kamarkecil

Sampah (Kali ini) Bawa Berkah

Posted on: Februari 4, 2008

Bagi NakNik dan penghuni Gang V Jalan Subak Dalem, Minggu (3/2) kemarin boleh jadi salah satu minggu yang riang. Untuk pertama kalinya NakNik Community berinteraksi dengan komunitas lain dan untuk pertama kalinya semua ibu2 di gang V ini berkumpul.

Tumben, anggota NakNik berkumpul semua, sekitar 20-an anak. Dari umur 3-14 tahun. Sejak Sabtu mereka menyiapkan pementasan teater berjudul “Puteri Mencari Pemulung” untuk dipentaskan pada Minggu itu, di depan Gusman dan Bli Tut Nartha dari Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali. Mereka berbaik hati datang berbagi informasi soal pengolahan sampah.

Sementara sebanyak 20 ibu-ibu tumpah ruah di rumahku untuk arisan pertama. Kegiatannya sih biasa, tapi ini jadi awal yang merekatkan kekerabatan di Gang V ini. Arisan ini akhirnya terwujud, setelah sekian lama dipending, dengan alasan ibu-ibu belum termotivasi untuk ikutan arisan.

Arisan perdana ini jadi, juga karena agenda NakNik yang mengundang PPLH Bali. Kegairahan anak-anak inilah yang menumbuhkan semangat bagi ibu-ibu mereka.

Saya seperti melihat miniatur banjar atau komunitas desa. Terbukti, jika masyarakat (sebodoh-bodohnya mereka) sesungguhnya akan bergerak jika disuntik sedikit saja. Di tengah-tengah kebodohan dan kesejahteraan itu, yang juga penting adalah dorongan untuk bangkit. Barangkali karena hal inilah para EQ trainer begitu laris…

Ah, kalau hanya motivasi tanpa dorongan aksi cuma berbuah niat.

Buat saya, arisan perdana ini, teater NakNik, dan pendidikan sampah dari PPLH sungguh bermakna. Hidup di tengah-tengah masyarakat kelompok buruh, peternak, dan pedagang kecil di Subak Dalem ini membuat hidup saya terasa berarti.

Benar asumsi Ayahnya Bani. Waktu itu kita tengah memilih lokasi tempat tinggal, di kawasan Subak Dalem atau Beteng Sari. Dua daerah ini bertolak belakang. Ayahnya Bani bilang, lebih asyik tinggal di Subak Dalem karena (kemungkinan) kita bisa berbuat sesuatu.

Setelah ditimang-timang, kita memilih tinggal di daerah penuh tantangan ini. Walau tantangan untuk membesarkan anak juga besar (hehe.. anak-anaknya terbiasa bilang bangsat! dan smack down)

Setelah dua tahun di Subak Dalem, ternyata kebodohan dan kemiskinan adalah dunia saya, Bani, dan ayah.

Iklan

5 Tanggapan to "Sampah (Kali ini) Bawa Berkah"

Kalau diarahkan ke arah yang positif anak anak pasti akan selalu berada pada jalur yang tepat.

hmm, i proud of u, bunda. cup2 mmuah..

btw, masa sih itu utk pertama kalinya naknik ketemu dg komunitas lain. kan sudah pernah waktu sama anak2 IKON di DPRD dulu.

oya, aku jd pgn nulis jg neh. hehe. mmmmuah!

blogdokter: kalau tidak keberatan, mohon bapak dokter saya undang untuk memberikan training gratis untuk anak2 dan ibu2 disana. saya lagi mikir temanya apa ya (dokter ada saran?)

ayah: oya, NakNik sebelumnya udah pentas bareng di acara anak2 junkie itu. hehe lupa. mmxxahhhh…

Boleh di share di web jpl?

silakan pak koen. cantumkan sumbernya aja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

slide

Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

RSS Bale Bengong

  • Kolaborasi Seni dan Gerakan Sosial untuk Perubahan
    Ratusan anak muda berkerumun di depan panggung. Mengikuti aba-aba gitar dan drum, mereka mulai loncat sambil menganggukkan kepala. Sang vokalis berambut panjang memimpin: “Penguasa jagalah dunia Bumi kita, rumah kita bersama.” Sebuah lagu yang mengingatkan penonton atas bahaya pembangunan tanpa memikirkan dampak terhadap lingkungan sekitar. Penonton pun sere […]
  • Guliang Kangin Mengubah Pola Pikir tentang Pariwisata
    Bendesa Adat Guliang Kangin, Ngakan Putu Suarsana, menceritakan terbangunnya Desa Wisata Guliang Kangin saat menerima kunjungan mahasiswa Program Studi Arsitektur Pertamanan, Fakultas Pertanian Unud, Sabtu, (26/5). Pada awalnya, ide I Ketut Sediyasa ditolak masyarakat. Pada 2012 lalu, I Ketut Sediayasa mempunyai ide untuk mengembangkan tempat kelahirannya, D […]
  • Libur Panjang, Nusa Penida Dibanjiri Wisatawan
    Nusa Penida makin populer sebagai tempat wisata. Libur panjang cuti Lebaran kali ini banyak wisatawan menikmati liburan mereka ke tempat wisata yang lagi instagramable di Nusa Penida, Klungkung, Bali. Lonjakan wisatawan yang berdatangan dari sejumlah pelabuhan seperti Kusamba, Klungkung dan Sanur. Pembelian tiket khusus di Sanur sudah dipesan jauh-jauh hari, […]
  • Catatan Mingguan Men Coblong: Lebaran
    MEN Coblong merasa girang, riang. Bertumpuk perayaan keagamaan yang jatuh bulan Juni ini membuat liku-laku hidupnya menjadi terasa lebih “lurus” dan sedikit “mulus”. Apalagi di bulan Juni ini “umat” Indonesia juga akan memiliki sebuah perayaan “Pilkada”. Semoga “perayaan” Pilkada seramah perayaan beragam agama yang numplek jatuh bulan Juni. Membayangkan Leba […]
  • Catatan Mingguan Men Coblong: Mudik
    Euforia suasana politik terasa “gerah” penuh nuansa-nuansa saling ejek. Dunia pun terasa “mendem”. Perang kata-kata seperti tsunami yang lebih dahsyat dari seluruh tsunami yang terjadi di seluruh dunia. Semua media daring terasa “perang” dunia kesekian. Lebih mengerikan, bahkan beragam dokumen-dokumen rahasia pun meluncur bebas masuk ke dalam rumah-rumah kit […]

Blog Stats

  • 133,430 hits
Iklan
%d blogger menyukai ini: