kamarkecil

Rumah Remaja Punya Siapa?

Posted on: Oktober 10, 2007

Oleh Luh De Suriyani
Kita Sayang Remaja (Kisara), sebuah bentukan komunitas remaja dari Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Bali, saat ini tengah merencanakan membuat rumah remaja. Sesuai project, rumah ini diistilahkan sebagai pusat remaja terpadu.
Nah, pada diskusi perencanaan pada Senin (10/9) lalu, diperdebatkan soal rumah remaja ini untuk siapa? Remaja baik-baik atau remaja nakal? Istilah remaja baik-baik dan nakal disini hanya untuk memudahkan penulisan bukan konteks sebenarnya.
Hehe.. Bahan debatnya memang klise, tapi isu ini mengembangkan bahan diskusi soal aspek sosial kebutuhan remaja plus terminologi ideologi remaja. Wah…wah.. Diskusinya menarik karena yang urun rembug sejumlah orang yang punya kerangka berpikir berbeda-beda. Misalnya Wayan Suardana alias Gendo, aktivis yang juga mahasiswa “abadi” di Universitas Udayana, dan Retno, psikiater Klinik Remaja di Rumah Sakit Sanglah. Selain itu ada sekelompok siswa SMA dari beberapa sekolah di Denpasar.
Gendo melihat rumah remaja adalah tempat yang memberikan peluang bagi penciptaan gagasan liar yang kritis. Jika wadah ini diberikan hanya pada remaja yang “baik-baik”, kemungkinannya malah menjadi infiltrasi kekuasaan. Menurut mahasiswa ekstensi Fakultas Hukum Unud ini rumah remaja juga mampu melakukan advokasi pada kasus-kasus kekerasan pada remaja seperti siswa yang dikeluarkan dari sekolah karena hamil atau korban penyalahguna narkoba.
Advokasi, menurut Gendo, juga tidak hanya melakukan komunikasi media tapi melalui jalur litigasi, birokrasi dan politik, serta mobilisasi masyarakat. “Hak remaja direbut dengan memperjuangkannya,” kata Gendo yang mahir berorasi ini.
Sementara Wayan Suwarna, koordinator Kisara yang mahasiswa Fakultas Kedokteran Unud ini khawatir jika jangkauan rumah remaja juga “anak-anak nakal”, takutnya malah mempengaruhi anak “baik-baik”. Lain lagi kata Retno, psikiater yang mengharapkan remaja menjaga budaya timur. Pernyataan ini langsung disergah Gendo, “Budaya timur kita itu korupsi, lho?”
Sementara Vivin, siswa SMAN 2 Denpasar ini bergharap rumah remaja nanti nggak bertempat di kantor pemerintahan. “Kita jadi takut nongkrong,” ujarnya. Kisara akan membuat strategic plan pada 16 September nanti untuk membuat konsep ideal rumah remaja terpadu yang didanai The Indonesian International Education Foundation (IIEF) ini. Pada saat itu, pondasi rumah remaja ini digodok di atas hamparan pasir putih Pantai Sindhu, Sanur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

slide

Oktober 2007
S S R K J S M
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

RSS Bale Bengong

  • Simakrama Polda Bali Pojokkan Gerakan Tolak Reklamasi
    Polda Bali menggelar simakrama bersama warga.  Pertemuan di ruangan Kemala Hikmah Markas Polda Bali Jl WR Supratman Denpasar itu dihadiri 63 lembaga beserta individu pada Rabu kemarin. Hadir juga desa adat anggota Pasubayan Desa Adat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa. Sepanjang berlangsungnya pertemuan tersebut, tampak jelas ada upaya moderator untuk memojokk […]
  • Scared Of Bums, 380 KM untuk Konser Dua Kota
    Sekitar 2005 silam, Negara adalah kota langganan Scared Of Bums di luar Denpasar. Dalam setahun bisa tiga sampai empat kali Scared Of Bums (SoB) konser di ibu kota Kabupaten Jembrana. Saat itu komunitas band indie di Negara masih sangat solid dan diperhitungkan. Muzz, manajer Scared Of Bums kala itu, berasal dari Negara. Eka Rock, gitaris Superman Is... The […]
  • Atribut Tolak Reklamasi dan Perlawanan Sehari-hari
    Pemandangan sama selalu muncul setiap saya bertemu Pak Putu Semiada. Seperti beberapa hari lalu di sebuah acara konser. Atribut tolak reklamasi kembali nampak mendominasi penampilan lelaki murah senyum ini. Dia mengenakan baju kaos tolak reklamasi Teluk Benoa. Topi bersimbol tangan kiri mengepal. Jika kita bertemu Pak Putu saat aksi tolak reklamasi, maka kit […]
  • KAMMI Badung Pilih Deri Resa sebagai Ketua
    KAMMI Daerah Badung mengukuhkan ketua baru.  Deri Resa terpilih sebagai Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Badung dalam Musyawah Daerah (Musda) pertama yang diselenggarakan di  Gedung Garuda Bilingual School Jimbaran, Minggu (28/8). Musda pertama KAMMI Daerah Badung ini bertujuan untuk membentuk susunan kabinet pengurus KAMMI Badun […]
  • Duduki Gedung Dewan Suarakan Penolakan
    Gedung DPRD Bali lumpuh selama tiga jam.  Lebih dari 15 ribu warga adat menguasai kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali, Kamis sore lalu. Puluhan peserta aksi berpakaian adat bahkan memanjat atap depan gedung tiga lantai tersebut memasang bender tolak reklamasi. Mereka memasang puluhan bendera dalam aneka ukuran dengan tulisan sama, “Tolak Reklam […]

Blog Stats

  • 115,194 hits
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

%d blogger menyukai ini: