kamarkecil

Perempuan Sulit Mengakses Pelayanan Kesehatan untuk Kehamilan Tak Direncanakan

Posted on: April 4, 2009

Dua perempuan duduk dengan wajah pucat di ruang Klinik Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Bali, Rabu pagi.

Ni Wayan Armini, 42, dan Ni Ketut Murdati, 37 menunggu sesi konseling dengan wajah cemas. Hanya Armini yang ditemani suaminya.

“Saya sungguh tidak ingin punya anak lagi. Saya hanya buruh bangunan dan anak sudah besar,” ujar Murdati yang tinggal di Kerobokan, Kabupaten Badung.

Janinnya kini berusia 40 hari. Selama masa kehamilan yang tak direncanakan ini ia merasa sangat lelah dan tertekan karena mual hebat sementara ia harus tetap bekerja mengangkat pasir, batako, dan material lainnya.

Murdati mengaku shock hebat setelah mengetahui dirinya hamil lagi setelah 15 tahun kehamilan terakhir. Kedua anaknya telah belajar di sekolah menengah atas. “Saya tidak lagi minum pil KB karena muncul flek hitam di wajah,” ujarnya soal efek samping alat kontrasepsi itu. Keluhan yang sama dirasakan Armini. Setelah 13 tahun, ia kembali hamil, hal yang tak diinginkannya.

“Sepuluh tahun saya pakai IUD (Intra Uterine Device), tapi perut saya sakit. Lalu pakai pil KB, dan tidak cocok. Empat tahun terakhir saya tidak pernah pakai KB lagi,” urainya.

“Saya tidak mau punya anak karena sekarang menjadi pembantu Pemangku (pemimpin upacara agama). Saya berharap ada yang bisa bantu. Saya tidak mau minum jamu-jamu penggugur kandungan atau ke dukun,” tutur Armini, lulusan sekolah dasar yang bekerja di Ubud, Gianyar ini.

Hari itu, kedua perempuan ini harus mengikuti konseling mendalam di PKBI. Latar belakang dan persoalannya digali untuk memutuskan apakah memenuhi syarat dalam pelayanan menstruation regulation, upaya untuk memperlancar menstruasi kembali.

“Ini yang salah kaprah dianggap sebagai tindakan aborsi yang dianggap tabu. Padahal ini tindakan komprehensif yang menyangkut hak reproduksi perempuan untuk tidak punya anak,” ujar Ketut Sukanatha, Direktur PKBI Bali.

Ada banyak dimensi hak seksualitas dan reproduksi perempuan yang harus diperhatikan negara. “Komitmen untuk melindungi perempuan dengan mendorong penggunaan alat kontrasepsi dan kita juga harus bertanggung jawab jika ada kendala dalam penggunaannya,” tambah Sukanatha.

Dua perempuan korban kehamilan tak direncanakan ini mengaku sangat sulit mencari layanan bagi masalah kespronya itu. “Kenapa tidak ada yang melayani jika kami gagal dalam penggunaan kontrasepsi? Siapa perempuan yang mau punya masalah seperti kami?” keluh Armini.

“Suami saya tidak mau vasektomi. Setelah ini saya harus pakai IUD lagi,” ujar Armini yang punya dua anak laki-laki ini.

Pelayanan menstruation regulation yang diberikan selama 2008 di PKBI Bali sebanyak 675 kasus. “Permintaan klien empat kali lebih besar tapi kita harus melakukan seleksi ketat sesuai aturan kesehatan. Sebagian klien yang ditolak bisa dikonseling untuk memelihara kehamilan tak direncanakannya,” ujar Sukanatha.

Ia memperkirakan jumlah korban kehamilan tak direncanakan lebih besar lagi yang tidak bisa mengases layanan kesehatan. “Mitos menggugurkan kandungan dengan jamu, obat, alat dan di dukun masih sangat kuat dan diyakini kebenarannya,” katanya.

Data PKBI Bali memperlihatkan, menjangkau perempuan dan laki-laki sebagai akseptor KB masih sangat sulit. Pada 2008, ditargetkan 2385 orang akseptor baru namun hanya 656 (27%) yang terlayani. Dari jumlah akseptor baru itu, terbanyak penggunaan IUD yakni 543 orang (45%), kondom (18%), suntik KB (9%), dan pil KB (3%).

“Kami memang lebih mempromosikan IUD karena efek sampingnya sangat kecil dan kateristik klien yang berkali-kali gagal alat kontrasepsi lain,” jelas Sukanatha.

Sementara partisipasi laki-laki untuk terlibat dalam menghindari kehamilan seperti pantang berkala dan vasektomi sangat langka. “Seperti data nasional, jumlahnya kurang dari 1%,” tambahnya.

http://www.thejakartapost.com/news/2009/04/03/clinic-helps-women-with-pregnancies.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

slide

April 2009
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

RSS Bale Bengong

  • Kolaborasi Seni dan Gerakan Sosial untuk Perubahan
    Ratusan anak muda berkerumun di depan panggung. Mengikuti aba-aba gitar dan drum, mereka mulai loncat sambil menganggukkan kepala. Sang vokalis berambut panjang memimpin: “Penguasa jagalah dunia Bumi kita, rumah kita bersama.” Sebuah lagu yang mengingatkan penonton atas bahaya pembangunan tanpa memikirkan dampak terhadap lingkungan sekitar. Penonton pun sere […]
  • Guliang Kangin Mengubah Pola Pikir tentang Pariwisata
    Bendesa Adat Guliang Kangin, Ngakan Putu Suarsana, menceritakan terbangunnya Desa Wisata Guliang Kangin saat menerima kunjungan mahasiswa Program Studi Arsitektur Pertamanan, Fakultas Pertanian Unud, Sabtu, (26/5). Pada awalnya, ide I Ketut Sediyasa ditolak masyarakat. Pada 2012 lalu, I Ketut Sediayasa mempunyai ide untuk mengembangkan tempat kelahirannya, D […]
  • Libur Panjang, Nusa Penida Dibanjiri Wisatawan
    Nusa Penida makin populer sebagai tempat wisata. Libur panjang cuti Lebaran kali ini banyak wisatawan menikmati liburan mereka ke tempat wisata yang lagi instagramable di Nusa Penida, Klungkung, Bali. Lonjakan wisatawan yang berdatangan dari sejumlah pelabuhan seperti Kusamba, Klungkung dan Sanur. Pembelian tiket khusus di Sanur sudah dipesan jauh-jauh hari, […]
  • Catatan Mingguan Men Coblong: Lebaran
    MEN Coblong merasa girang, riang. Bertumpuk perayaan keagamaan yang jatuh bulan Juni ini membuat liku-laku hidupnya menjadi terasa lebih “lurus” dan sedikit “mulus”. Apalagi di bulan Juni ini “umat” Indonesia juga akan memiliki sebuah perayaan “Pilkada”. Semoga “perayaan” Pilkada seramah perayaan beragam agama yang numplek jatuh bulan Juni. Membayangkan Leba […]
  • Catatan Mingguan Men Coblong: Mudik
    Euforia suasana politik terasa “gerah” penuh nuansa-nuansa saling ejek. Dunia pun terasa “mendem”. Perang kata-kata seperti tsunami yang lebih dahsyat dari seluruh tsunami yang terjadi di seluruh dunia. Semua media daring terasa “perang” dunia kesekian. Lebih mengerikan, bahkan beragam dokumen-dokumen rahasia pun meluncur bebas masuk ke dalam rumah-rumah kit […]

Blog Stats

  • 133,430 hits
Iklan
%d blogger menyukai ini: