kamarkecil

Trauma Bani

Posted on: Januari 25, 2008

Sekarang, Bani, anakku, ditinggal ke kamar mandi aja nangis. Pokoknya angsung teriak kalau bundanya udah di luar jarak pandangnya.

Ikhwal kondisi Bani ini barangkali karena lima hari kutinggal ke Thailand. Pada hari terakhir, pada 23 Januari pukul 7 pagi aku menelepon Tumik, tantenya yang menjaga di rumah. Saat itu aku masih menunggu penerbangan ke Bali dari Soekarno Hatta.

Tumik bilang Bani sakit, dan seharian gak mau makan. Bless…. air mataku langsung merembes. Jadi tontonan penunggu bandara lainnya. Hik…hik… biarin aja.

Tiga jam menunggu pesawat takeoff, pikiran bener2 udah nggak terkendali. Pas di Ngurah Rai, langsung sambar taxi bandara. Padahal biasanya aku pasti cari taxi yang lebih murah di luar bandara.

Untung saat itu jalanan lengang, pas Hari Raya Galungan di Bali. Waktu tempuh jadi lebih pendek, sekitar 20 menit sampe rumah.

Ketika taxi tinggal lima meter dari rumah, Bani kulihat lagi digendong budenya. “Itu bunda, Bani” Bani terlihat kaget banget trus nengok ke taxi. Dia nunjuk2 taxi, trus turun dari gendongan. Air mataku merembes lagi, gak peduli siapa2, apa2, pokoknya cuma Bani.

Dan, malamnya, Bani demam tinggi. Ia terlihat gelisah, bangun terus untuk ngecek, bundanya ada atau gak. Sakitnya jadi dobel, psikis dan fisik. Aduh, jadi ngerasa berdosa. Maklum, selama 16 bulan sejak lahir Bani jarang ditinggal. Rata2, 3-4 jam sehari aja, itu pun kalau ada kerjaan.
Sampai sekarang Bani masih demam. Panasnya sekitar 39 derajat celsius kalau malam. Siang hari sih dia masih bisa main. Tadi udah ke bidan, dibilang kurang antibiotik aja. Padahal aku sebel ngasi antibiotik ke anak, karena keseringan kan gak bagus apalagi obat ini harus diminum sampe habis. Yah, semoga ntar malam Bani bisa bobo lebih enak, dan ketemu ayahnya yang rencananya sih balik dari Solo malam ini juga.

Iklan

5 Tanggapan to "Trauma Bani"

ah, lagi sakit toh. semoga lekas sembuh ya, Bani 🙂

wah Bani ..cepet sembuh ya ..kan Bunda ma Ayah udah bersama lagi, jadi Bani nggak usah kawatir.

Kalo Bani sehat Bnnda ma ayah mau ajak Bani ke pantai sanur lagi, ke gramedia lagi, maem KFC lagi, ya kan Bunda ?? ya kan Ayah ????

ya, moga bani cepet sembuh..en bisa dateng ke danes art juga, nanti om kojaque traktir dech :), ini exclude ayah & bundanya lho 😀

tante yanuarie, tengkyu ya. bani udah siap jalan2 lagi. mau ng-date ma bani kemana?

wah…mana oleh-olehnya Mbok….

bani nge-Datenya ma tante Ike aja ya…
Hwe…he…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

slide

Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

RSS Bale Bengong

  • Dek Alon Kembali Terpilih Memimpin Muntig
    Setelah dinyatakan lulus, Dek Alon melenggang bebas. Dek Alin menjabat sebagai Kelihan Banjar Dinas Muntig yang kedua kalinya. Sebelumnya, dia bertarung secara bermartabat dengan pesaingnya yaitu Ni Luh Putu Suparwati, istri calon anggota DPRD Kabupaten Karangasem. Mereka bertarung untuk memperebutkan satu kursi kepemimpinan untuk memimpin Banjar Muntig, Des […]
  • Ngiring, antara Pemberontakan Kultural dan Pelarian
    Semoga maraknya orang beragama bukanlah pelarian belaka. Makin sering kita lihat orang Bali berpakaian putih-putih dengan senteng atau kain yang dililitkan di pinggang berwarna poleng (belang) putih-hitam. Ada juga yang berpakaian mencolok dan berbeda dengan penampilan masyarakat pada umumnya. Mereka dengan atribut seperti itu sering dikatakan sebagai orang […]
  • Kalau Bisa Ditunda, Kenapa Buru-Buru Menikah?
    MBA adalah istilah lumrah sekitar 2006 silam. Waktu itu usia saya menginjak 24 tahun. MBA alias married by accident adalah istilah yang lumrah menjadi alasan orang menikah muda. Ini sampai menjadi standar dalam memilih jodoh di antara kawan-kawan saya. Kalimat khas yang masih membekas hingga kini adalah “coba dulu, baru […] The post Kalau Bisa Ditunda, Kenap […]
  • Seminar Konten Digital untuk Generasi Kreatif
    Ada lomba penyiar radio dan seminar nasional September ini. Komunitas Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOMIK) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana akan menggelar rangkaian kegiatan Communication Events (COMMET) 2017. Kegiatannya lomba penyiar radio dan seminar memproduksi konten digital. Rangkaian COMMET 2017 akan diawali dengan lomba […]
  • Warisan Puisi Gugatan dari Putu Vivi Lestari
    Bali pada pertengahan 1990-an sangat bergairah dengan kegiatan sastra dan teater. Penyair-penyair muda juga tumbuh semarak. Salah satu penyair muda yang sangat berbakat pada saat itu adalah Putu Vivi Lestari. Selain menulis puisi, dia juga aktif di Teater Angin SMA 1 Denpasar. Saat itu, bersama teman-temannya, dia rajin menghadiri acara-acara […] The post Wa […]

Blog Stats

  • 125,827 hits
%d blogger menyukai ini: