kamarkecil

Bersama Lucy Sepanjang Hari

Posted on: Maret 24, 2008

Lucy, 20 tahun, perempuan ranum berambut cokelat. Kakinya jenjang, tubuhnya atletis. Sorotannya teduh. Menemani Bani, Ayah, dan aku sepanjang hari ia tak mengeluh. Bahkan ketika petir dan kilat menyambar-nyambar tubuhnya Minggu sore (23/3) kemarin.

Langit biru yang cerah tiba-tiba menghilang cepat. Selimut mendung segera menitikkan hujan. Belum lima menit, rintik berubah menjadi deras. Gemuruh petir menambah muramnya sore itu.

Kami dipaksa hengkang dari Puri Pemecutan oleh hujan. Padahal belum ada informasi apa pun soal puri megah ini. Kami hanya menerka-nerka kejadian-kejadian yang terjadi sebelumnya di rumah Raja Pemecutan. Sebuah mural soal pruralisme lah satu-satunya cerita yang menemani kami sore itu.

Sisanya, aku dan ayah hanya mengambil foto beberapa sudut menarik dari puri yang tiga tahun sebelumnya menjadi hotel berbintang dengan 50 kamar itu. “Sekarang kamarnya sudah rusak, belum beroperasi lagi,” kata seorang perempuan tua yang bercengkrama di depan ex front office hotel Puri Pemecutan.

Membelah jalan Kota Denpasar di tengah pekik petir, Lucy berlari cepat. Barangkali air hujan membuatnya bersemangat. Atau ta sabar ingin lelap dalam rumahnya yang hangat. Maaf Lucy, kami tak menemanimu berlari dalam kilatan petir.

Rambut cokelatnya yang terurai tak kusut diterpa hujan. Saya sendiri ingin segera sampai Subak Dalem, tak ingin berlama-lama melihat Lucy menghadapi petir itu sendiri.

Beberapa kali saya merasa Lucy akan marah lalu berontak. Di perempatan Ubung-Gatsu, hati saya mulai agak riang. Kalaupun Lucy tak mau melangkah lagi, saya agak tenang karena rumah tak jauh lagi.

Pak Made yang telah merawat Lucy selama lima tahun ini juga terlihat tegang. Seruannya makin keras, agar Lucy terus berlari. Hiahh…hik…hiahhh…hik..

Akhirnya tiba di depan gang V Subak Dalem, gang rumahku. Belok kiri, Lucy berteriak. Ia tidak mau berbelok. Pak Made menghampiri Lucy, memegang kepalanya dan menuntunnya dalam hujan.

Melihat hal itu, ayah langsung minta berhenti di depan gang. Kami meminta Pak Made tidak hujan-hujanan dan segera mengistirahatkan Lucy di rumah. Ayah menggedor rumah tetangga terdekat, minjem payung untuk Bani. Ini hal yang berat untuk ayah, karena merasa nggak enak ganggu tetangga.

Untungnya Bu Rizky mendengar gedoran pintu ayah. Bani langsung kami larikan dari percikan hujan yang makin ganas. Kami berpisah dengan Lucy, berharap perempuan hebat ini dapat segera terlelap dengan tenang.

Menurut Pak Made, majikan Lucy sekarang ini, Lucy hanya bisa bekerja 15 tahun lagi. Pada 35 tahun, kuda perempuan yang hebat ini akan kehilangan tenaga untuk menarik dokar. Entah apa yang terjadi padanya saat itu. Aku sih berharap Lucy mendapatkan tambatan hatinya sebelum ia tak bertenaga lagi. Hmm, Lucy…

Iklan

14 Tanggapan to "Bersama Lucy Sepanjang Hari"

Ngomongin kuda toh mbak? 😀

Wah keren nama kudanya………

[…] Bunda yang cerita banyak soal Lucy. Kalau aku yang cerita, takutnya dia cemburu. […]

Dokar Lucy yang baik hati .. panas panasan hujan hujanan tetep aja setia menemani …

Dari alinia awal aku udah curiga ama kata2nya.
eh,ternyata kecurigaanku benar..
ternyata cuma kuda. 👿
padahal udah niatnya minta dikenalin loch mbok..hehe 😆

hehe…aku juga berharap hal yang sama bunda….semoga Lucy lekas menemukan tambatan hatinya sebelum ia tak bertenaga lagi. Hmm, Lucy….i wish u all the luck Lucy…:)

yahhhh…padahal tadi udah semangat waktu dibilang kalau Lucy ini masih ranum..iya ranumnya kuda..hehe

padahal udah mau minta no hp, janji ketemu dimana gitu…siyal siyal ternyata kuda.hwa..

oo ternyata kuda toh…

Tumben aku dengar istilah perempuan untuk binatang. Kali, betina lebih tepat. Lode,nanti guru bahasa indonesia protes! he…………

imsuryawan, widi, arie, ady gondrong, dok oks, dipoetraz, ervie: lucy pasti seneng banget ada yang menyukai dia walau di dunia maya… ntar aku posting si lucy cantik yah

coba promosiin lucy di BBC, mungkin dia menemukan jodoh yg tepat..menurutku org yg tepat adalah saylow! wuakakakakak…

ah ketepu lagi dengan judul … sering banget huhuhuhuhu …

novan: kasian selo longor, selalu pas semuanya untuk dia

winyo: ih, saya ga bermaksud lo, situ aja yang ingin ditipu kaleeee

ahh…

namanyaaa kok sama denganku…?

mewek modeON

huaaaaaaaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

slide

Maret 2008
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

RSS Bale Bengong

  • Merayakan Perpisahan Dua Monyet Kecil Secara Paripurna.
    Kicau burung hari ini terdengar begitu meriah, seperti gegap gempita para penonton sepak bola yang sedang merayakan gol ke gawang tim lawan, entah mereka sedang merayakan apa hari ini. Sepertinya mereka sedang berbincang tentang sesuatu yang saya sendiri tak tahu itu apa. Bicara soal burung, fauna yang begitu banyak ragam jenisnya ini, ada sebuah cerita... T […]
  • Pameran Kreatif tentang Pasar dan Kota Denpasar
    Interaksi dan kolaborasi para seniman dan desainer di DenPasar 2017. DenPasar adalah program baru di CushCush Gallery (CCG) yang bertujuan mengangkat kota Denpasar dalam pemetaan pergerakan seni dan desain di Bali. Dibentuk berupa pameran bersama yang akan dilakukan setiap tahun, DenPasar diharapkan dapat mewakili aspirasi-aspirasi generasi kreatif di masa k […]
  • Tahap Awal Pengelolaan Sampah di Tulamben
    Oleh Nyoman Suastika Pada hari Minggu, 21 Mei 2017 Bank Sampah Bersehati Tulamben mulai dibuka untuk pendaftaran nasabah, jumlahnya 40 nasabah. Tahap baru pengelolaan sampah di Dusun Tulamben, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem dimulai. Untuk tahap awal, operasional menabung di bank sampah akan dibuka setiap bulan pada hari Minggu ke-4. Pembukaan bank […]
  • Online To Offline Store Berrybenka Pertama di Bali
    Saat ini, offline selling yang berubah menjadi online selling merupakan hal yang biasa dan cukup terbilang sukses. Namun lain halnya dengan Berrybenka. Setelah sukses dengan penjualan secara online kini Berrybenka mengembangkan gerai offline di beberapa daerah di Indonesia. Sudah hampir 2 tahun Berrybenka fokus membuka gerai offline untuk menunjukkan keseriu […]
  • Dukungan untuk Program Perlindungan Air Tanah di Bali
    The Body Shop® Indonesia bergabung dengan IDEP dalam program perlindungan air tanah di Bali. Kami sangat senang karena IDEP memiliki pendukung perintis baru untuk program Penyelamatan Air Tanah Bali (BWP): The Body Shop® Indonesia. Disamping donasi yang diberikan, Body Shop® akan berkolaborasi bersama dengan IDEP mengembangkan BWP secara jangka panjang untuk […]

Blog Stats

  • 122,758 hits
%d blogger menyukai ini: