. Hingga Ia bertekad ke China. Dari hasil penelusuran dan referensinya, rumah sakit Modern itu jauh lebih murah dari fasilitas kesehatan di Indonesia, dan juga lebih baik dari segi teknologi. “Saya heran kok bisa dengan  teknologi lebih maju, biayanya jauh lebih murah dibanding di sini,” ujarnya.</p>
<p>Charity fund untuk Andra sedianya terus berlanjut hingga 23 Oktober ini. Sebuah judul, Cinta utuk Andra juga telah disiapkan. Beberapa mahasiswa menuliskan rencana ini di twitternya. Dana tambahan ini akan digunakan untuk perjalanan ke China. Agus bahkan menceritakan rencana ini dengan berbinar.</p>
<p>Perjalanan panjang ke China mencari cahaya terang pupus. Andra meninggal, sesaat setelah tiba di UGD RS Sanglah, Selasa (26/10) siang. Setelah dirujuk dari RS Wangaya, tempat lima hari terakhir Ia berjuang. Ini terlalu cepat untuk orang tua dan relawan-relawan muda pendukungnya. Namun, kisah dan perjuangan Andra akan berusia panjang, bahkan abadi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lodegen.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lodegen.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lodegen.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lodegen.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lodegen.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lodegen.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lodegen.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lodegen.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lodegen.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lodegen.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lodegen.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lodegen.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lodegen.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lodegen.wordpress.com/424/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lodegen.wordpress.com&amp;blog=1773968&amp;post=424&amp;subd=lodegen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lodegen.wordpress.com/2010/10/27/putu-andra-informasi-kesehatan-dan-solidaritas-sosial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d73e7677c0e0e3fe5145a6f9086e8205?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lodegen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lodegen.files.wordpress.com/2010/10/andra-pesbuk-kamarkecil.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">andra-pesbuk-kamarkecil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyelamat Bersiap Menyambut Paus Terdampar</title>
		<link>http://lodegen.wordpress.com/2010/10/07/penyelamat-bersiap-menyambut-paus-terdampar/</link>
		<comments>http://lodegen.wordpress.com/2010/10/07/penyelamat-bersiap-menyambut-paus-terdampar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Oct 2010 07:17:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lodegen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[paus dan mamalia laut di bali]]></category>
		<category><![CDATA[paus terdampar di bali]]></category>
		<category><![CDATA[penyelamat paus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lodegen.wordpress.com/?p=421</guid>
		<description><![CDATA[I Made Jaya Ratha, seorang dokter hewan muda di Bali beberapa kali bingung bagaimana menangani paus yang terdampar dipantai ketika tiba di lokasi. “Ada banyak orang di sana, tapi kita sulit bergerak cepat karena bingung menanganinya,” ujarnya suatu kali. Jaya dan beberapa temannya di Turtle Guard, sebuah komunitas peneliti muda khususnya penanganan telur penyu di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lodegen.wordpress.com&amp;blog=1773968&amp;post=421&amp;subd=lodegen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I Made Jaya Ratha, seorang dokter hewan muda di Bali beberapa kali bingung bagaimana menangani paus yang terdampar dipantai ketika tiba di lokasi. “Ada banyak orang di sana, tapi kita sulit bergerak cepat karena bingung menanganinya,” ujarnya suatu kali.</p>
<p>Jaya dan beberapa temannya di Turtle Guard, sebuah komunitas peneliti muda khususnya penanganan telur penyu di Bali beberapa kali datang ke lokasi terdamparnya paus tanpa persiapan teknis. Seperti metodelogi penyelamatan dan komunikasi ke jaringan lain. “Kesempatan untuk bisa mempelajari satwa ini hilang karena kita tak bisa cepat menyelamatkannya,” tambahnya.<span id="more-421"></span></p>
<p>Itulah salah satu alasan terbentuknya Jejaring Penyelamat  Paus dan Mamalia Laut Bali yang Ia mulai bangun bersama sejumlah komunitas lain.</p>
<p>“Kami berkomitmen secara bersama untuk menyelamatkan paus dan mamalia laut lainnya dari berbagai ancaman baik yang diakibatkan oleh alam maupun manusia,&#8221; demikian isi deklarasi yang diucapkan anggota jaringan baru ini. Di antaranya Polair Polda Bali, Balawista, The Westin Resort, BKSDA, Grand Hyatt Nusa Dua, Nusa Dua Reef Foundation, Kelompok Nelayan Darmamurti, dan lainnya dalam suatu workshop minggu lalu.</p>
<p>“Kebanyakan hewan terdampar di kawasan pantai sekitar hotel. Karena itu perlu koordinasi dan dukungan dari pihak perhotelan,” ujar Pariama Hutasoit dari Nusa Dua Reef Check Foundation.</p>
<p>Saleh Purwanto dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali mengatakan keanggotaan Jejaring ini terbuka bagi siapa saja yang mau berkomitmen secara bersama dalam upaya-upaya penyelamatan paus dan mamalia laut lainnya. “Unsur desa pekraman dalam jejaring ini sangat penting karena apabila ada kejadian mamalia laut terdampar, pihak desa bisa bertindak dan mengorganisir pihak-pihak terkait untuk mengamankan lokasi,” katanya.</p>
<p>Hingga saat ini terdapat sekitar 120 jenis mamalia laut yang telah diidentifikasi di seluruh dunia, dan di Indonesia ditemukan 31 jenis, serta setidaknya  7 jenis (teridentifikasi) ditemukan terdampar di perairan Bali.</p>
<p>Sepuluh tahun terakhir ini, sedikitnya terdapat 25 kali kejadian terdamparnya mamalia laut di Bali. Data menunjukkan trend peningkatan, terutama dalam dua tahun terakhir. Pada Agustus 2010 saja ada 5 kali kejadian paus terdampar, baik mati maupun hidup.</p>
<p>Lokasi terdamparnya, antara lain perairan Klungkung, Nusa Penida,Gianyar: Lebih, Keramas, Saba, Denpasar, dan lainnya. “Hampir setiap tahun selalu ada kejadian paus atau lumba-lumba terdampar. Sebagian hewan terdampar tidak diidentifikasi, karena itu perlu penanganan yang lebih terintegrasi,” kata Jaya.</p>
<p>Kebanyakan spesies terdampar yang dicatat adalah jenispigmy killerwhales (feresa Attenuata) dan short-finned pilot whales (Globicephala marcorinchyus).</p>
<p>Tim Tanggap Mamalia terpadu ini akan mengkoordinir penanganan hewan laut terdampar dan melakukan studi mengenai jalur studi imigrasi paus dan hewan mamalia lain di perairan Bali.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lodegen.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lodegen.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lodegen.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lodegen.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lodegen.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lodegen.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lodegen.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lodegen.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lodegen.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lodegen.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lodegen.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lodegen.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lodegen.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lodegen.wordpress.com/421/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lodegen.wordpress.com&amp;blog=1773968&amp;post=421&amp;subd=lodegen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lodegen.wordpress.com/2010/10/07/penyelamat-bersiap-menyambut-paus-terdampar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d73e7677c0e0e3fe5145a6f9086e8205?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lodegen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memburu Sulap, Eh Klenger</title>
		<link>http://lodegen.wordpress.com/2010/10/07/memburu-sulap-eh-klenger/</link>
		<comments>http://lodegen.wordpress.com/2010/10/07/memburu-sulap-eh-klenger/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Oct 2010 07:02:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lodegen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[anak-anak miskin di Bali]]></category>
		<category><![CDATA[desa miskin]]></category>
		<category><![CDATA[i am an angel]]></category>
		<category><![CDATA[nusa dua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lodegen.wordpress.com/?p=419</guid>
		<description><![CDATA[Ni Luh Paswati melewati perjalanan darat selama 3,5 jam dengan bus bersama puluhan anak lain dari dusun terpencil di Kubu, Karangasem untuk bisa menonton pertunjukkan sulap selama satu jam. Bus berhenti beberapa kali karena sebagian anak dan orang tua pendamping mabuk dan muntah di pinggir jalan. Paswati menarik jaketnya dengan kedua tangannya. Kepala dan telapak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lodegen.wordpress.com&amp;blog=1773968&amp;post=419&amp;subd=lodegen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ni Luh Paswati melewati perjalanan darat selama 3,5 jam dengan bus bersama puluhan anak lain dari dusun terpencil di Kubu, Karangasem untuk bisa menonton pertunjukkan sulap selama satu jam. Bus berhenti beberapa kali karena sebagian anak dan orang tua pendamping mabuk dan muntah di pinggir jalan.</p>
<p>Paswati menarik jaketnya dengan kedua tangannya. Kepala dan telapak tangannya sudah tertutup jaket baru berwarna merah itu. Wajahnya masih terlihat pucat walau beberapa kali nampak tersenyum menonton magic show, Sabtu (2/10) malam kemarin di The Westin International. Sebuah hotel mewah langganan konferensi internasional di Nusa Dua, Badung.<span id="more-419"></span></p>
<p>Di dua buah layar raksasa, pesulap bernama Rhomedal ini terlihat memperlihatkan trik-trik sulap sederhana yang direspon sorakan histeria anak-anak. Ratusan anak berusia rata-rata di bawah 15 tahun malah merangsek di bibir panggung dan berebut menjadi relawan pesulap di panggung. Suasana meriah diringi dentaman musik lagu-lagu Justin Beiber, penyanyi pop remaja yang sedang populer di Amerika Serikat.</p>
<p>Di barisan tempat duduk rombongan Paswati dan teman-temannya ini bau balsam dan minyak angin sangat menyengat. “Saya kedinginan dan masih merasa mual,” ujar Paswati lemah. Tak hanya Paswti, tapi wajah pucat terlihat di beberapa orangtua pendamping dari desa. Pendingin ruangan di ruang utama conference hall The Westin memang hal baru buat anak-anak dan orang tua dari Dusun Sukadana dan Tianyar ini.</p>
<p>Sementara di dalam ruangan dingin itu, sebagian penoton dan anak-anak lain malah mengggunakan tanktop atau baju tanpa berjaket. Sebagian besar anak dan penonton adalah orang asing yang ingin melewatkan malam minggu dengan pertunjukan sulap bertajuk A Magical Night with Rhomedal The Master.</p>
<p>“Saya sudah siap-siap lima hari sebelumnya biar bisa datang kesini. Ini kedatangan pertama saya ke Badung,” ujar Ni Nengah Juliartini. Untuk anak perempuan 10 tahun ini, perjalanan ke Nusa Dua untuk pertujukkan sulap adalah petualangan. “Seumur hidup mungkin hanya sekali ini saya bisa kesini dan nonton sulap,” katanya.</p>
<p>Yang memberikan petualangan baru untuk anak-anak ini adalah I’m An Angel (IAA), sebuah komunitas filantropis yang beberapa kali membuat program kemanusiaan di desa mereka. Asana Viebeke Lengkong, pendirinya, menyiapkan 50 tiket khusus untuk anak-anak dari Karangsem ini. Di tiket, tertera harga tiket untuk sesi magic lesson Rp 100.000 dan magic show Rp 50.000.</p>
<p>IAA juga menyiapkan transport, konsumsi, sampai jaket untuk mereka. “Saya yakin perjalanan mereka turun gunung dari rumahnya yang terpencil sangat berat,” ujar Asana. Menurutnya, anak-anak ini hidupnya sangat memprihatinkan. Setiap hari berjalan kaki lebih satu jam untuk sekolah, nutrisi buruk dan sangat rentan putus sekolah.</p>
<p>Sebelum pertunjukkan sulap mulai, IAA mengajak anak-anak bermain di pantai perairan Nusa Dua dan membuat berbagai games. “Bermain di pantai juga baru pertama kali buat saya. Pantai dari rumah saya jauh,” kata Paswati, anak perempuan 12 tahun ini. Ia malah baru merasakan pasir pantai putih di pantai yang dibersihkan oleh petugas hotel-hotel berbintang lima di Nusa Dua.</p>
<p>Menurut Asana, sangat sulit menjaga anak-anak dari desa miskin ini untuk tetap mau sekolah. Terlebih anak-anak yang tidak punya orangtua atau saudara. “Anak-anak yang ditinggal oleh orang tua dan di urus oleh tetangga, kita dekati dengan memberikan pakaian, uang saku, dan mendekati wali mereka agar mau mendukung ke sekolah,” kata Asana yang menyebut mendampingi lebih dari 20 ribu orang anak-anak miskin.</p>
<p>Karena itu pada 2010, IAA membuat program “earlychildhood education” untuk umur 1-5 tahun. Mendekatkan pendidikan sedini mungkin dan memaksa orang tuanya ikut bermain agar termotivasi bahwa pendidikan itu penting. Terutama di daerah daerah yang miskin dan terpencil.</p>
<p>Berdasarkan data Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Provinsi Bali, saat ini di seluruh Bali tercatat 129.848 orang anak usia sekolah (6-18 tahun) berasal dari keluarga miskin. Anak usia sekolah dari keluarga miskin inilah yang terancam putus sekolah atau tidak bisa sekolah. Kepala Disdikpora Provinsi Bali I Wayan Suasta mengatakan tiga kabupaten dengan anak usia sekolah dari keluarga miskin yang tinggi yakni, Buleleng, Karangasem dan Bangli.</p>
<p>Berdasarkan data tahun 2009 sebanyak 1898 siswa SD, SMP, dan SMA/SMK yang putus sekolah di Bali. Sementara jumlah warga berusia 15-44 tahun yang buta aksara sebanyak 16.441 orang. Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS) Bali, secara keseluruhan jumlah penduduk buta huruf sekitar 250 ribu orang.</p>
<p>Pemprov Bali mencegah bertambahnya putus sekolah dengan mengalokasikan dana pendamping Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Rp 10,74 miliar lebih untuk pendamping BOS SD dan Rp 8,79 miliar lebih untuk pendamping BOS SMP. Tiap siswa SMA mendapat uang tunai Rp 400 ribu per tahun dan siswa SMK Rp 500 ribu per tahun.</p>
<p>Menurut Asana, pemberian uang tunai tidak akan mencegah anak putus sekolah selama sarana dan prasarana pendukung belum ada. Misalnya kurangnya gedung sekolah, tak ada transport umum, dan jumlah guru yang cukup.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lodegen.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lodegen.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lodegen.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lodegen.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lodegen.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lodegen.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lodegen.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lodegen.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lodegen.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lodegen.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lodegen.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lodegen.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lodegen.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lodegen.wordpress.com/419/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lodegen.wordpress.com&amp;blog=1773968&amp;post=419&amp;subd=lodegen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lodegen.wordpress.com/2010/10/07/memburu-sulap-eh-klenger/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d73e7677c0e0e3fe5145a6f9086e8205?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lodegen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Euforia pulau cinta</title>
		<link>http://lodegen.wordpress.com/2010/08/27/euforia-pulau-cinta/</link>
		<comments>http://lodegen.wordpress.com/2010/08/27/euforia-pulau-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 06:51:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lodegen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[film eat pray love]]></category>
		<category><![CDATA[wisata bali]]></category>
		<category><![CDATA[wisata di bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lodegen.wordpress.com/?p=415</guid>
		<description><![CDATA[Seberapa agresifkah gunting sensor memotong film Eat, Pray, Love yang dibintangi Julia Roberts kelak jika sampai di Indonesia? Maka, sebelum nonton di bioskop, cari dulu versi unsensored dong… ntar saya pinjem. Hehehe.. Kenapa kemungkinan si pemegang gunting agak agresif, seperti perkiraan saya di atas? Pertama, nona Elizabeth Gilbert alias Liz, panggilannya di memoarnya itu menuliskan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lodegen.wordpress.com&amp;blog=1773968&amp;post=415&amp;subd=lodegen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seberapa agresifkah gunting sensor memotong film Eat, Pray, Love yang dibintangi Julia Roberts kelak jika sampai di Indonesia? Maka, sebelum nonton di bioskop, cari dulu versi unsensored dong… ntar saya pinjem. Hehehe.. Kenapa kemungkinan si pemegang gunting agak agresif, seperti perkiraan saya di atas?</p>
<p>Pertama, nona Elizabeth Gilbert alias Liz, panggilannya di memoarnya itu menuliskan bayak hal provokatif tapi aktif alias factual di sebagian besar scene-nya soal Bali. Babakan hidupnya dikasi judul  L.O.V.E di Bali karena ketemu cowok yang bisa mencuri hatinya. Tapi sebenarnya menurut saya  malah bab ini soal keseimbangan dunia di mana Liz termehek-mehek ketemu dunia yang gak cuman hitam putih di Bali.<span id="more-415"></span></p>
<p>Kalau hitam putih kan to the point. Kalau emang suka nipu yang memperlihatkan tampang dan sikap penipu. Kalau lugu ya totally lugu.</p>
<p>Nah, pas di Bali, tengkejut atine nona Liz luar biasa. Ada jleme lugu tapi kok di belakang-belakangne meres. Ada masi soal turis-turis ane pangenahne jeg jatuh cintrong san mendalam jak Bali, lamun atine gedeg krana ternyata Bali sing ja cara bayi tanpa dosa cara liu buku-bukune ane mooy nyeritaang keto.</p>
<p>Dunia yang tak hanya hitam putih memang tak di Bali saja. Di Swiss atau Brunei yang damai tentram juga pasti banyak yang begitu. Tapi masalahnya terlalu banyak buku-buku atau iklan pemerintah yang terlalu ngajum Bali sebagai manusia yang adiluhung. Penuh senyum, baik, ramah, sederhana, dan sangat spiritual. Benarkah demikian? Silakan dijawab. Ne be dadine, lamun jeg bes ngae citra.</p>
<p>Kalau kelebihan gaya dan citra, pasti jadinya banyak buku atau memoar berikutnya yang berisi kisah-kisah seperti Liz ini. Terkaget-kaget mengetahui ada 1001 jenis perilaku dan manusia di Bali. Asane berlebihan masi si Liz. Masak amonto gen makesiab. Cara sing taen katemu jak jleme culas di kampungne.</p>
<p>Soal cerita-cerita yang membuatnya termehek-mehek itu misalnya ada di cerita soal perempuan bali yang jadi balian herbal, perempuan bali yang susah hamil, dll. Nah silakan baca aja deh bukunya.</p>
<p>Gubernur Mangku Pastika selama beberapa bulan ini pun sedang didera demam eatpraylove. Di acara-acara resmi yg mengharuskan pak gub pidato, kerap menyisipkan kalimat seperti ini, “Bali tak hanya the island of gods, tapi skarang the island of love. Julia Robert syuting di sini, dst dst…”</p>
<p>Trus terakhir, pejabat pariwisata juga akan membuat PAKET WISATA EAT, PRAY, LOVE. Woho, bagusss… jangan lupa rute-rute sisi gelapnya juga pak.</p>
<p><strong><em>Bali offers tourists ‘Eat, Pray, Love’ package</em></strong></p>
<p><em>The Jakarta Post | Wed, 08/18/2010 11:33 AM | Bali </em></p>
<p><em><a title="Large Font" href="increaseFontSize();">A</a> | <a title="Normal Font" href="normalFontSize();">A</a> | <a title="Small Font" href="decreaseFontSize();">A</a> | </em></p>
<p><em>The Eat, Pray, Love movie starring Julia Roberts is expected to attract more tourists to Bali, as travel agents are offering a package to follow the trail of movie character Elizabeth Gilbert’s journey on the resort island.</p>
<p>Tourists will get the chance to feel Gilbert’s romantic experiences in Bali through a series of visits to places screened in the movie.</p>
<p>The package was launched by the Culture and Tourism Ministry on the sidelines of the recent movie premiere at Ziegfeld Theatre, New York, Bali Tourism Board chief (BTB) Ngurah Wijaya said.</p>
<p>“We promoted an ‘Eat, Pray, Love’ tour package during the premiere,” Wijaya said.</p>
<p>The package includes trips to Benoa seaport, Ubud in Gianyar and Padang Padang Beach in South Kuta, as well as a visit with Gilbert’s spiritual guru, Ketut Liyer.</p>
<p>Tour operators would offer the package through Indonesian consulates in several countries, such as Germany, Italy, India and Australia, Wijaya said, adding that tour operators would cooperate with overseas travel agents to promote the packages.</p>
<p>“Some BTB travel agents are already promoting this package,” Widjaya said. </em></p>
<p><em> </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lodegen.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lodegen.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lodegen.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lodegen.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lodegen.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lodegen.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lodegen.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lodegen.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lodegen.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lodegen.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lodegen.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lodegen.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lodegen.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lodegen.wordpress.com/415/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lodegen.wordpress.com&amp;blog=1773968&amp;post=415&amp;subd=lodegen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lodegen.wordpress.com/2010/08/27/euforia-pulau-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d73e7677c0e0e3fe5145a6f9086e8205?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lodegen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bali Masih Dihantui Ribuan Anak Putus Sekolah</title>
		<link>http://lodegen.wordpress.com/2010/07/21/bali-masih-dihantui-ribuan-anak-putus-sekolah/</link>
		<comments>http://lodegen.wordpress.com/2010/07/21/bali-masih-dihantui-ribuan-anak-putus-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 06:33:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lodegen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[anak putus sekolah di Bali]]></category>
		<category><![CDATA[buta huruf]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan di bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lodegen.wordpress.com/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[Ni Kadek Sinta, anak perempuan 13 tahun ini bekerja sebagai tukang suun (buruh angkut) di Pasar Badung selama 11 jam per hari.  Dari tengah hari sampai tengah malam, tanpa waktu libur. Ia hanya mengenyam bangku sekolah dasar sampai kelas 4. Demikian juga dua adik perempuannya, yang harus membantu ibunya yang juga tukang suun di pasar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lodegen.wordpress.com&amp;blog=1773968&amp;post=411&amp;subd=lodegen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ni Kadek Sinta, anak perempuan 13 tahun ini bekerja sebagai tukang suun (buruh angkut) di Pasar Badung selama 11 jam per hari.  Dari tengah hari sampai tengah malam, tanpa waktu libur. Ia hanya mengenyam bangku sekolah dasar sampai kelas 4.</p>
<p>Demikian juga dua adik perempuannya, yang harus membantu ibunya yang juga tukang suun di pasar terbesar di Bali dan beroperasi 24 jam itu.</p>
<p>Sedikitnya ada 50 tukang suun anak putus sekolah atau tak sekolah sama sekali di Pasar Badung saja. Belum lagi sekitar 100 anak lain yang bekerja sebagai pedagang buah keliling di seputaran Denpasar dan Badung.<span id="more-411"></span></p>
<p>Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali I Gusti Ngurah Widiartha mengatakan diperkirakan jumlah anak putus sekolah tahun ajaran baru ini lebih dari 1000 orang. “Kami belum mendapat data pasti karena tahun ajaran baru dimulai 12 Juli ini,” ujarnya.</p>
<p>Seperti pengalaman sebelumnya, untuk mengetahui jumlah siswa putus sekolah, jumlah lulusan SMP misalnya akan dibandingkan dengan jumlah siswa baru SMA atau SMK serta kerja paket C. Demikian juga untuk siswa SD dan SMP.</p>
<p>Berdasarkan data tahun lalu saja, pada 2009 sebanyak 1898 siswa SD, SMP, dan SMA/SMK yang putus sekolah di Bali. Jumlah ini adalah data yang dilaporkan Dinas Pendidikan per kabupaten dari sekolah swasta dan negeri saja. “Kemiskinan dan akses jumlah tempat duduk di sekolah menjadi penyebab banyaknya siswa putus sekolah di Bali,” kata Widiartha.</p>
<p>Sementara jumlah warga berusia 15-44 tahun yang buta aksara terakhir sebanyak 16.441 orang. Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS) Bali, secara keseluruhan jumlah penduduk buta huruf sekitar 250 ribu orang.</p>
<p>Widiartha melihat investasi dumber daya manusia di Bali memang belum maksimal. Misalnya melalui pendanaan pendidikan dan life skill. “Pariwisata masih menjadi program unggulan, padahal bisnis pariwisata sangat labil,” katanya.</p>
<p>Masih tingginya angka buta aksara dan putus sekolah ini membuat pemerintah merancang wajib sekolah 12 tahun mulai tahun ini. Widiartha menjelaskan, secara teknis dilakukan dengan tiga strategi. Pertama, menambah ruang kelas baru di kabupaten yang  jumlah kursinya lebih kecil dari siswa.</p>
<p>Kedua, memberikan dana operasional pendidikan untuk siswa SMA Rp 400 ribu per orang dan Rp 500 ribu untuk siswa SMK. Dana operasional ini diberikan ke sekolah dan sebagai subsidi pengurangan biaya sekolah. Dana ini diberikan bagi siswa sekolah negeri maupun swasta.</p>
<p>Ketiga, pembangunan unit sekolah baru di daerah terpencil yang secara geografis sulit dijangkau warga. “Yang membuat banyak anak putus sekolah kan karena juga kesulitan mengakses sekolah karena jauh dari desa,” jelas Widiartha.</p>
<p>Ia mencontohkan di Dusun Klumpu, Nusa Penida, Klungkung. Sebanyak 42 kepala keluarga sulit mengakses sekolah karena jaraknya jauh. “Pemberian hewan ternak untuk menyokong ekonomi keluarga tak cukup berhasil untuk memastikan ratusan anak-anak di sana bisa sekolah,” katanya.</p>
<p>Pembangunan unit sekolah di daerah terpencil ini diprioritaskan untuk Kabupaten Buleleng, Karangasem, Klungkung, dan Bangli. “Kami akan menandatangani MoU dengan seluruh pimpinan daerah untuk strategi wajib belajar 12 tahun yang dimulai tahun ajaran baru ini,” tambahnya.</p>
<p>Widiartha mengatakan membutuhkan partisipasi masyarakat luas untuk ikut mengentaskan buta huruf dan putus sekolah. “Masyarakat Bali tak punya kebiasaan untuk mendonasikan uang untuk membantu orang lain. Ini yang harus digerakkan,” ujarnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lodegen.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lodegen.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lodegen.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lodegen.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lodegen.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lodegen.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lodegen.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lodegen.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lodegen.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lodegen.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lodegen.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lodegen.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lodegen.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lodegen.wordpress.com/411/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lodegen.wordpress.com&amp;blog=1773968&amp;post=411&amp;subd=lodegen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lodegen.wordpress.com/2010/07/21/bali-masih-dihantui-ribuan-anak-putus-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d73e7677c0e0e3fe5145a6f9086e8205?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lodegen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenang Mari, Seniman Bali asal Jepang</title>
		<link>http://lodegen.wordpress.com/2010/07/21/mengenang-mari-seniman-bali-asal-jepang/</link>
		<comments>http://lodegen.wordpress.com/2010/07/21/mengenang-mari-seniman-bali-asal-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 06:30:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lodegen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[arti foundation]]></category>
		<category><![CDATA[kadek suardana]]></category>
		<category><![CDATA[mari nabeshima]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lodegen.wordpress.com/?p=409</guid>
		<description><![CDATA[I Kadek Suardana, seniman kontemporer serba bisa ini masih menunjukkan sisa sembab di wajahnya. Pada para tamu yang datang silih berganti mengucapan duka cita, Ia memaksa untuk menyambut dengan senyuman. Kadek amat terpukul setelah kehilangan Mari Nabeshima, istrinya dan pasangan tarinya di rumah. Begitu juga ketika Wakil Gubernur Bali, AA Puspayoga kembali datang melihat jenasah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lodegen.wordpress.com&amp;blog=1773968&amp;post=409&amp;subd=lodegen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I Kadek Suardana, seniman kontemporer serba bisa ini masih menunjukkan sisa sembab di wajahnya. Pada para tamu yang datang silih berganti mengucapan duka cita, Ia memaksa untuk menyambut dengan senyuman. Kadek amat terpukul setelah kehilangan Mari Nabeshima, istrinya dan pasangan tarinya di rumah.</p>
<p>Begitu juga ketika Wakil Gubernur Bali, AA Puspayoga kembali datang melihat jenasah Mari Nabeshima, istrinya pada Senin. Sebelumnya Puspayoga dan istrinya menemani Mari ketika menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Daerah Wangaya, Denpasar pada Minggu (4/7) dini hari. Mari meninggal karena dengue shock syndrome (DSS), akibat serangan nyamuk demam berdarah yang membuatnya tiba-tiba kehilangan kesadaran dengan cepat.<span id="more-409"></span></p>
<p>“Dia bukan hanya setengah jiwa tapi 2/3 bagian diri saya. Saya sangat menyesal tak bisa menyelamatkannya,” ujarnya berkali-kali.  Pandangannya terus lekat ke foto Mari yang sedang tersenyum meneduhkan, di atas peti jenazah berwarna hitam. Di dalam peti itu, Mari berselimut kain kasa dan es.</p>
<p>Sesajen aneka rupa dan dupa menemani Mari di pembaringan terakhirnya. Di atas bale-bale di Timur rumahnya. Bale suci ini bahkan Ia siapkan untuk mertuanya, Ni Ketut Santi, 89 tahun yang telah membimbingnya berdaptasi dengan kultur kekerabatan dan ritual aneka rupa di Bali.</p>
<p>“Mari mengkhawatirkan jika suatu saat Ibu meninggal dan tak ada bale itu. Tapi sekarang malah dia dahulu yang menggunakannya,” sesal Suardana. Selain bale daja itu, Mari juga sudah menyiapkan sebuah cincin batu mirah untuk mertuanya kelak dan kini ia gunakan di jari tangannya.</p>
<p>Di bale itu pula, Mari belajar membuat sesajen dengan cara mencatat penjelasan mertua, memotret cara pembuatan dan hasil akhir, dan mempraktekannya.</p>
<p>Almarhum Mari Nabeshima, 38 tahun, seniman dan budayawan asal Jepang yang sudah lekat dengan sebutan seniman Bali ini dikremasi dalam upacara Ngaben, Jumat (9/7) di Setra Badung. Sebelumnya pada Kamis (8/7) hari ini, Mari akan menjalani rangkaian upacara sebelum kremasi. Yakni Ngeringkes dan Ngajum. Sebuah prosesi suci penuh emosi bagi umat Hindu di Bali ketika para keluarga dan handai taulan menyentuh jenasah dan memandikannya.</p>
<p>Para kerabat Mari dari Jepang juga sangat terkejut dengan kabar ini dan langsung terbang ke Denpasar untuk mengikuti rangkaian upacara Pitra Yadnya untuk Mari yang akan dilaksanakan oleh warga Banjar Taensiat, Denpasar Utara, tempat tinggalnya. Mari dan suaminya, Kadek Suardana hidup berdampingan dengan mertua serta saudara sehingga hubungan kekerabatan dan sosialnya terjalin baik.</p>
<p>“Beberapa pedagang di Pasar Satria yang akrab dengannya ketika berbelanja juga datang dan memberikan doa di bale itu,” kata Suardana. Demikian juga sejumlah wartawan yang kerap menulis berita seni budaya, Dinas Kebudayaan, Walikota, Wagub, dan peneliti dari Amerika dan Jepang.</p>
<p>Jadwal pentas dan diskusi kebudayaan Mari sesaat meninggal dan setelahnya sangat padat. Pada Sabtu, akhir pekan lalu Mari dan kelompok Abiyoga baru saja usai mementaskan drama tari bertajuk “Tajen” di Pesta Kesenian Bali. Ia memainkan piano dan flute malam itu.</p>
<p>Selanjutnya, Ia dan suaminya berangkat ke Jogjakarta untuk mengisi workshop seni yang dihelat oleh seniman dari Leiden, Belanda dan Tasmania. Jelang berangkat, suhu tubuhnya sudah mulai tinggi tapi Mari memaksa tetap berangkat untuk menghargai kerja keras rekan-rekannya yang telah menyiapkan perhelatan seni itu selama setahun. “Saya malu kalau tidak datang mengapresiasi kerja keras mereka,” Kadek Suardana mengingat alasan Mari ketika itu.</p>
<p>Mari juga tengah menyiapkan pentas Gong Kebyar Dharma Swara Negara dari New York yang dijadwalkan pentas di Pesta Kesenian Bali. Mari akan memainkan alat music Calung pada pagelaran itu nanti. Namun, semangat Mari tak mampu meredam virus DBD yang mulai melumpuhkan organ tubuhnya, walau tak menunjukkan gejala khas.</p>
<p>Menurut cerita Suardana, Mari hanya menunjukkan demam, tak ada ngilu atau muntah pada beberapa hari pertama. Bahkan sehari sebelum meninggal, Ia terlihat akan sembuh dengan cepat. “Komplikasi pada paru-parunya juga,” ujar Suardana.</p>
<p>Mari, seorang etnomusikolog dan pemikir budaya asal Jepang ini menemukan tambatan hatinya di Bali lalu menikah dengan Kadek Suardana, salah satu composer, penari, dan pendiri Arti Foundation pada 2002. Lembaga ini menghasilkan sejumlah karya tari, drama, music, dan teater dan menjadi barometer pagelaran seni klasik kontemporer di Bali.</p>
<p>Kecintaannya pada Bali membuat ia tak henti berkarya dan mengikuti dialog kebudayaan, baik di Bali maupun luar Bali. Ia tercatat aktif mengisi Pesta Kesenian Bali, membuat konsep dan naskah drama tari, serta ikut dalam Kongres Kebudayaan Bali.</p>
<p>Mari Nabeshima mengenal pertama kali gamelan Bali di kampusnya di Tokyo, Jepang, tempat ia mendapat gelar PhD untuk hasil riset soal Kidung dalam Bahasa Bali Kawi. Ia lalu menjadi ethnomusicologist lulusan Tokyo National University of Fine Art and Music. Ia juga belajar tabuh dan tari Bali setelah mendapat beasiswa dari Kementrian Kebudayaan Jepang.</p>
<p>Salah satu karyanya yang fenomenal adalah drama tari Sri Tanjung- The Scent of Innocence pada 2009. Ia membuat konsep music, tari, dan naskah yang diadopsi dari cerita klasik Banyuwangi, Jawa Timur itu.</p>
<p>Salah seorang penulis novel dan fotografer, Iwan Darmawan mengaku sangat kehilangan teman diskusi. “Ketemu terakhir saya masih dibuatkan kopi, sesaat sebelum pentas “Tajen” di PKB Sabtu lalu,” ujarnya.</p>
<p>Iwan mengatakan Mari adalah pembaca awal draf novelnya, Ayu Manda yang terbit tahun ini. “Setelah dia baca, dikomentari kelebihan dan kekurangannya. Lalu saya kontruksi ulang novel atas saran Mari,” kenang Iwan. Ia mengaku akan terus mengingat senyum ramah Mari.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lodegen.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lodegen.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lodegen.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lodegen.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lodegen.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lodegen.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lodegen.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lodegen.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lodegen.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lodegen.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lodegen.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lodegen.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lodegen.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lodegen.wordpress.com/409/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lodegen.wordpress.com&amp;blog=1773968&amp;post=409&amp;subd=lodegen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lodegen.wordpress.com/2010/07/21/mengenang-mari-seniman-bali-asal-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d73e7677c0e0e3fe5145a6f9086e8205?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lodegen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>I’am (only) 35 days single parent, hore…</title>
		<link>http://lodegen.wordpress.com/2010/05/16/i%e2%80%99am-only-35-days-single-parent-hore%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://lodegen.wordpress.com/2010/05/16/i%e2%80%99am-only-35-days-single-parent-hore%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 May 2010 05:47:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lodegen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[ayah bunda]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lodegen.wordpress.com/?p=395</guid>
		<description><![CDATA[Mendengar kabar beberapa hari ia akan kembali sungguh menyenangkan. Dua minggu terakhir ini aku sudah menghitung hari.  Rasanya tak tahan lagi. Hm, ini mirip sebuah lagu. Ingat jingle-nya tapi lupa penyanyinya. Hampir tiap hari aku bersama Bani, termasuk mengajaknya ke tempat kerja. Dan memarahinya (dengan rutin, rata-rata 2 kali sehari) seminggu terakhir.  Sumber kemarahanku, coba [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lodegen.wordpress.com&amp;blog=1773968&amp;post=395&amp;subd=lodegen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lodegen.files.wordpress.com/2010/05/img_81342.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-398" title="IMG_8134" src="http://lodegen.files.wordpress.com/2010/05/img_81342.jpg?w=480&#038;h=320" alt="" width="480" height="320" /></a></p>
<p>Mendengar kabar beberapa hari ia akan kembali sungguh menyenangkan. Dua minggu terakhir ini aku sudah menghitung hari.  Rasanya tak tahan lagi. Hm, ini mirip sebuah lagu. Ingat jingle-nya tapi lupa penyanyinya.</p>
<p>Hampir tiap hari aku bersama Bani, termasuk mengajaknya ke tempat kerja. Dan memarahinya (dengan rutin, rata-rata 2 kali sehari) seminggu terakhir.  Sumber kemarahanku, coba kuingat-ingat dulu. Pertama, kalau Bani lemot.</p>
<p>Contohnya, pagi-pagi pas ke warung mo beli bahan masakan, Bani yang lagi nonton teve atau main laptop teriak minta ikut. Trus, aku yang sedang di sadel motor menunggunya dengan meriang karena dia pasti bengong dulu di depan pintu, main-main dengan sandalnya, kadang malah pake duduk. Dipanggil, gak nyahut. “Bani, ikut ndak?” kataku sambil berancang-ancang. “Bundaa…..(melolong) ikut,” masih males-malesan, bukannya mempercepat.<span id="more-395"></span></p>
<p>Ini masuk kategori tarik-ulur yang cepat membuat aku panas. Dalam kategori ini ada beberapa jenis kerewelan lainnya di bidang mandi, makan, bangun, dan lainnya. Dan kategori inilah yang kerap sukses memantik amarahku. Mungkin Bani tahu, walau dia tarik ulur seperti ini, bundanya toh cumin galak di mulut. Jadi, santai wae.</p>
<p>Aku sering tanya langsung ke Bani, kenapa dia senang sekali lemot tanpa alasan. Belum dijawab, mungkin bingung mo jawab apa. Karena dia belum paham ini memang jurus cari perhatian orang tua. Dan sangat sukses menarik perhatian emosiku.</p>
<p>Biasanya, Bani memang sering seperti ini, dan aku jarang teriak marah-marah sambil mengintimidasi Bani karena sebelum bablas, pasti aku bisa mengalihkannya ke ayah. “Ayah, plis urus Bani.” Nah, beres. Tapi kalau ndak ada ayahnya?</p>
<p>Oke, ini kategori kedua,  kekerasan fisik. Bani biasanya memang tak suka dibiarkan begadang sendirian. Nah, selama aku jadi single parent, jelaslah dia membuat aku jadi korban. Dia akan melakukan segala cara yang menyakitkan hati dan fisik untuk menemaninya terjaga, sampe jam 1an!  Ini akibat dia suka bobo sore dan malam maen game di laptop sampe ga inget dah tengah malam.</p>
<p>Cara dia antara lain, menusuk-nusuk mataku dengan benda terdekat yang ada. Memukul kepala, menjambak rambut, menginjak-injak, dan segala kekerasan dalam rumah tangga yg pasti dilaporkan jika dilakukan oleh suami. Kalau ada ayah, aku dengan santai bisa bangunin ayahnya yg udah bobo duluan, “Yah, Bani tuh!”</p>
<p>Oh anakku, berikan hak jawab dan klarifikasi atas tingkahmu kalau kau sudah bisa membaca blog ini ya.</p>
<p>Pun, seberapa dia sering menangis, atau usai dihukum masuk kamar mandi, Bani selalu berakhir di pelukanku. “Bunda, Bani sayang sama bunda,” kata pria 3,8 tahun ini tersedu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lodegen.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lodegen.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lodegen.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lodegen.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lodegen.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lodegen.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lodegen.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lodegen.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lodegen.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lodegen.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lodegen.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lodegen.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lodegen.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lodegen.wordpress.com/395/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lodegen.wordpress.com&amp;blog=1773968&amp;post=395&amp;subd=lodegen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lodegen.wordpress.com/2010/05/16/i%e2%80%99am-only-35-days-single-parent-hore%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d73e7677c0e0e3fe5145a6f9086e8205?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lodegen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lodegen.files.wordpress.com/2010/05/img_81342.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_8134</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gunakan Kekuatan Tanganmu! (Angkatan III)</title>
		<link>http://lodegen.wordpress.com/2010/05/02/gunakan-kekuatan-tanganmu-angkatan-iii/</link>
		<comments>http://lodegen.wordpress.com/2010/05/02/gunakan-kekuatan-tanganmu-angkatan-iii/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 May 2010 13:28:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lodegen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[kelas menulis jurnalisme warga]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan jurnalistik]]></category>
		<category><![CDATA[sloka institute]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lodegen.wordpress.com/?p=392</guid>
		<description><![CDATA[Sebab dengan tulisan-tulisan, kamu bisa mengabarkan banyak hal. Cerita pribadi, tempat bersantai, masalah kota, sampai curhat. Apa saja bisa kamu tulis ala Jurnalisme Warga, di mana warga tak hanya jadi objek berita tapi sekaligus penulisnya. Tak usah takut tulisanmu tidak menarik. Menulis itu karena kebiasaan, bukan hanya soal berbakat atau tidak. Kini waktunya kamu belajar. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lodegen.wordpress.com&amp;blog=1773968&amp;post=392&amp;subd=lodegen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lodegen.files.wordpress.com/2010/05/img_1238.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-393" title="IMG_1238" src="http://lodegen.files.wordpress.com/2010/05/img_1238.jpg?w=480&#038;h=320" alt="" width="480" height="320" /></a>Sebab dengan tulisan-tulisan, kamu bisa mengabarkan banyak hal. Cerita pribadi, tempat bersantai, masalah kota, sampai curhat. Apa saja bisa kamu tulis ala Jurnalisme Warga, di mana warga tak hanya jadi objek berita tapi sekaligus penulisnya.</p>
<p>Tak usah takut tulisanmu tidak menarik. Menulis itu karena kebiasaan, bukan hanya soal berbakat atau tidak. Kini waktunya kamu belajar. Sebab Sloka Institute pengelola blog jurnalisme warga Bale Bengong bekerjasama dengan I’m an Angel, akan mengadakan Kelas Menulis Jurnalisme Warga Angkatan III.</p>
<p>Materinya tentang teori dasar jurnalistik seperti menulis berita langsung dan berita kisah maupun tentang jurnalisme warga. Bukan hanya belajar teori, peserta akan langsung praktik menulis dipandu pemateri dan fasilitator berpengalaman. Selain jurnalisme, peserta juga dilatih membuat blog untuk mempublikasikan karyanya dan sebagai jurnal harian.<br />
<span id="more-392"></span></p>
<p>Kapan?<br />
Sabtu-Minggu, 5-6 Juni 2010 (dua kali pelatihan)<br />
Pukul : 09.30-16.00 WITA</p>
<p>Di mana?<br />
Kantor Sloka Institute<br />
Jalan Noja Ayung No 3 Gatsu Timur Denpasar</p>
<p>Cara Daftarnya?<br />
1.    Kelas menulis terbuka untuk siapa saja yang tertarik mengikuti dan lolos seleksi. Tidak dipungut bayaran.<br />
2.    Calon peserta mengirimkan tulisan sepanjang sekitar 300 kata tentang alasan tertarik mengikuti pelatihan serta apa rencananya untuk mengembangkan jurnalisme warga.<br />
3.    Pendaftaran akan ditutup pada 29 Mei 2010 pukul 20.00 WITA.</p>
<p>Pemateri:<br />
1. M. Ridwan (Wartawan Radar Bali)<br />
2. Ni Komang Erviani (Redaktur Dewata Post)<br />
3. Eka Dirgantara (Anggota Bali Blogger Community)</p>
<p>Fasilitator:<br />
Anton Muhajir dan Luh De Suriyani (Wartawan Freelance dan Pengelola Bale Bengong)</p>
<p>Informasi dan Pendaftaran<br />
Agus Sumberdana – Sloka Institute<br />
Jl Noja Ayung No 3 Gatsu Timur Denpasar<br />
Telp. 0361 – 7989495 (luhde), HP: 08113855430 (Gus Tulank), 08179701808 (intan)<br />
Email info@sloka.or.id, agus@sloka.or.id<br />
Website: www.sloka.or.id, www.balebengong.net</p>
<p>Untuk pendaftaran, silakan unduh form pendaftaran kelas menulis III ini atau klik http://www.sloka.or.id</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lodegen.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lodegen.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lodegen.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lodegen.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lodegen.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lodegen.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lodegen.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lodegen.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lodegen.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lodegen.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lodegen.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lodegen.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lodegen.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lodegen.wordpress.com/392/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lodegen.wordpress.com&amp;blog=1773968&amp;post=392&amp;subd=lodegen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lodegen.wordpress.com/2010/05/02/gunakan-kekuatan-tanganmu-angkatan-iii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d73e7677c0e0e3fe5145a6f9086e8205?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lodegen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lodegen.files.wordpress.com/2010/05/img_1238.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMG_1238</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Setelah Ada UU KIP, Apakah Jadi Terbuka?</title>
		<link>http://lodegen.wordpress.com/2010/05/01/setelah-ada-uu-kip-apakah-jadi-terbuka/</link>
		<comments>http://lodegen.wordpress.com/2010/05/01/setelah-ada-uu-kip-apakah-jadi-terbuka/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 May 2010 07:34:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lodegen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[Keterbukaan Informasi Publik]]></category>
		<category><![CDATA[sloka institute]]></category>
		<category><![CDATA[UU KIP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lodegen.wordpress.com/?p=390</guid>
		<description><![CDATA[Apa dan Bagaimana? Mulai Mei 2010 tiap Badan publik harus sudah siap memenuhi informasi publik sesuai UU No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).  Inilah hasil diskusi SLoka Institute dengan teman-teman LSM dan media di Bali hampir setahun lalu. Apa itu Informasi Publik? adalah informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim, dan/atau diterima oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lodegen.wordpress.com&amp;blog=1773968&amp;post=390&amp;subd=lodegen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa dan Bagaimana? Mulai Mei 2010 tiap Badan publik harus sudah siap memenuhi informasi publik sesuai UU No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).  Inilah hasil diskusi SLoka Institute dengan teman-teman LSM dan media di Bali hampir setahun lalu.</p>
<p>Apa itu Informasi Publik? adalah informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim, dan/atau diterima oleh suatu badan publik yang berkaitan dengan penyelenggara dan penyelenggaraan negara dan/atau penyelenggara dan penyelenggaraan badan publik lainnya yang sesuai dengan Undang-Undang ini serta informasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik.  Siapa Badan Publik? <span id="more-390"></span></p>
<p>Badan Publik adalah lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, dan badan lain yang fungsi dan tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan negara, yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, atau organisasi non pemerintah sepanjang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, sumbangan masyarakat, dan/atau luar negeri.</p>
<p>Tokoh utamanya di antaranya jurnalis sebagai pengguna dan mereproduksi informasi publik, badan publik: lembaga pemerintah, parpol, BUMN, LSM, dan lainnya, serta publik atau masyarakat sendiri.</p>
<p>Eh, ada Komisi Informasi. Adalah lembaga mandiri yang berfungsi menjalankan Undang-undang ini dan peraturan pelaksanaannya, menetapkan petunjuk teknis standar layanan informasi publik dan menyelesaikan sengketa informasi publik melalui mediasi dan/atau ajudikasi non litigasi Secara teknis, apa yang baru?</p>
<p>UU ini menjamin hak warga negara untuk mengetahui rencana pembuatan kebijakan publik, program kebijakan publik, dan proses pengambilan keputusan publik, serta alasan pengambilan suatu keputusan publik pemohon Informasi Publik berhak mengajukan permintaan Informasi Publik disertai alasan permintaan tersebut.<br />
setiap Pemohon Informasi Publik berhak mengajukan gugatan ke pengadilan apabila dalam memperoleh Informasi Publik mendapat hambatan atau kegagalan sesuai dengan ketentuan UU ini.<br />
Informasi yang diumumkan, a. informasi yang berkaitan dengan Badan Publik; b. informasi mengenai kegiatan dan kinerja Badan Publik terkait; c. informasi mengenai laporan keuangan; dan/atau d. informasi lain yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.</p>
<p>Kategorisasi Informasi, misalnya informasi yang wajib diumumkan dan serta merta<br />
Informasi yang wajib tersedia setiap saat, dan informasi yang dikecualikan.</p>
<p>Siapa Komisi Informasi (KI) di Bali? Tugasnya membuat klasifikasi jenis informasi publik<br />
menengahi sengketa antara badan publik dengan masyarakat.Komisi Informasi ini bermarkas di tingkat pusat serta provinsi. Jika diperlukan, komisi ini juga bisa dibentuk di tingkat kota/kabupaten. Komisi tingkat pusat terdiri dari 7 komisioner dan tingkat daerah diisi oleh 5 orang.</p>
<p>Siapa Komisi Informasi di Bali? Siapa tim seleksinya? bagaimana mekanisme seleksi? rekomendasi?</p>
<p>Oke, pekerjaan rumahnya saat ini adalah mendorong pejabat publik mengimplementasikan UU ini, mengadvokasi warga untuk aktif mendapatkan informasi publik, memastikan sistem standar layanan informasi, menetapkan pejabat pengelola informasi/humas, dan sistem klasifikasi informasi.</p>
<p>Juga mendorong aktivis-aktivis sosial kemasyarakatan Bali untuk mengikuti seleksi Komisi Informasi dan mengawasi proses perekrutannya. Mempelopori penggunaan hak mengakses informasi, menjadikan proses mendapatkan informasi oleh warga sebagai berita, melakukan monitoring akses pelayanan informasi di badan publik, mengawal peraturan turunan yang menjadi amanat UU, dan uji implementasi UU KIP.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lodegen.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lodegen.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lodegen.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lodegen.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/lodegen.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/lodegen.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/lodegen.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/lodegen.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lodegen.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lodegen.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lodegen.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lodegen.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lodegen.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lodegen.wordpress.com/390/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lodegen.wordpress.com&amp;blog=1773968&amp;post=390&amp;subd=lodegen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lodegen.wordpress.com/2010/05/01/setelah-ada-uu-kip-apakah-jadi-terbuka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d73e7677c0e0e3fe5145a6f9086e8205?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lodegen</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
