kamarkecil

Sentimen Anti Keberagaman Dinilai Menguat

Posted on: April 5, 2009

Jaringan Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika (ANBTI) menilai sentimen anti keberagaman makin menguat di Indonesia. Sebanyak 15 aktivis dari 15 daerah di Indonesia melakukan pelatihan monitoring media untuk menganalisis pola dan kerentanan gerakan anti pruralisme.

Pelatihan ini dilaksanakan tiga hari hingga Kamis ini di Legian, Kuta. Peserta berasal dari Papua (termasuk Papua Barat), NTB, Bali, regio Sulawesi dan Maluku, region Jawa, dan Sumatera.

“Pemberitaan yang memotret anti keberagaman kini sangat tinggi di media-media Indonesia. Ini harus diwaspadai dan dipetakan salah satunya melalui analisis media,” ujar Daniel Awigra, Koordinator Kampanye ANBTI, Rabu.

Menurutnya isu-isu agama mudah dimanfaatkan untuk membangkitkan solidaritas suatu kelompok. Misalnya menjamurnya isu-isu syariahisasi hukum negara termasuk lewat peraturan perundang-undangan, khususnya di daerah.

Yang menyedihkan, tambahnya akibat akumulasi faktor sosial masyarakat yang terhegemoni faham-faham sektarian tersebut, maka daya tekan kelompok politik yang membawakan sentimen agama justru menebal. “Pada gilirannya ini semua mengancam konsep keberagaman yang telah diusung oleh para pendiri bangsa.”

Salah satu contohnya adalah keluarnya Surat Keputusan Bersama (SKB) No 3/2008 dan No 199/2008 tentang Peringatan dan Perintah kepada Penganut, Anggota, dan/atau Anggota Pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan Warga Masyarakat.

Dalam surat itu dinyatakan pemerintah memberi peringatan pada JAI dan memerintahkan warga masyarakat untuk tidak menceritakan, menganjurkan, atau mengusahakan dukungan umum melakukan penafsiran tentang suatu agama yang dianut di Indonesia.

Keputusan Bersama ini berlaku sejak tanggal ditetapkan di Jakarta pada 9 Juni 2008. Menteri Agama, Jaksa Agung, Menteri Dalam Negeri.
Selain itu, lolosnya UU Pornografi yang dinilai sangat bias gender dan budaya lokal demi standar moral kelompok agama tertentu.

“Ada apa di balik semua ini? Apakah ada suatu agenda tersembunyi di balik arus besar penguatan isu-isu sektarian agama dalam situasi bangsa Indonesia yang sedang terombang-ambing ditempa krisis?” ujar Awigra.

Untuk mengetahui semua itu, aktivis dari 15 daerah di Indonesia itu melakukan analisis media baik secara kualitatif maupun kuantitatif.  Perjalanan isu-isu pengadopsian hukum agama ke dalam hukum negara dinilai harus dibongkar dengan metode ilmiah yang rasional pula. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan jalan melakukan pemantauan media.

“Ada kritik bahwa media selama ini juga menjadi pemain yang juga punya kepentingannya sendiri,” ujar Awigra merujuk sejumlah nama media nasional.
Monitoring media ini menurut Nia Sjarifudin, Coordinator Organizing Committee ANBTI, akan diefektifkan selama setahun ini.

“Selain itu, jaringan ini juga perlu menguatkan konsolidasi di kelompok penganut kepercayaan yang makin terancam, seperti Kaharingan, Kajawen, dan lainnya,” ujarnya. Kelompok penganut kepercayaan ini terdiskriminasi karena tidak punya hak untuk dicatatkan dalam administrasi kependudukan.

http://www.thejakartapost.com/news/2009/04/03/antipluralist-sentiments-media-rise.html-0

Iklan

3 Tanggapan to "Sentimen Anti Keberagaman Dinilai Menguat"

hmmm…saya juga merasa tingkat kekerasan dingr ini juga kok smkn bertambah…apakah semua hrs diselesaikan dgn kekerasan?

Terlepas dari semua itu – hendaknya kita sebagai warga bisa membaca pesan tersirat dari semua gejala sosial ini.. agar senantiasa bisa memperkokoh persatuan.. this is purely politics..

yup.. kenapa ya orang sekitar kita sekarang ini jadi lebih mudah terprovokasi terutama karena alasan agama dan ras?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

slide

April 2009
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

RSS Bale Bengong

  • Coworking Indonesia Sukses Inspirasi Asia Tenggara
    Perkumpulan Coworking Indonesia genap berusia satu tahun pada 15 Agustus 2017. Coworking Indonesia diperkenalkan secara resmi pertama kali di Jakarta tahun lalu dihadiri oleh sejumlah pendiri dan pengurus, yang merupakan penggerak coworking space dari 8 kota di Indonesia. Coworking Indonesia memiliki peranan penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif […]
  • Saling Mendukung untuk Menguatkan Mental
    Oleh Angga Wijaya Hari masih pagi saat saya tiba di bangunan tua yang terletak di Jalan Hayam Wuruk Denpasar. Di halaman tampak dua pemuda sedang menyapu, sedangkan yang lain duduk di pelataran. Mereka layaknya orang normal. Namun tak banyak yang tahu bahwa mereka adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan […] The post Saling Mendukung untuk Menguatkan Men […]
  • Apakah Penerima Bantuan JKN Tepat Sasaran?
    Oleh Luh De Suriyani Bagaimana memastikan bantuan iuran JKN tepat sasaran?  Seorang perempuan muda 20-an tahun duduk bengong di dalam sal Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangli, Bali. Sudah semingguan ia dirawat setelah dibawa Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dari sekitar Terminal Ubung, Denpasar. Rini, sebut saja demikian saat itu […] The post Apakah Penerima […]
  • Tak Terdata Lagi Setelah Integrasi
    Teks Luh De Suriyani, Foto Wayan Martino Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) wajib mendapat jaminan kesehatan. Namun, hingga kini masih ada yang tak mendapatkan haknya setelah peralihan jaminan daerah ke nasional. Kenapa? I Kadek Awan, 39 tahun, dari kecil sampai dewasa nyaris selalu tinggal di rumah. Ia tercatat sebagai penduduk […] The post Tak Terdata Lagi […]
  • Upacara Bendera Tak Biasa di Nusa Penida
    Pemuda Batumulapan menggelar apel bendera dengan cara tidak biasa. Apa itu? Pada saat peringatan hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan Indonesia, sudah biasa kita melakukan apel bendera di tanah lapang atau tempat terbuka. Kalau Sekaha Teruna Eka Putra Desa Pakraman Batumulapan, Desa Batununggul, Kecamatan Nusa Penida punya cara berbeda. Pada peringatan […] The […]

Blog Stats

  • 125,078 hits
%d blogger menyukai ini: