kamarkecil

Need More Than Music

Posted on: Agustus 23, 2008

Saya menyukai Marjinal lebih ke bagaimana ia membangun komunitas dan bergembira di dalamnya. Marjinal, kelompok musik yang lebih suka disebut komunitas di Setu Babakan, Jakarta ini dahsyat karena ia memberikan kebangkitan jiwa anak muda dan anak-anak, dalam lingkungannya.

Marjinal, yang bisa saya simak dari lagu-lagunya, review majalah musik, dan kata orang-orang, membuat bangga komunitasnya.  Paling tidak membangunkan orang untuk berpikir dan refleksi saja.

Mereka juga terlibat langsung dalam upaya mengubah sesuatu lewat aksi, tidak hanya menyanyi. Musik bisa memberikan lebih banyak dari pada cuman didengar.

Keinginan seperti ini juga tak terbendung saya alamatkan ke Animo. Enam punggawa Animo adalah Eko Sumarsono (bass), Ami Rosady (vocal), Jeko Fauzy (gitar), Eko Wicaksono (keyboard), Affan Latanette (perkusi), dan Agus Mantoro (drum).

Saya mengenal perta kali Animo, kelompok musisi yang tinggal di Bali ini di launching Bali Blogger Community (BBC), Februari lalu. Trus konser sukarela selanjutnya dihibahkan pada teman2 di Rumah Sakit Jiwa di Bangli.

Kegiatan off stage lain Animo saya kurang tau. But, ini udah bisa menarik simpati dan harapan saya bahwa Animo bisa memberikan more than music.

Soal musik dan lagu-lagunya, saya juga baru menyimak dengan serius dua hari ini. Maksudnya menyimak semua liriknya, melihat lekat cover CD, meraba-raba hasrat bermusik Animo. Mencoba ikut nyanyi. Ceilah…

Ada 8 track lagu dalam CD Animo berjudul Mimpi Tak Bertepi ini. Baru pertama kali beli CD musik. Bisanya cuma denger musik di radio, teve, dan membaca ulasannya di majalah musik. Kenapa beli CD-nya? Karena itu tadi, apresiasi lebih mesti diberikan pada musisi yang juga memberikan lebih.

Cover CD Animo sangat surealis. Barangkali ini influence dari musik mereka yang halus (pun pada nomor rancak), sopan, limpahan sound dari berbagai alat musik. Saya suka sekali perkusi-nya. Alat musik non elektrik memang terasa lebih akrab.

Namun, rasa surealis yang nampak di permukaan tak tergambar di keseluruhan lirik. Kecuali pada Mimpi Tak Bertepi, lirik-lirik lain sangat verbal. Misalnya pada lagu Sesungguhnya ciptaan Eko Sumarsono. Ingin ku kau pun mengerti/bila sesungguhnya aku/sayang padamu/dan aku pun tlah mengerti/sesungguhnya kau pun sayang padaku/

Terasa standar banget. Banyak lirik lagu lain yang verbal tapi terasa menohok dan nyleneh. Misalnya lirik-liril lagunya Naif. Ini sangat terpengaruh pada attitude personilnya. Naif nyanyi lagu nina bobo atau balonku masih aja terdengar kaya orasi aktivis. Hehe..

Di blognya, Animo bilang sih ga terlalu muluk, yang penting easy listening. Industri musik Indonesia skarang memang ga suka yang ribet. Tapi easy listening lebih asik kalau menyehatkan otak dan jiwa.

Untungnya, ada yang menyelamatkan lirik-lirik itu. Musik dan musikalitas Animo. Kolaborasi yang lumayan banyak di album ini memperlihatkan Animo mengapresiasi musisi lain untuk saling mengapresiasi dan belajar. Bintang tamu di album Animo ini adalah Chika Asamoto (Soprano sax), Rio sidik “Saharadja” (trumpet), Gede Yudhana (Gitar), and Erik Sondhy (Electric Piano).

But, bagaimana pun di atas semuanya, yang tak akan membuat saya berpaling adalah jika Animo bisa menghidupkan orang-orang. Melibatkan diri dalam banyak gerakan. Saya yakin Ibu Sugianti yang terpaksa dikurung di RSJ kemarin dan diajak nyanyi Animo, punya semangat baru. Amunisi untuk hari-hari yang lunglai di RSJ.

Iklan

8 Tanggapan to "Need More Than Music"

saya termasuk yang kuper, baru pertama kali dengerin. ternyata musiknya enak juga didengar 😀

Animo … lagi naik daun neh band. Saya gak bosen-bosen nyah mendengar lagu itu.

belum pernah dengar

sumpahhhh….marjinal asik banget….dan sumpahhhhh……animo bagus bangetttt CD nya buat pake lempar anjing lewat.

..saya jadi tersanjung..
animo berharap musiknya dapat dinikmati dan membawa suasana sejuk..
sekali lagi terima kasih..

didut: bisa diunduh di blognya animo. yang lebih penting lagi bukan lagunya, tapi empatinya.

pinjem….

dimana link downloadnya???
penasaran nech

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

slide

Agustus 2008
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

RSS Bale Bengong

  • Dek Alon Kembali Terpilih Memimpin Muntig
    Setelah dinyatakan lulus, Dek Alon melenggang bebas. Dek Alin menjabat sebagai Kelihan Banjar Dinas Muntig yang kedua kalinya. Sebelumnya, dia bertarung secara bermartabat dengan pesaingnya yaitu Ni Luh Putu Suparwati, istri calon anggota DPRD Kabupaten Karangasem. Mereka bertarung untuk memperebutkan satu kursi kepemimpinan untuk memimpin Banjar Muntig, Des […]
  • Ngiring, antara Pemberontakan Kultural dan Pelarian
    Semoga maraknya orang beragama bukanlah pelarian belaka. Makin sering kita lihat orang Bali berpakaian putih-putih dengan senteng atau kain yang dililitkan di pinggang berwarna poleng (belang) putih-hitam. Ada juga yang berpakaian mencolok dan berbeda dengan penampilan masyarakat pada umumnya. Mereka dengan atribut seperti itu sering dikatakan sebagai orang […]
  • Kalau Bisa Ditunda, Kenapa Buru-Buru Menikah?
    MBA adalah istilah lumrah sekitar 2006 silam. Waktu itu usia saya menginjak 24 tahun. MBA alias married by accident adalah istilah yang lumrah menjadi alasan orang menikah muda. Ini sampai menjadi standar dalam memilih jodoh di antara kawan-kawan saya. Kalimat khas yang masih membekas hingga kini adalah “coba dulu, baru […] The post Kalau Bisa Ditunda, Kenap […]
  • Seminar Konten Digital untuk Generasi Kreatif
    Ada lomba penyiar radio dan seminar nasional September ini. Komunitas Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOMIK) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana akan menggelar rangkaian kegiatan Communication Events (COMMET) 2017. Kegiatannya lomba penyiar radio dan seminar memproduksi konten digital. Rangkaian COMMET 2017 akan diawali dengan lomba […]
  • Warisan Puisi Gugatan dari Putu Vivi Lestari
    Bali pada pertengahan 1990-an sangat bergairah dengan kegiatan sastra dan teater. Penyair-penyair muda juga tumbuh semarak. Salah satu penyair muda yang sangat berbakat pada saat itu adalah Putu Vivi Lestari. Selain menulis puisi, dia juga aktif di Teater Angin SMA 1 Denpasar. Saat itu, bersama teman-temannya, dia rajin menghadiri acara-acara […] The post Wa […]

Blog Stats

  • 125,827 hits
%d blogger menyukai ini: