kamarkecil

Pengguna Alat Kontrasepsi Pria di Bali Hanya 0,1 Persen

Posted on: November 15, 2008

Upaya menahan laju penduduk di Bali terhadang kesenjangan penggunaan kontrasepsi antara pria dan wanita. Total pria pengguna kontrasepsi hanya 0,1 persen dari seluruh pengguna kontrasepsi di Bali yang berjumlah sekitar 625 ribu.

“Kesertaan KB (Keluarga Berencana) pria di Bali dari tahun ke tahun terus menurun. Survei Demografi Kependudukan Indonesia pada 2007 menyatakan penggunaan alat kontrasepsi pria di Bali hanya 0,1%, jauh dari target,” ujar Kepala Dinas Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali I Ketut Sutjita, Rabu kemarin.

Sedangkan target program Pembangunan Nasional 2001 adalah 8% pria yang melakukan program kontrasepsi. Pilihan metode kontrasepsi bagi pria penggunaan kondom atau vasektomi. Sementara senggama terputus dan pantang berkala dinyatakan paling besar potensi kegagalannya.

KB adalah program perencanaan keluarga di Indonesia meliputi pengaturan kelahiran dan ketahanan keluarga.

Sementara penggunaan kontrasepsi di Bali masih didominasi perempuan yakni 70%. “Kebijakan program dan komitmen politis yang dikembangkan selama ini masih bias gender karena alat kontrasepsi yang tersedia dan sasaran advokasi lebih difokuskan untuk perempuan,” tambah Sutjita ketika membuka pelatihan vasektomi bagi bidan dan dokter di Bali.

Tak hanya di Bali, secara nasional kesertaan KB pria sangat rendah yakni 1% dibandingkan dengan negara-negara Islam lain seperti Pakistan (5,2%), Bangladesh (14%), dan Malaysia (17%).

Menurut hasil penelitian, rendahnya partisipasi pria antara lain karena promosi pelayanan KB pada pria rendah. Hal ini karena mereka berpendapat cukup dengan memberikan dukungan pada istri. Lalu sistem paternalistik, yang membuat laki-laki merasa lebih superior.

Dengan kondisi penggunaan alat kontrasepsi seperti ini, Sutjita memperkirakan penduduk di Pulau Bali akan meningkat sekitar 4% menjadi 3,9 juta orang pada 2009.

Dokter spesialis bedah urologi di Rumah Sakit Sanglah Denpasar Gede Wirya Kusuma Duarsa mengatakan kesertaan KB pria harusnya 50%, sama besarnya dengan wanita. Namun kontrasepsi pria yang modern seperti kondom dan vasektomi malah tidak diminati karena mitos impoten.

“Vasektomi adalah cara kontrasepsi yang paling sederhana dan aman bagi pasangan yang sudah punya banyak anak. Sayangnya karena ini tindakan pada alat kelamin, maka ditakuti oleh pria,” ujar dokter yang kerap melakukan operasi vasektomi ini.

Vasektomi adalah tindakan operasi kecil pada testis dengan menutup saluran sperma. Tindakan ini lebih ringan dari pada sunat dan dapat dilakukan dengan atau tanpa pisau.

Vasektomi bukan pembuangan buah pelir karena tetap dapat melakukan senggama seperti biasa. Air mani tetap dapat dikeluarkan tapi sudah tidak mengandung sperma lagi. Caranya dengan memotong saluran sperma sekitar 0,5 – 1 cm. Penderita penyakit tertentu seperti hernia atau peradangan buah zakar tidak bisa bisa memilih metode ini.

“Dari hasil suvei pelaku vasektomi, diketahui tidak ada perubahan fisik atau emosional akibat operasi ini. Bahkan 61% responden menyatakan kepuasan seksnya membaik,” ungkap dokter Duarsa.

Namun, informasi penting ini tampaknya tak sampai ke telinga masyarakat awam. Seperti halnya Ni Wayan Merta, 42 tahun. Ia mengaku tidak mungkin meminta suaminya vasektomi karena perasaan tidak enak. “Saya merasa berdosa,” ujar perempuan dengan lima anak ini.

Merta termasuk warga miskin yang kerap kesusahan mengurus kelima anaknya. Beberapa kali ia harus memindahkan rumahnya yang semi permanen itu ke tanah kosong lain karena tak diperpanjang kontraknya oleh pemilik tanah. Sementara tiga anaknya hanya disekolahkan sampai SMP karena tidak cukup biaya. Dua lainnya masih berusia 12 dan 13 tahun.

Merta mengaku beberapa kali ganti alat kontrasepsi karena tidak cocok. “Terakhir, 12 tahun lalu saya pakai KB suntikan tapi saya capek enam bulan menstruasi terus. Bagaimana saya bisa kerja?” ujarnya. Ia bekerja sebagai buruh di pasar dan sisanya di rumah menjual bahan sembahyang.

Kepala BKKBN Bali Sutjita mengaku harus bekerja keras untuk merubah paradigma bias gender dalam pemenuhan kesehatan reproduksi ini. “Laki-laki juga punya kewajiban yang sama dalam menggunakan KB untuk perencanaan keluarga yang lebih baik,” tambahnya.

http://www.thejakartapost.com/news/2008/11/14/contraception-use-among-males-dismal-01-percent-official.html

2 Tanggapan to "Pengguna Alat Kontrasepsi Pria di Bali Hanya 0,1 Persen"

hmm… hmm… hmm… Sepertinya saya masuk kategori yang 99,99 persen itu Mbok…

kalo pake kalender bahaya yach ;))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

slide

November 2008
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

RSS Bale Bengong

  • Peluncuran Album Relung Kaca Berlangsung Meriah
    Sasana Budaya Buleleng terlihat pecah. Tadi malam ratusan krama di Kota Singaraja, Buleleng memadati wantilan tersebut. Peluncuran album bertajuk Pang Ping Pung dari band folk Relung Kaca mampu menarik animo masyarakat untuk hadir. Warga, musisi, dan aktivis menyanyi bersama mereka. Pada sore hari sebelum acara peluncuran album, mereka mengikuti kegiatan ber […]
  • Kelas Spesial Merayakan Lima Tahun Akber Bali
    Mari merayakan menjadi relawan dalam Kelas 55. Desember 2011, Akademi Berbagi (Akber) Bali lahir dan hadir di tengah kita semua. Desember 2016, Akademi Berbagi Bali masih tetap hadir hingga kelas ke-53. Mari merayakan lima tahun Akber Bali bersama pendiri dan kepala sekolahnya. Januari 2017, kami memilih bulan pertama di tahun baru untuk merayakannya bersama […]
  • Langgam Keroncong Bentara: Orkes Soneta Bali
    Agenda Langgam Keconcong Bentara kembali datang. Grup yang akan tampil adalah Orkes Keroncong Soneta Bali, sebuah grup keroncong yang juga aktif dalam Komunitas Pecinta Keroncong (KPK) Bali. Pertunjukan akan berlangsung Kamis besok di Bentara Budaya Bali, Ketewel, Gianyar. Paguyuban Keroncong yang dipimpin Supardi Hadiwiyono ini rutin berlatih dan mengisi ac […]
  • Bagi Relung Kaca, Lirik Lagu adalah Senjata
    Kreativitas seni anak muda Bali semakin menggeliat. Kali ini datang dari utara Bali tepatnya Singaraja. Tiga anak muda yang tergabung dalam band Relung Kaca akan meluncurkan album perdana bertajuk Pang Ping Pung. Album yang berisi peringatan tentang lingkungan di Bali. Band Relung Kaca terdiri dari Aristiana Jack pada vokal dan gitar, Konot pada vocal dan gi […]
  • Band ultrAwide Luncurkan Single Pertama di Bali
    Band pendatang baru dari Jakarta melepas single pertama mereka. Bertajuk Through The Rain, setelah sebelumnya dirilis pertama di Jakarta, pada Jumat (13/1) malam, lagu ini pun ditampilkan di Old’s Man, Canggu, Kuta Utara, Bali. Dari Bali, selanjutnya mereka akan tampil di kota-kota lain. Ya, untuk kali kedua peluncuran single pertama mereka, trio dengan genr […]

Blog Stats

  • 119,027 hits
%d blogger menyukai ini: