kamarkecil

Baliblogger Community, Mau Kemana?

Posted on: November 13, 2007

Bermula dari menautkan satu demi satu orang di dunia maya. Tak lebih sebulan kemudian, 32 kepala hadir untuk berkomunitas. Anehnya, di dunia maya orang lebih cepat akrab, dan terlibat secara emosional. Hanya butuh sejam untuk menyatukan gagasan itu di Desa Dusun.

Agaknya, kesepakatan dan kepercayaan sudah ditebar di jaringan kawat optik melalui milis atau blog. Nggak perlu lagi harus bertatap muka. Kopdar malah terasa sebagai formalitas.

Nah, kemudian BaliBlogger ini mau kemana? Aku pikir harusnya komunitas harus membuat nyaman anggotanya dulu. Kebutuhan pribadi apa yang perlu dilengkapi oleh teman-teman di komunitasnya, apa yang kita bisa berikan pada teman kita.

Untuk mengadvokasi (kebiasaan pake kata ini, maaf) orang lain itu akan berkembang jika kita merasa kuat.

About these ads

5 Tanggapan to "Baliblogger Community, Mau Kemana?"

yang saya perlu pertama kali duit,pacar,domainbanner BBC

memang di dunia maya itu lebih enak tuk ngomong ga pake sungkan2 or canggung

kemana ya?

seperti air saja, biarkan mengalir

ke sesuatu yang lebih baik….heheh

ketempat dimana semua orang diterima dan boleh berdiri sejajar tanpa kebencian bro… pasti blogger jadi model untuk berakrab – akraban tanpa melihat s.a.r.a..

Sukses Bali blogger..

gak usah dipikirin hendak kemana yang penting berkarya terus …

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

Jepret!

gajah rider

beauty shemale

master massage

master&mister

thai dancer2

budha

condom factory

Odith Sawasdee

Suhu kondom DKT Indonesia di Cabbages&Condoms

Wat Pho

More Photos

slide

November 2007
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

RSS Bale Bengong

  • Dulu Orang Tenganan Tak Boleh Berdagang
    Masuk Desa Tenganan Pegringsingan seperti diajak menikmati Bali tempo dulu. Salah satu desa tua di Bali ini masih menyimpan unsur-unsur kekunaan kuat. Situs tinggalan sejarah, tradisi, sistem kemasyarakatan masih bertahan hingga sekarang. Seiring berjalannya waktu, Desa Tenganan Pegringsingan juga tak lepas dari perubahan. Salah satu perubahannya adalah perk […]
  • Tenganan Pegringsingan dalam Dua Perspektif
    Bentara Budaya Bali kembali menggelar diskusi dan pemutaran film.  Tema kali ini Bioantropologi: Tenganan Pegringsingan Dalam Dua Perspektif. Program seri ketigabelas ini akan diselenggarakan pada Jumat di Jl. Prof. Dr. Ida Bagus Mantra No. 88A, Ketewel, Gianyar pukul 19.00 WITA. Menurut Vanesa Martida, koordinator program Bali Tempo Doeloe, diskusi kali ini […]
  • Sanur untuk Bali Turut Tolak Reklamasi
    Gerakan Bali Tolak Reklamasi tidak hanya diikuti sebagian kalangan. Ini terbukti dari banyaknya masyarakat yang mendukung gerakan ini untuk turun ke jalan. Mereka bergabung parade budaya  menolak pembuatan pulau buatan di Teluk Benoa. Memang dari yang saya perhatikan pendukung gerakan Bali Tolak Reklamasi kebanyakan dari Outsider & Lady Rose yang merupak […]
  • Ogoh-Ogoh: Spiritualitas, Kreativitas, dan Komoditas
    Tidak ada Nyepi tanpa Ogoh-ogoh di Bali.  Begitu pada Jumat pekan lalu, sehari menjelang Nyepi. Seluruh penjuru Bali diwarnai ogoh-ogoh. Patung dengan aneka wujud ini diarak di berbagai perempatan. Namun, ogoh-ogoh sebenarnya tradisi baru di Bali. “Ogoh-ogoh itu tidak diatur dalam ajaran Hindu. Tidak ada di dalam Kitab Weda. Jadi bisa disebut itu hanyalah tr […]
  • Setengah Abad Kenikmatan Belayag Mek Sambru
    Mek Sambru baru menata meja. Namun, lima pembeli sudah antre.  Pukul 3 sore Wita. Mek Sambru baru saja tiba di emperan toko. Lokasi warungnya di Jalan Gajah Mada, Kota Amlapura, Karangasem. Wajahnya masih segar, tanda usai mandi. Bedak putih dan gincu dipulas di wajah dan bibirnya yang keriput. “Nama asli saya Made Resti, nama jeleknya Sambru,”...

Blog Stats

  • 98,927 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: