kamarkecil

Pengalaman pertama dengan Who Wants To Be a Superhero?

Posted on: Januari 2, 2008

Gak sengaja nonton tayangan luar negeri yang dibeli Trans7 ini. Tayang hari Jumat, sekira jam 5-an. Lupa, pokoknya sore. (mestinya cek jadwal acara tv di koran dulu. Sori)

Pas nonton, langsung dapet scene bagus saat peserta ditanya kapasitasnya untuk menjadi superhero. Misal, ada peserta pria mantan penari telanjang. ”Apakah kamu bisa menjadi panutan untuk anak-anak jika jadi superhero?” Dijawab: Tentu saja, saya malah mau share bahwa itu pengalaman buruk dan jangan diikuti.

Pertanyaan yang sama untuk peserta wanita yang super gendut. ”Tentu dong, jangan lihat fisiknya,” tangkis si super fat hero ini.

Menurutku pertanyaan itu cukup beralasan dalam konteks edukasi ya. Setiap orang jadi diminta mempertanggung jawabkan apa yang dilakukannya di masa kini dan masa lalu. Di luar persoalan, apakah itu hal baik atau buruk.

Lalu, tantangan Jumat (28/12) lalu itu adalah menolong nenek yang terkunci pintu dari dalam. Peserta diminta lewat pintu belakang yang dijaga dua anjing yang kalapnya minta ampyun deh.

Tantangannya lebih ke emosi, psikis, dan melawan masalah sendiri. Bukan bertujuan untuk menolong orang lain. Si eksekutor juga lebih melihat bagaimana dia menangani msalahnya sendiri dari pada masalah orang lain.

Sisi menarik yang kutemukan adalah, be a superhero for your soul dulu. Yakin, deh kalau udah pernah menolong diri sendiri, maka untuk orang lain lebih mudah. Karena jadinya iklas dan dasarnya empati. Bukan cuma simpati, yang jadinya kepedean ala Indra bekti di televisi (Awas Simpati ke-PEDE-an). Gitu kali yee…

Iklan

7 Tanggapan to "Pengalaman pertama dengan Who Wants To Be a Superhero?"

belum pernah nonton ..tapi liat sekilas kayaknya seru 😀

sempat nonton, tapi kok mirip Fear Factor ya? Tp setidaknya enakan nonton ini ketimbang sinetron, hehehe

arie: your hero pasti pria yang berkacamata itu….kutakkutik.com

wira: yang menang jadi superhero feedback. second winner-nya fat momma. hebat, perempuan 40-an tahun super ndut bisa jadi super hero-nya. beda ma AFI indosiar kan.. hehe

nonton tipi cuma sebulan sekali 😦

weitz, ni acara seru banget kali!!!!
w aja sampe ga ketinggalan nontonnya, w aja sampe deg-degan pas diumumin siapa yg bakalan menang!!!
w bakal beli tu komiknya!!!

Walau keliatannya “skenario” banget, tapi menurut gw menghibur koq, drpd sinetron dsb, malahan gw pengen coba beli komiknya hehe =D

ni acara ok bgt klo mnurut gw. why? soalnya pas gw tonton ada satu episode (agak awal) tuh, dimana para peserta disuruh menuju ksuatu tempat n siapa yg paling cepet nympe, dialah yg bakal dapet point. tapi trnyata, disitulah diuji apakah kontestan bener2 superhero sejati atw gak. karna dsekitar lokasi ditaruh anak kecil yg nangis2 khilangan mamanya. nah, seorang superhero sejati bakalan berfikir utk menolong anak kecil tsb, walaupun degn konsekuensi dy bakalan telat nyampe k tjuan yang diperintahkan. and trnyata, banyak kontestan yg egois. gak peduli dgn tuh anak. padahal inti dari tes itu kan bukannya siapa yg nympe paling cepat, tapi siapa yang rela nolongin anak kecil itu.what a real superhero!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

slide

Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

RSS Bale Bengong

  • Dek Alon Kembali Terpilih Memimpin Muntig
    Setelah dinyatakan lulus, Dek Alon melenggang bebas. Dek Alin menjabat sebagai Kelihan Banjar Dinas Muntig yang kedua kalinya. Sebelumnya, dia bertarung secara bermartabat dengan pesaingnya yaitu Ni Luh Putu Suparwati, istri calon anggota DPRD Kabupaten Karangasem. Mereka bertarung untuk memperebutkan satu kursi kepemimpinan untuk memimpin Banjar Muntig, Des […]
  • Ngiring, antara Pemberontakan Kultural dan Pelarian
    Semoga maraknya orang beragama bukanlah pelarian belaka. Makin sering kita lihat orang Bali berpakaian putih-putih dengan senteng atau kain yang dililitkan di pinggang berwarna poleng (belang) putih-hitam. Ada juga yang berpakaian mencolok dan berbeda dengan penampilan masyarakat pada umumnya. Mereka dengan atribut seperti itu sering dikatakan sebagai orang […]
  • Kalau Bisa Ditunda, Kenapa Buru-Buru Menikah?
    MBA adalah istilah lumrah sekitar 2006 silam. Waktu itu usia saya menginjak 24 tahun. MBA alias married by accident adalah istilah yang lumrah menjadi alasan orang menikah muda. Ini sampai menjadi standar dalam memilih jodoh di antara kawan-kawan saya. Kalimat khas yang masih membekas hingga kini adalah “coba dulu, baru […] The post Kalau Bisa Ditunda, Kenap […]
  • Seminar Konten Digital untuk Generasi Kreatif
    Ada lomba penyiar radio dan seminar nasional September ini. Komunitas Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOMIK) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana akan menggelar rangkaian kegiatan Communication Events (COMMET) 2017. Kegiatannya lomba penyiar radio dan seminar memproduksi konten digital. Rangkaian COMMET 2017 akan diawali dengan lomba […]
  • Warisan Puisi Gugatan dari Putu Vivi Lestari
    Bali pada pertengahan 1990-an sangat bergairah dengan kegiatan sastra dan teater. Penyair-penyair muda juga tumbuh semarak. Salah satu penyair muda yang sangat berbakat pada saat itu adalah Putu Vivi Lestari. Selain menulis puisi, dia juga aktif di Teater Angin SMA 1 Denpasar. Saat itu, bersama teman-temannya, dia rajin menghadiri acara-acara […] The post Wa […]

Blog Stats

  • 125,827 hits
%d blogger menyukai ini: