kamarkecil

Donor Darah Pertama

Posted on: Februari 15, 2009

bloody-balebengong Bloody Valentine pagi ini di Lapangan Renon diberkahi. Cuaca sangat cerah hingga tengah hari ketika kotak bank darah PMI Badung penuh hingga sulit ditutup. Jam 11.30, diputuskan waktu donor usai, sesuai rencana. Sekitar pukul 2, awan hitam tiba-tiba datang, dan sesaat kemudian, hujan luar biasa lebat.

Hasil sumbangsih darah hari ini adalah 52 kantong darah. Sebagian besar golongan darah O, lalu B. Hanya 4 kantong tipe A, dan dua kantong saja yang AB. Tak heran, dua tipe darah ini sulit dicari ketika banyak pasien membutuhkan.

Tak perlu papan pengumuman untuk memanggil para pendonor dan pengunjung lapangan Renon. Bloody Valentine, tag acara ini yang ditulis di spanduk, tempat tidur lipat, dan perangkat tensi darah sudah mudah diidentifikasi sebagai acara donor darah. Selain itu, para pendonor yang mayoritas anak Bali Blogger Community memang sudah siap sejak pagi. Maklum, sebagian dari mereka baru sekali ini donor darah, jadi mungkin exited. Sayalah contohnya.

Haha..

Selain itu, sejumlah dokter-dokter muda dari Tim Bantuan Medis Fakultas Kedokteran Unud dan Kisara Youth Clinic pun sibuk memberikan pelayanan kesehatan gratis, mulai tensi darah, konseling, dan pemberian obat gratis. A Healthy day.

Nah untuk saya yang baru pertama kali donor, ada beberapa hal yang baru. Pertama, pastikan jika darah kita tidak terpapar virus seperti hepatitis B, C, sifilis, dan HIV.

Kemudian, tes hemoglobin yang disiapkan PMI. Tes ini untuk mengetahui apakah kandungan oksigen dalam darah kita cukup baik untuk memompa darah kembali setelah donor. Kalau oksigen dalam darah tidak cukup, kemungkinan pendonor bisa pingsan, atau hal buruk lainnya. Sisanya tinggal tidur terlentang, dan tanpa disadari sekantung darah Anda akan sangat berguna bagi siapa pun yang membutuhkannya.

Eh, terakhir. Bersyukurlah jika nanti PMI tidak menelepon Anda tiba-tiba usai donor. Jika ditelepon, artinya kemungkinan darah Anda terpapar penyakit yang tidak disadari. Karena sampel darah pendonor akan diperiksa laboratorium untuk memastikan darah aman didonorkan pada orang lain.

“Itu enaknya donor. Hitung-hitung kita check up kesehatan. Kalau ada penyakit, pasti dikasi tahu PMI,” ujar Hennie, dokter muda yang rajin donor ini.

Iklan

6 Tanggapan to "Donor Darah Pertama"

Bunda kan dapet support saat dicium bani, sayang bukan dari ayah 😛

heeh semarang bakalan nyusul buat bikin donor darah 😀

Selamat Bu untuk donor pertamanya. Saya nyusul kemudian saja…

oming dari dulu selalu pengen ikutan donor darah, tapi selalu gak berhasil dan gak diterima..
Bukan karena penyakit euy!, tapi tensinya gak pernah nyampe!
Penyakit juga ya namanya tu?
Heheheh…

wahhh aku belum sempat jadi donor darah ni karena kurang BB :((

saya malah sering jadi korban.udah jadi waiting list…begitu lewat 3-4 bulan sudah ada yg minta darah. soalnya AB sih…udah 15 kali ada donor…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

slide

Februari 2009
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

RSS Bale Bengong

  • Dek Alon Kembali Terpilih Memimpin Muntig
    Setelah dinyatakan lulus, Dek Alon melenggang bebas. Dek Alin menjabat sebagai Kelihan Banjar Dinas Muntig yang kedua kalinya. Sebelumnya, dia bertarung secara bermartabat dengan pesaingnya yaitu Ni Luh Putu Suparwati, istri calon anggota DPRD Kabupaten Karangasem. Mereka bertarung untuk memperebutkan satu kursi kepemimpinan untuk memimpin Banjar Muntig, Des […]
  • Ngiring, antara Pemberontakan Kultural dan Pelarian
    Semoga maraknya orang beragama bukanlah pelarian belaka. Makin sering kita lihat orang Bali berpakaian putih-putih dengan senteng atau kain yang dililitkan di pinggang berwarna poleng (belang) putih-hitam. Ada juga yang berpakaian mencolok dan berbeda dengan penampilan masyarakat pada umumnya. Mereka dengan atribut seperti itu sering dikatakan sebagai orang […]
  • Kalau Bisa Ditunda, Kenapa Buru-Buru Menikah?
    MBA adalah istilah lumrah sekitar 2006 silam. Waktu itu usia saya menginjak 24 tahun. MBA alias married by accident adalah istilah yang lumrah menjadi alasan orang menikah muda. Ini sampai menjadi standar dalam memilih jodoh di antara kawan-kawan saya. Kalimat khas yang masih membekas hingga kini adalah “coba dulu, baru […] The post Kalau Bisa Ditunda, Kenap […]
  • Seminar Konten Digital untuk Generasi Kreatif
    Ada lomba penyiar radio dan seminar nasional September ini. Komunitas Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOMIK) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana akan menggelar rangkaian kegiatan Communication Events (COMMET) 2017. Kegiatannya lomba penyiar radio dan seminar memproduksi konten digital. Rangkaian COMMET 2017 akan diawali dengan lomba […]
  • Warisan Puisi Gugatan dari Putu Vivi Lestari
    Bali pada pertengahan 1990-an sangat bergairah dengan kegiatan sastra dan teater. Penyair-penyair muda juga tumbuh semarak. Salah satu penyair muda yang sangat berbakat pada saat itu adalah Putu Vivi Lestari. Selain menulis puisi, dia juga aktif di Teater Angin SMA 1 Denpasar. Saat itu, bersama teman-temannya, dia rajin menghadiri acara-acara […] The post Wa […]

Blog Stats

  • 125,827 hits
%d blogger menyukai ini: