kamarkecil

Penulis Lepas untuk Selamanya?

Posted on: November 7, 2007

Akhir-akhir ini saya tiba-tiba ingin punya karir jurnalistik di sebuah media. Maksudnya, ingin mencoba meniti karir lagi, dari reporter seperti dua tahun lalu. Saya ingin punya kuasa  mempublikasikan materi berita. Bukan hanya ditugaskan menulis, lalu entah tulisannya naik cetak atau tayang plus dibumbui oleh editor atau redakturnya.

Tapi, saat ini belum berani karena masih pengen nemenin Bani. Kalau Bani udah bisa diajak ngobrol dan ngasi pertimbangan (mungkin usia 3 tahun-an) boleh deh.

Kalaupun tak terjadi, saya ingin media warga itu terwujud (Namanya: Koran, Jangan Dibaca). Hehe..

3 Tanggapan to "Penulis Lepas untuk Selamanya?"

Jadi pengin punya Koran sendiri?
Atau mau bekerja sebagai jurnalis di suatu Koran?
Mending bikin jurnalistik digital mbak?
Kalau serius dampaknya bisa lebih dahsyat dari media konvensional, baik dalam ekonomi maupun dalam jurnalisme.

salam kenal

wah, lanjut lode perjuanganmu. Saya juga udah jadi penulis lepas. Maksudnya dah lepas dari dunia tulis menulis. hihihihihihi.

BTW, rajin juga blogging. Salam.

sepertinya klo bikin jurnalistik digital praktis,
tapi klo jadi jurnalis koran lebih profit:mrgreen:

salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

slide

November 2007
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

RSS Bale Bengong

  • Saat Ekstrimisme Islam Mendorong Ekstrimisme Hindu
    Ekstrimisme dalam Hindu, mungkinkah?  Saya tertawa puas melihat reaksi ekstrim dari penggemar Nikita Willy ketika mereka tahu artis cantik ini sedang berpacaran dengan seorang laki-laki Hindu Bali. Awalnya seperti para penggemar setia Nikita yang beragama Hindu, saya juga tersinggung. Saya awalnya terluka dengan hinaan dan kata-kata yang menghina dan merenda […]
  • OPSSH IV : Apresiasi untuk Masa Depan
    Keriuhan itu masih ada. Ini semua berkat orang itu. Huh, kehadirannya memang sangat dinanti. Memecah ketegangan para peserta, berkat gayanya yang santai bak anak muda kekinian. Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra, mengadakan kunjungan ke puncak acara Olimpiade Penelitian Siswa Sains dan Humaniora (OPSSH) Trisma IV tahun 2016, Sabtu (30/4). Mengamb […]
  • Menyambut May Day, Perlukah Berdemonstrasi?
    Bagi sebagian buruh terutama yang berada dalam naungan serikat-serikat pekerja, awal bulan Mei adalah hari sakral yang dinanti-nantikan. Seperti kita ketahui pada hari tersebut di beberapa negara belahan dunia para buruh turun ke jalan. Berawal dari peristiwa 1 Mei tahun 1886, di Amerika Serikat sekitar ratusan ribu buruh mogok kerja dan melakukan demonstras […]
  • Mengenal Mahendradatta, Permaisuri Raja Udayana
    Pernah mendengar nama Gunapriya Dharmmapatni?  Jika terdengar asing, maka nama lainnya, Mahendradatta pasti lebih akrab di telinga. Nama permaisuri Raja Udayana itu menjadi nama salah satu jalan di Denpasar. Nama itu menjadi nama salah satu universitas swasta di Bali juga. Bentara Budaya Bali (BBB) bekerja sama dengan Balai Arkeologi Bali menghadirkan pamera […]
  • Protected: THE LAST DRAGONFLY
    There is no excerpt because this is a protected post. The post Protected: THE LAST DRAGONFLY appeared first on BaleBengong.

Blog Stats

  • 111,841 hits
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

%d blogger menyukai ini: