kamarkecil

Bungut Gebuh 2 Milyar

Posted on: April 11, 2008

I Wayan Juniarta, wartawan The Jakarta Post di Bali merangkum pembelian berita kampanye gubernur 2009 di Bali. Ini berita selengkapnya.

Capitalizing on the candidates’ enthusiasm, the Bali Post made a profit-driven decision to significantly increase the rates of its “advertorial news” pieces.

For a 400-word story and one photo to appear on page 2, 3, 4 or 5 of the paper, a candidate must pay Rp 1.5 million. Meanwhile, for a 600-word story and one photo on the paper’s front page, a candidate must pay Rp 10 million.

The Bali Post also offers two advertorial packages. “Package A”, for example, which costs Rp 250 million, gives a candidate the chance to appear on the paper’s front page 15 times and on the other pages 70 times.

For Rp 500 million, a candidate can buy the “Convergent B” package, which ensures the appearance of the candidate’s stories in the Bali Post, on BaliTV, in the Denpasar Post and the Tokoh tabloid, all of which belong to the Bali Post Media Group.

The Bali Post isn’t alone in trying to capitalize on the candidates’ desire to get positive media exposure. Two other local newspapers, Nusa Bali and Radar Bali, put a price tag of somewhere between Rp 50 million to 60 million for one single full-page story on a candidate.

However, because the Bali Post has the largest readership — around 50,000, while Nusa Bali has around 5,000 and Radar Bali around 15,000 — the candidates naturally place more of their advertorials in the Bali Post.

Maka kira-kira begini:

  1. JIka semua kandidat gubernur membeli paket berita A Rp 250 juta, maka Bali Post mendapatkan 250 juta x 4 pasang kandidat= Rp 1 milyar
  2. jika memilih paket B: Rp 500 juta x 4 pasang kandidat = Rp 2 milyar
  3. Jika masing-masing kandidat beli kolom berita di 4 media (Bali Post, NusaBali, Radar Bali, Tokoh), kandidat butuh sedikitnya 1 milyar untuk nampang di koran.
  4. Karena medianya makin kaya, saya berharap: pegawe bagian cetak dinaikkan. Sopir distribusi koran dinaikkan honornya. Kasian mereka kan jadi ujung tombak untuk mengedarkan berita iklan kampanye itu ke pembaca (yang banyak tidak tahu kalau berita tanda bintang adalah iklan!). wartawan dipotong gajinya? karena kerja liputan makin dikit karena kolom berita penuh berita iklan?

kesimpulannya:

ah, jika saja massa bergerak untuk memprotes banyaknya berita tanda bintang. kan duit kampanye bisa dipake beli bibit pohon, pegawe cetak dan sopir distribusi bisa pulang lebih cepet karena gak harus lembur nyetak koran berita pesanan. kan watawan ga jadi saya sarankan dipotong gajinya. begitu bukan?? bukan……

3 Tanggapan to "Bungut Gebuh 2 Milyar"

akhirnya ada juga yang bilang masalah ini. betul…betul duh jadi malu sendiri, cari makan disitu soalnya. he..he..

memang ternyata semua di dunia ini bisa dibeli..
lupa kali kmb ttg ya peran medianya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

slide

April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

RSS Bale Bengong

  • Layanan Kespro JKN Masih Jarang Digunakan
    JKN memberikan manfaat menyeluruh bagi masyarakat dalam layanan kesehatan. Salah satunya layanan kesehatan reproduksi (kespro) untuk perempuan. Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi harapan baru layanan kespro karena lebih meringankan dari sisi biaya. Namun, akses untuk layanan ini belum banyak diketahui dan dimanfaatkan. Hal ini mendorong Yayasan Maha Bh […]
  • Paruman Paguyuban STT Bali Tegas Tolak Reklamasi
    Sebanyak 109 seka teruna teruni (STT) Bali berkumpul.  Selama satu hari penuh, STT yang tergabung dalam Paguyuban STT Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa mengadakan paruman di Sanur, Denpasar. Mereka menolak reklamasi dan kriminalisasi aktivis tolak reklamasi. Paruman atau rapat tersebut digelar di Lapangan Bulu Tangkis Indoor, Banjar Adat Buruan, Jalan Danau B […]
  • Dibuka: Lowongan Menjadi Kelian Banjar Dinas
    Desa Tulamben membuka lowongan untuk calon kelian banjar dinas. Kepala Desa Tulamben I Nyoman Ardika membuka secara resmi lowongan tersebut untuk lima banjar dinas di desa yang masuk Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali bagian timur tersebut. Pembukaan lowongan calon kelian banjar dinas dilakukan selama 5-14 Desember 2016. Mereka nantinya akan dipilih […]
  • Klip Dromme tentang Sebuah Rasa yang Semu
    DROMME merilis tunggalan sekaligus video klip pertama mereka. Tanpa banyak kabar, grup musik elektronik pendatang baru di Denpasar, Bali itu menerbitkan lagu Kabut Rasa yang bercerita tentang rasa. Rasa apapun itu yang menjelma seperti kabut yang turun perlahan. Melewati setiap bilah dedaunan dan setiap relung hati. Terkadang datang begitu cepat lalu hilang […]
  • Merestui Reklamasi, Melupakan Etika Demokrasi
    Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla nyaris melupakan etika demokrasi.  Mereka telah berhasil menggalang kekuatan di gedung dewan. Pertemuan dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto menunjukan partai ini tak lagi menjadi oposan sejati. Lobi-lobi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pun sudah berbuah jelas dengan disingkirkannya Fahri Hamzah dari PKS […]

Blog Stats

  • 117,869 hits
%d blogger menyukai ini: