kamarkecil

Petualangan Ksatria Semut Hitam

Posted on: Oktober 28, 2007

Dua hari ini, anakn-anak NakNik mulai ngumpul lagi. Setelah sekian lama diem-dieman, mereka sepakat berdamai di rumah kami. Maka, latihan teater yang sempat tertunda kini dimulai lagi. Rencananya NakNik Community akan tampil di wantilan DPRD Bali untuk dukung para mantan junkie yang menolak diskriminasi.

Oya, ini naskah Teater Nak Nik Community: PETUALANGAN KESATRIA SEMUT HITAM. Manajer aku sendiri, dan sutradara Pakne Bani.

Narator: Nak Nik Community dengan bangga mempersembahkan.. Cerita tentang betapa enaknya hidup bertetangga dengan saling membantu, saling menghargai, dan saling membantu lagi. Inilah ceritanya… [musik]

Narator: Di sebuah kerajaan bernama Subak Dalem, tinggallah jutaan umat semut yang hidup berbahagia. [anak-anak masuk panggung satu per satu dengan kegiatan masing-masing]

Panggung: Anak-anak sedang beraktivitas aneka rupa. Semua bergembira. Ada yang sibuk berbicara dengan temannya, ada yang menyopir, ada ngangkut beras, ada yang ngisi bensin, ada yang mengetik, ada yang main kejar-kejaran. [ketika semua sudah masuk, anak-anak mengambil posisi menghadap penonton]

Semua anak: Hallo, kami semua warga Kerajaan Subak Dalem. Apa kabar? [lalu kembali pada kegiatan masing-masing]

Narator: Kerajaan Subak Dalem dipimpin ratunya yang bahenol dan konyol bernama Ratu Agustina.

Panggung: Ratu semut masuk disambut semua semut yang membungkukkan badan untuk menghormatinya.
Ratu semut: Wahai rakyatku mari terus bekerja keras demi masa depan kita semua. Agar
kita semua cukup makan. Ingat, weteng wareg gumi ajeg.

Semua anak: baik sang ratu..

Narator: Kerajaan Subak Dalem aman damai sentosa. Rakyatnya makan berkecukupan meski harus bekerja hingga malam hari, meski harus utang sesekali. Namun ketenangan mereka berganti ketika hujan datang..

Panggung: semut berlarian karena hujan. Wajahnya senang semua sambil beteriak senang karena hujan.

Narator: hujan itu datang berhari-hari tiada henti. Karena sungainya penuh sampah, maka air pun melimpah ke rumah-rumah. Kerajaan Subak Dalem kebanjiran.

Panggung: semut seperti tenggelam dengan tangan berenang.

Narator: Persediaan makan mereka pun hilang dan tidak bisa dimakan. [semut kini berjalan sambil memegang perut]. Karena kondisi kerajaan yang makin menyedihkan dan kelaparan di mana-mana, ratu pun memanggil dua ksatria semut hitam. Ksatria berambut hitam bernama Rismon dan ksatria berkulit hitam bernama Jemon. [semua semut pergi, tinggal ratu dan dua ksatria semut. Ratu duduk di kursi, Resmon dan Jemon duduk di tanah]

Rismon dan Jemon: Baginda Agustina, ada apa gerangan baginda memanggil kami?

Ratu: Rismon dan Jemon ksatria semut hitam, kerajaan kita sedang kena bencana. Rakyat kita kelaparan karena kurang makan. Apa yang seharusnya kita lakukan?

Jemon: kita curi saja makanan kerajaan tetangga, baginda.

Ratu: Wah, itu ide baik.

Rismon: Maaf baginda. Itu tidak benar. Mencuri itu tidak baik. Kita bisa kena karma.

Ratu: Lalu, apa yang harus kita lakukan?

Jemon: Kita puasa saja selamanya, Baginda. Kalau mati kan kita masuk surga.

Ratu: Wah itu bagus.

Rismon: Jangan baginda. Itu sama saja dengan mati konyol. Lebih baik kita cari saja makanan di tempat lain. Saya dengar ada gula-gula di pantai Semawang Sanur. Wah, di sana banyak sekali gula-gula.

Ratu: Waaah, itu baru cerdas. Kalau begitu aku perintahkan kalian berdua untuk mecari gula-gula di Pantai Semawang sekarang juga.

Rismon dan Jemon: Baik, Baginda. Mohon doa restunya.

Ratu: Baiklah. Aku restui kalian untuk mencari gula-gula. Aku beri kalian sangu secukupnya, kalau kurang nanti aku kirim lagi uangnya lewat SMS.

Jemon dan Rismon: Matur suksma, Baginda. Tiang mepamit malu..

Narator: Perjalanan dua ksatria semut hitam pun segera dimulai. Bagaimana perjalanan mereka, kita saksikan setelah iklan berikut ini.

IKLAN
Wayan atau Vidya menyanyi

Narator: Dua ksatria semut hitam berboncengan naik ojek menuju Pantai Semawang. Mereka bersumpah akan membawa gula-gula ke Kerajaan Subak Dalem demi rakyat agar tidak kelaparan. Tapi perjalanan mereka tidak mudah. Mereka harus naik bukit, menyeberang sungai, hingga mengarungi Padang Galak, eh, padang pasir.. [dua ksatria berboncengan keliling panggung]

Narator: Dua ksatria bisa melewati semua rintangan. Namun cobaan paling berat datang ketika mereka melewati Pasar Satria. Sebab di sana ada penunggunya, nenek sihir bernama Tata Lampir.

Panggung: Nenek sihir masuk. Resmon dan Jemon lari ketakutan.

Nenek sihir: Hi.hi.hi.hi.. Siapa kalian makhluk hitam yang melewati pasar ini? Jangan ganggu ketenangan kami.

Resmon: Maaf, nenek sihir. Kami hanya bermaksud lewat. Kami harus mencari gula-gula untuk kerajaan kami. Mohon izinkan kami untuk lewat.

Nenek sihir: Tidak boleh! Enak saja lewat seenak udelmu. Kalian boleh lewat asal kalian bayar karcis.

Jemon: Yee, memangnya ini nenek sihir apa tukang parkir? Kami tidak punya uang untuk bayar karcis, nenek sihir.

Nenek sihir: [berteriak marah] Terserah!!. Pokoknya kalian boleh lewat kalau bayar. Hihihi..

Panggung: Jemon dan Resmon bisik-bisik. Lalu mereka bayar uang pada nenek sihir. Nenek sihir memberikan karcis.

Nenek sihir: Ya, sekarang kalian boleh lewat.

Jemon dan Resmon: Dada.. [lalu meneruskan perjalanan dan keluar panggung]

Nenek sihir: Hi.hi.hi, akhirnya aku dapat uang. [dia melihat uang itu untuk memeriksa. Dia kaget]. Kurang ajar! Ternyata uangnya palsu. Awas kalian berdua. Aku aku cari lagi sampai mati..
1`
Narator: Bagaimana nenek sihir mengejar dua ksatria, kita saksikan setelah iklann-iklan berikut ini.

IKLAN
William goyang ngebor!

Narator: Perjalanan dua kstria mencari gula-gula terus berlanjut. Mereka terus mencari ke mana-mana, namun pantai Semawang tidak juga mereka temukan. Dalam putus asa, mereka diam. [dua-duanya duduk di tanah]

Jemon: Aduh, kok kita tidak juga sampai ya.

Rismon: Sabar Jemon. Rasanya kita sudah hampir sampai.

Panggung: Gula-gula masuk berlari pelan-pelan melewati Jemon dan Resmon.

Jemon: Resmon, ada tiga tuyul berjalan-jalan

Resmon: Bukan, Jemon. Mereka sepertinya makanan yang kita cari. Ayo kita dekati mereka.

Resmon: Hai, kalian gula-gula kan?

Gula-gula: [menjawab barengan] Iyaaa..

Jemon dan Resmon: [berteriak kegirangan] Horeeee, kita sudah sampai. [Jemon goyang-goyang saking senangnya]

Resmon: Baiklah, Gula-gula. Kami ke sini untuk membawa kalian ke negara kami.

Gula-gula: [berteriak barengan] Tidak mauuuuu…

Panggung: Jemon dan Resmon berlari mengejar gula-gula. Mereka berkejaran pelan-pelan hingga Gula-gula tertangkap. Mereka pun melanjutkan perjalanan kembali ke kerajaan Subak Dalem.

Jemon: [menelpon ratu] Halo, dengan Ratu.

Suara di seberang: Betul. Ini siapa ya?

Jemon: Ini Jemon dan Resmon, Ratu.

Suara di seberang: Jemon dan Resmon siapa ya?

Jemon: Lho, ini ratu Agustina kan?

Suara di seberang: Wah, salah sambung. Ini Ratu Maia dan Mulan. Tapi Mulan sudah keluar..

Jemon: Oooh, maaf ya kalau gitu. Berarti salah sambung.

Narator: Jemon dan Resmon melanjutkan perjalanan. Namun di tengah jalan, mereka diganggu burung gagak yang ngiler melihat gula-gula yang mereka bawa

Panggung: Gagak masuk. Terbang keliling panggung lalu menghadang jalannya Jemon dan Resmon bersama gula-gula.

Gagak: Ha.ha.ha. Berikan gula-gula itu padaku. Sebab aku juga kelaparan. Kalau tidak maka aku laporkan kalian ke pecalang agar ditangkap.

Jemon: Enak aja! Kami sudah bekerja keras, sekarang tiba-tiba kamu mau minta gula-gula kami.

Resmon: Ya, betul. Kalau mau makan dan hidup enak, kamu harus kerja keras. Jangan hanya iri dengan punya orang lain.

Gagak: Ah, aku tidak butuh nasehat kalian. Aku butuh gula-gula itu.

Jemon: Tidak boleh!

Resmon: Kalau gitu silakan rebut gula-gula ini dari kami.

Panggung: Gagak di depan menghadapi Jemon dan Resmon yang menjaga gula-gula. Gagak berusaha merebut gula-gula. Mainnya kayak Gowak Maling Taluh. Setelah capek, mereka berhenti.

Gagak: Aduh, aku capek. Kalau begitu aku biarkan kalian pergi. Tapi, awas aku akan kembali mencari kalian..

Panggung: Gagak pergi. Gula-gula melanjutkan jalan keliling panggung menuju kerajaan Subak Dalem.

Narator: Jemon dan Resmon melanjutkan perjalanan. Mereka melewati kembali aral melintang di depan. Hingga sampailah mereka di kerajaan Subak Dalem. Namun ketika mereka baru mau masuk kerajaan, tiba-tiba, datanglah tata lampir dan gagak.

Nenek sihir: Hi.hi.hi. kita ketemu kembali. Karena kalian sudah menipuku dengan memberi uang palsu, maka aku kembali padamu. Kini waktunya balas dendam.

Gagak: Ha.ha.ha. Betul, kalian kemarin sudah mengalahkan kami. Maka, kini kami bersatu untuk menghadapi kalian.

Gagak dan nenek sihir: Ya, kami sekarang berkoalisi.

Jemon: Gagak dan nenek sihir, kalian jangan rakus. Kami sudah berjuang keras untuk mencari gula-gula ini, kenapa kalian mau merebut seenak hati.

Rismon: Kalau mau merebut, silakan langkahi mayat kami.

Nenek sihir: Tidak, kami sudah capek berperang. Kita hompimpa saja.

Rismon: Baiklah..

Panggung: Mereka pun suit berkali-kali. Tapi gagak dan nenek sihir kalah terus.

Jemon: Gagak dan nenek jelek, sadarlah bahwa kalian sudah kalah. Maka biarkan kami lewat untuk memberikan gula-gula ini pada raja kami.

Gagak: [menangis] baiklah dua ksatria semut hitam. Aku mengaku kalah. Kami tidak akan mengganggu kalian lagi. Ampurayang. Tiang pamit malu.

Jemon: Ya, silakan pergi. Kalian memang tidak punya malu.

Panggung: Gagak dan nenek sihir hendak pergi. Tapi pas baru jalan dua langkah, Rismon berteriak..

Rismon: Tunggu, Gagak dan Nenek sihir. Karena kalian juga berhak makan, kami akan memberikan satu gula-gula ini pada kalian. [Rismon memberikan satu gula-gula pada gagak dan nenek sihir]

Nenek sihir: Oh, Ksatria. Kalian baik sekali.. Kalau boleh aku ingin bertemu dengan ratu kalian untuk mengucapkan terima kasih.

Rismon: Boleh saja. Asal kalian bayar karcis masuk. [semuanya melanjutkan perjalanan ke istana ratu.]

Narator: Akhirnya, sampailah dua ksatria di istana ratu.

Ratu: Ksatria Semut Hitam, aku sungguh bangga dengan kalian. Terima kasih sudah berjuang keras mendapatkan gula-gula ini. Kalau gitu, kita akan segera berpesta.

Panggung: semua akhirnya berpesta pora.

Narator: cerita pun selesai.. [END]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

slide

Oktober 2007
S S R K J S M
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

RSS Bale Bengong

  • Merayakan Perpisahan Dua Monyet Kecil Secara Paripurna.
    Kicau burung hari ini terdengar begitu meriah, seperti gegap gempita para penonton sepak bola yang sedang merayakan gol ke gawang tim lawan, entah mereka sedang merayakan apa hari ini. Sepertinya mereka sedang berbincang tentang sesuatu yang saya sendiri tak tahu itu apa. Bicara soal burung, fauna yang begitu banyak ragam jenisnya ini, ada sebuah cerita... T […]
  • Pameran Kreatif tentang Pasar dan Kota Denpasar
    Interaksi dan kolaborasi para seniman dan desainer di DenPasar 2017. DenPasar adalah program baru di CushCush Gallery (CCG) yang bertujuan mengangkat kota Denpasar dalam pemetaan pergerakan seni dan desain di Bali. Dibentuk berupa pameran bersama yang akan dilakukan setiap tahun, DenPasar diharapkan dapat mewakili aspirasi-aspirasi generasi kreatif di masa k […]
  • Tahap Awal Pengelolaan Sampah di Tulamben
    Oleh Nyoman Suastika Pada hari Minggu, 21 Mei 2017 Bank Sampah Bersehati Tulamben mulai dibuka untuk pendaftaran nasabah, jumlahnya 40 nasabah. Tahap baru pengelolaan sampah di Dusun Tulamben, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem dimulai. Untuk tahap awal, operasional menabung di bank sampah akan dibuka setiap bulan pada hari Minggu ke-4. Pembukaan bank […]
  • Online To Offline Store Berrybenka Pertama di Bali
    Saat ini, offline selling yang berubah menjadi online selling merupakan hal yang biasa dan cukup terbilang sukses. Namun lain halnya dengan Berrybenka. Setelah sukses dengan penjualan secara online kini Berrybenka mengembangkan gerai offline di beberapa daerah di Indonesia. Sudah hampir 2 tahun Berrybenka fokus membuka gerai offline untuk menunjukkan keseriu […]
  • Dukungan untuk Program Perlindungan Air Tanah di Bali
    The Body Shop® Indonesia bergabung dengan IDEP dalam program perlindungan air tanah di Bali. Kami sangat senang karena IDEP memiliki pendukung perintis baru untuk program Penyelamatan Air Tanah Bali (BWP): The Body Shop® Indonesia. Disamping donasi yang diberikan, Body Shop® akan berkolaborasi bersama dengan IDEP mengembangkan BWP secara jangka panjang untuk […]

Blog Stats

  • 122,758 hits
%d blogger menyukai ini: