kamarkecil

Berjudi Kondom

Posted on: Desember 2, 2007

Luh De Suriyani

Sudah lebih dari dua kali Ibu Jero, 36 tahun, melakukan testimoni di kantor DPRD Bali dan kantor gubernur. Terakhir, saya melihatnya kembali diundang untuk testimoni di Kantor Gubernur Bali akhir Oktober lalu. Perempuan dengan HIV/AIDS (Odha) itu masih saja menanyakan hal yang sama. Kenapa saya harus kena HIV? Adakah perempuan lain yang juga kena?

Ibu Jero adalah petugas pengangkut sampah di daerah Denpasar Timur. Setiap kali diundang testimoni ia tidak bisa menceritakan secara langsung bagaimana ia hidup dengan HIV selama beberapa tahun ini. Dengan Bahasa Bali, Jero hanya bisa menjawab paling banyak dua kata setiap kali pertanyaan dilontarkan padanya untuk membuat dia bicara.

Sangat beralasan kenapa Bu Jero selalu linglung jika ditanya asal muasal virus HIV yang kini dalam tubuhnya. “Kenapa harus saya yang kini menjelaskan, padahal saya tidak tahu apa-apa. Tanya suami saya yang sudah meninggal,” tukas perempuan yang kelihatan lebih tua dibanding usianya itu.

Bukan perkara Bu Jero tidak bisa membaca dan menulis yang membuatnya sulit menjawab pertanyaan dasar ketika testimoni di depan pejabat legislatif di Bali itu. Tapi ia masih tak bisa memahami kenapa suaminya memberikannya warisan virus pelumpuh kekebalan tubuh. “Saya sudah berkali-kali memaafkan dia setiap kali datang dari kompleks (lokasi prostitusi). Kenapa sih masih ngasi saya penyakit?” umpatnya dalam Bahasa Bali.

Ketika mendengar seorang narasumber menyebut kata kondom, ia kembali berujar, “Laki-laki bodoh, tidak tahu kondom.” Bu Jero mengakui kebiasaan suaminya membeli seks sulit diredam. Namun ia menyesal karena kepasrahannya itu kini berbuah HIV yang ditulari suaminya.

Testimonial Bu Jero yang didengarnya lebih dari sekali ini lah yang membuat Kesuma Kelakan, Wakil Gubernur Bali, menghadapi umpatan oposisinya akhir-akhir ini. Pasalnya Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali ini tengah berjudi dengan keputusannya untuk membuat program percontohan supervisi ketat di daerah prostitusi.

“Saya kini bersiap menggadaikan jabatan karena polemik usulan program supervisi ketat ini,” ungkap Kelakan. Inti program ini adalah memberikan pengawasan kesehatan bagi pekerja seks dan pelanggannya untuk memutus rantai penularan HIV. “Kalian mau nggak di daerah sini ada klinik kesehatan biar terhindar dari penyakit?” tanya Kelakan pada sejumlah perempuan pekerja seks di lokasi prostitusi Padanggalak, Denpasar, pada 30 November lalu.

Selain itu, supervisi ketat ini mewajibkan penggunaan kondom untuk setiap hubungan seks berisiko tinggi terinfeksi HIV. Klinik kesehatan itu adalah salah satu alat untuk menilai apakah program wajib kondom ini berjalan atau tidak. Salah satu indikatornya adalah kasus infeksi menular seksual (IMS) atau infeksi HIV.

Usulan ini menjadi polemik besar di luar isu kesehatan ketika sebuah media lokal Bali menterjemahkan program supervisi ketat dengan membuat lokalisasi. Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat yang merasa di Bali tak ada lokalisasi pun semburat. Hingga akhirnya oleh payung partai politiknya, Kelakan diultimatum untuk bersiap mundur dari jabatannya.

Kelakan sampai peringatan Hari AIDS Internasional, 1 Desember lalu masih kukuh untuk menciptakan sistem kontrol kesehatan dalam lokasi transaksi seks. “Penularan HIV ke masayarakat luas makin tak terkendali. Saya akan berdosa jika terus membiarkannya,” ujarnya pada tiap kesempatan menjelaskan prihal ini di depan masyarakat.

Pada 30 November itu ia mengambil kepemimpinan untuk mengkampanyekan penggunaan kondom bagi pekerja seks dan pelanggannya. Di sejumlah lokasi prostitusi ia membagi kondom berikut brosur informasi sembari menyelidiki tingkat penggunaan kondom. Sesekali ia terlihat menyelinap ngobrol dengan pemilik lokasi transaksi seks itu.

Ia bertanya berapa iuran yang harus dibayar pada desa dan sejumlah pihak lainnya. Kelakan makin mantap dengan keyakinannya bahwa bisnis seks sudah berakar dan secara tidak resmi diakui desa dengan mengumpulkan iuran pada pekerja seks dan pemiliknya.

Ikhwal kengototan Kelakan kampanye penggunaan kondom pada kelompok risiko tinggi terpapar HIV ini adalah hitung-hitungan data dari ahli epidemologi Prof. Dr. DN Wirawan yang juga pendiri Yayasan Kerti Praja. Hasilnya, setiap tahun ada 840 pelanggan seks yang berisiko terinfeksi HIV di Bali. Kelakan merinding, membayangkan berapa istri atau pasangan para pelanggan seks itu yang bisa tertular melalui hubungan seksual. Belum lagi anak-anak yang kemungkinan dapat terinfeksi juga.

Prof. Wirawan menyatakan hitungannya ini masih konservatif, karena ukurannya minimal. Misalnya, ia menghitung tiap pekerja seks hanya melayani seorang pelanggan per hari dikali jumlah kerja 250 hari per tahun, kali perkiraan jumlah pekerja seks 3000 orang. Dikalikan lagi 14% (jumlah pekerja seks yang terinfeksi HIV), 0,8% jumlah pelanggan yang tidak pakai kondom, dan kali 1% kemungkinan penularan HIV secara seksual. Hasilnya, 840 orang pelanggan diperkirakan terinfeksi HIV per tahun di Bali.

Hasil ini dikuatkan dengan kasus HIV dan AIDS di Bali yang terdata. Kasus penularan dari hubungan seks heteroseksual adalah yang terbanyak. Sejak pertengahan tahun 2007, kasus HIV dari heteroseksual meningkat terus sampai 60% pada akhir 2007. Padahal sebelumnya penularan melalui penggunaan narkoba suntik selalu mendominasi.

Data dan analisa kasus HIV dan AIDS inilah yang menjadi amunisi Kelakan dan KPA Bali ketika menghadapi pertanyaan, kenapa tahun ini KPA gencar melakukan kampanye penggunaan kondom. Kita tidak ingin kembali bertanya pada Bu Jero kenapa ia bisa tertular HIV kan? Bu Jero yang kini beradu hidup mati melawan HIV yang makin ganas melumpuhkan tentara pertahanan tubuhnya. Perempuan sederhana ini tak akan selinglung ini jika suaminya tahu mencegah penularan penyakit dari kegemarannya memacu birahi. “Untungnya, anak saya tidak dapat warisan HIV juga. Coba kalau kena juga, aduh,” Bu Jero menggeram.

Iklan

3 Tanggapan to "Berjudi Kondom"

Media memang kerap jadi sumber masalah baru. Karena itu dalam kampanye kondom perlu leadership dari masyarakat sendiri misal kaya mr. kondom di thailand itu.

bisa gak KPA memotivasi munculnya ikon-ikon seperti itu?????

1. untuk pemerintah saya hanya ingin menyampaikan sebagai wanita dan calon ibu dari penerus bangsa nantinya (walau saya blm menikah saat ini) mengapa ATM kondom yg ingin di buat itu sampai sekarang tdk terrealisasi?
ini bukan utk menambah hal prostitusi menjadi semarak, tetapi ini untuk menjadi salah satu cara supaya meminimalisasikan ibu2 jero lainnya, saya tau ini menjadi kontroversi dinegara kita dengan latar belakang timur yg kita punya, tetapi manusia timur saat ini hanya memakai kata timur itu sebagai topeng belaka,dan perlu kita ingat bahwa negara kita telah menjadi negara globalisasi, sehingga kita tdk mungkin membatasi dampak dari hal tersebut, kec membentengi diri kita sendiri,saya juga setuju bila ada sex education disekolah2, ini juga untuk memberika pengertian kepada para pelajar mengetahui apa arti sex sebenarnya, yg bukan hanya mereka tau enaknya saja.
2.saya sangat bersimpati dengan ibu jero yg sebenarnya menjadi korban akibat suami yg sering “jajan”, tetapi itu sudah menjadi takdir ibu jero sebagai ODHA saat ini,yg saya harapkan ibu jero jangan patah semangat, ibu jero tidak sendiri saat ini, banyak orang2 yg bernasib sama dengan ibu, dan jangan berkecil hati, ibu bukanlah objek yg bisa menularkan kembali bila bersentuhan, yakinlah bu, ibu tidak akan sendiri, bila ibu dikucilkan, anggap aja itu adalah cambuk buat ibu untuk maju, ingatlah bahwa dunia tidak kiamat saat ini, ibu dapat melakukan yg terbaik untuk ibu, dan keluarga, dan ibu harus menunjukkan bahwa ibu bisa lebih baik dari mereka yg sehat,ok bu…jangan patah semangat ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

slide

Desember 2007
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

RSS Bale Bengong

  • Transisi King Of Panda di “Desember”
    Transisi “Desember” King of Panda pada Desember ini. Transisi, itulah yang dialami King Of Panda band pop-punk asal Bali. Semenjak album Me Vs Space Army (2010) dirilis dan membuat King Of Panda menyabet penghargaan sebagai Band Pendatang Baru Terbaik (ICEMA Award 2010).  King Of Panda akhirnya memperkenalkan single baru yaitu Desember. King […] The post Tra […]
  • Leak Sanur dan Mike Marjinal Bersih Pantai
    Solidaritas komunitas di Bali dan Mike Marjinal dari bersih pantai dan konser himpun donasi kemanusiaan bagi pengungsi  erupsi Gunung Agung. Bertempat di Pantai Karang – Sanur,  Kamis sore, 14 Desember 2017 Komunitas Cank Nak Bali Nolak Reklamasi – Leak Sanur melakukan kegiatan beach cleanup, membersihkan pantai dari sampah-sampah terutama sampah […] The pos […]
  • Uniknya Pura di Nusa Penida Berbentuk Candi Jawa
    Arsitektur masa lalu merupakan hasil karya mutakhir pada masanya. Begitu pula dengan bangunan Pura Prajepati di Batununggul, Nusa Penida, Klungkung. Uniknya, pura ini tidak biasa pada umumnya lebih besar menjulang tinggi berbentuk candi ala Jawa. Pura itu terletak samping pojok utara Lapangan umum Sampalan, Desa Pakraman Dalem Setra Batununggul. Keunikan […] […]
  • Mt Agung awakening: an environmental stress relief
    The threat of a Mt Agung volcano eruption in Bali has made the headlines worldwide, creating a sense of fear leading to trip cancellations. Better say it first, it is relatively safe to visit Bali. If an eruption would happen, only a small part of the island would be impacted […] The post Mt Agung awakening: an environmental stress relief appeared first on B […]
  • Kampanye Anti Kekerasan Lewat Enam Belas Film Festival
    Film menjadi salah satu media kampanye antikekerasan. Enam Belas Film Festival Bali yang diselenggarakan YLBHI-LBH Bali bekerja sama dengan Enam Belas Film Festival telah diselenggarakan selama satu minggu di Denpasar dan Badung. Festival ini dibuka pada Sabtu, 2 Desember 2017 lalu oleh Direktur YLBHI-LBH Bali, Dewa Putu Adnyana, S.H., bertempat […] The post […]

Blog Stats

  • 128,237 hits
%d blogger menyukai ini: