kamarkecil

Kompor Gas Bledug Pala Puyeng

Posted on: April 24, 2008

SUatu hari di suatu bale banjar. Sekitar 200 warga banjar sudah berkumpul. Bale banjar itu penuh sesak oleh pria, wanita, dan anak-anak. Mereka sumringah karena akan mengisi formulir calon penerima kompor gas gratis. Program konversi minyak tanah ke gas itu lo…

Nah, semua warga udah dikasi formulir kuesioner dari Pertamina dan PT. Pos Indonesia (logo yang tertera di kop surat). Satu lagi yang dikasi adalah kartu pengambilan gas warna biru. Tiba akhirnya saat pak kelihan banjar memberi instruksi cara pengisian kuesioner. Oya, sebelumnya dia berkali-kali wanti-wanti warga untuk jangan ngisi sendiri, pasti salah deh.

Padahal pertanyaannya di formulir itu kayanya gak ada masalah, kita bisa ngisi ndiri lah. Ternyata jawabannya adalah:

1. Bahan bakar untuk memasak yang digunakan? Instruksi pak instruktor di banjar adalah: coret pilihan minyak tanah/kayu bakar semuanya ya. Kalau nyoret gas otomatis gak dapat kompor gas
2. Tingkat pengeluaran sehari-hari/bulan? Instruksi: jangan coret yang >1,5 juta. Ntar ketahuan gak miskinnya
3. Hasil survey? Instruksi: coret “layak diberikan”

Di bawahnya ada kolom “petugas survey” dan “responden”. Aha.. ternyata kita ngisi kuesioner yang harusnya ditulis petugas survey. Responden mensurvei dirinya sendiri biar semuanya (Kaya-miskin-ganteng-jelek-rumah gubuk-gedung) ntar dapat kompor gas.

Nah, Indonesia ternyata benar negeri kaya raya. Program konversi minyak tanah ini di atas kertas kan diperuntukkan bagi warga yang memang belum pernah pake gas. Eh, pertamina kok tumben dermawan.

Iklan

4 Tanggapan to "Kompor Gas Bledug Pala Puyeng"

Gemana nggak merata coba pembagiannya ke warga miskin, wong yang mapan dan berkecukupan juga dapat ..buntut2nya warga miskin yang nggak dapet demo baru dech cek sana sini *sigh*

btw mbok lude ngisi form juga nggak? 😀 *lariiiiiii*

arie: walah, kompor gasku dijamin kualitasnya lebih okeh dari pada nyang gretongan itu. kata tetangga kompor gas program konversi itu meletup-letup. hiiiiiiiii…….. kasian ibu rt yang baru make trus meledug. bikin trauma berat tuh. pemerintah mikir ga ya post kompor gas trauma..

ken2 neh, bu. kone kal nulis panjang. adi kene gen? tulis nae yg bagus buat balebengong.

mmmuah!

hahahhaha ada yang komplin tuh mbok..
Yah begitulah, konversi minyak tanah ke gas kan proyek dari pertamina juga. Gas kan kita punyanya ga banyak2 amat. Biar ntar bisa secepatnya konversi gas ke apa gitu. Kan dapat proyek lagi deh Pertamina…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

slide

April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

RSS Bale Bengong

  • Dek Alon Kembali Terpilih Memimpin Muntig
    Setelah dinyatakan lulus, Dek Alon melenggang bebas. Dek Alin menjabat sebagai Kelihan Banjar Dinas Muntig yang kedua kalinya. Sebelumnya, dia bertarung secara bermartabat dengan pesaingnya yaitu Ni Luh Putu Suparwati, istri calon anggota DPRD Kabupaten Karangasem. Mereka bertarung untuk memperebutkan satu kursi kepemimpinan untuk memimpin Banjar Muntig, Des […]
  • Ngiring, antara Pemberontakan Kultural dan Pelarian
    Semoga maraknya orang beragama bukanlah pelarian belaka. Makin sering kita lihat orang Bali berpakaian putih-putih dengan senteng atau kain yang dililitkan di pinggang berwarna poleng (belang) putih-hitam. Ada juga yang berpakaian mencolok dan berbeda dengan penampilan masyarakat pada umumnya. Mereka dengan atribut seperti itu sering dikatakan sebagai orang […]
  • Kalau Bisa Ditunda, Kenapa Buru-Buru Menikah?
    MBA adalah istilah lumrah sekitar 2006 silam. Waktu itu usia saya menginjak 24 tahun. MBA alias married by accident adalah istilah yang lumrah menjadi alasan orang menikah muda. Ini sampai menjadi standar dalam memilih jodoh di antara kawan-kawan saya. Kalimat khas yang masih membekas hingga kini adalah “coba dulu, baru […] The post Kalau Bisa Ditunda, Kenap […]
  • Seminar Konten Digital untuk Generasi Kreatif
    Ada lomba penyiar radio dan seminar nasional September ini. Komunitas Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOMIK) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana akan menggelar rangkaian kegiatan Communication Events (COMMET) 2017. Kegiatannya lomba penyiar radio dan seminar memproduksi konten digital. Rangkaian COMMET 2017 akan diawali dengan lomba […]
  • Warisan Puisi Gugatan dari Putu Vivi Lestari
    Bali pada pertengahan 1990-an sangat bergairah dengan kegiatan sastra dan teater. Penyair-penyair muda juga tumbuh semarak. Salah satu penyair muda yang sangat berbakat pada saat itu adalah Putu Vivi Lestari. Selain menulis puisi, dia juga aktif di Teater Angin SMA 1 Denpasar. Saat itu, bersama teman-temannya, dia rajin menghadiri acara-acara […] The post Wa […]

Blog Stats

  • 125,827 hits
%d blogger menyukai ini: