kamarkecil

Perda Pemeliharaan Anjing di Bali

Posted on: April 29, 2009

Pemerintah Provinsi Bali dan stakeholder menggelar public hearing Rancangan Peaturan Daerah (Ranperda) Tentang Penanggulangan Rabies, di Kantor Gubernur, Kamis.

Dalam draft Ranperda ini untuk pertama kalinya Bali akan mengatur pemeliharaan hewan penular rabies (HPR) seperti anjing, kucing, dan kera.

Sosialisasi dihadiri juga oleh Bali Rabies Forum, koalisi LSM pemerhati binatang yang akan terlibat dalam penyusunan ranperda ini.

Dalam pasal 7, HPR yang berkeliaraan di jalanan akan ditangkap dan dimasukkan ke tempat penahanan dinas kabupaten/kota.

HPR yang ditahan, dapat dikembalikan ke pemiliknya dengan membayar biaya pemeliharaan selama penahanan. Apabila dalam waktu 3 kali 24 jam sesudah penangkapan tidak diambil pemiliknya maka disita.

HPR sitaan dapat diadopsi oleh peminat setelah mengganti biaya pemeliharaan selama dalam penahanan.

Namun, jika tak kunjung diadopsi, maka HPR dapat dimusnahkan. Prinsip pemusnahan ini disebutkan akan dilakukan sesuai kaedah kesejahteraan hewan.

“Masalah utama penanggulangan rabies di Bali adalah anjing-anjing yang diliarkan,” ujar IB Ketut Alit, Kepala Dinas Peternakan Bali yang memimpin forum sosialisasi.

Penularan rabies menurut Alit disebabkan tingginya mutasi dan lancarnya lalu lintas HPR masuk dan keluar Bali.

Selain itu dalam draft ranperda ini pemerintah mewajibkan pemilik HPR memiliki kartu registrasi yang dikeluarkan oleh Bupati atau Walikota.

Selain itu pemilik harus memvaksin hewan hewannya secara berkala, mengandangkan atau mengikat agar tak berkeliaraan di tempat umum.

Juga akan diatur ijin peredaran HPR untuk tujuan komersial, harus memiliki ijin usaha perdagangan dan ijin penampungan.

I Wayan Mudiarta, Manajer Operasional Yayasan Yudistira Swarga, yang concern dalam kesejahteraan anjing menyebut Ranperda ini isinya cukup ideal. Misalnya ide penampungan HPR sebelum dimusnahkan.

“Tempat penampungan tentu butuh biaya besar. Jangan sampai malah menjadi tempat yang menyengsarakan hewan,” ujarnya.

Yang perlu ditetapkan menurut Mudiarta adalah metode teknis pemusnahan dan vaksinasi.

Ahmad Yani, warga Ubung Kaja mengkritik penyimpangan eliminasi anjing. “Anak saya terus bertanya anjingnya yang dieliminasi karena lepas padahal sudah divaksinasi. Siapa yang bertanggung jawab dalam penyimpangan pelaksanaan teknis,” tanyanya dalam forum.

Sementara drh. Soeharsono, mantan penyidik penyakit hewan meminta perda tak hanya berlaku di atas kertas, seperti kebanyakan Perda lain.

Sebelumnya, ratusan ribu anjing di Bali yang sebagian besar diliarkan tidak diatur dalam aturan hukum. Pengaturan anjing dinilai penting setelah sedikitnya delapan orang meninggal setelah digigit anjing yang tertular rabies.
english version: http://www.thejakartapost.com/news/2009/04/24/bali-prepares-rabies-bylaw.html

Iklan

4 Tanggapan to "Perda Pemeliharaan Anjing di Bali"

Kayak gini ini enaknya anjing2 liar itu bisa cepat dimusnahkan.
Aku berdoa supaya mereka ga ada yang adopsi dalam waktu 3×24 jam. 😀 (subjektif berat)

Salah satu wujud kesadaraan warga dan pemerintah setempat adalah menjaga dan mengawasi penyebaran wabah dan potensi outbreak – sebuah langkah pendekatan yang bagus nih… this is an appropriate social/citizen responsibility indeed.

hmm, it such a long long time ago. please deh bun. diupdate dong. :p

Anjing” liar di pinggir jln yg bnyk mnyshkan para pengendara khususnya pengendara sepeda motor, hrusnya ditindaklanjuti.

Ya…..kayak di luar negeri sana….
Hihi……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

slide

April 2009
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

RSS Bale Bengong

  • Dek Alon Kembali Terpilih Memimpin Muntig
    Setelah dinyatakan lulus, Dek Alon melenggang bebas. Dek Alin menjabat sebagai Kelihan Banjar Dinas Muntig yang kedua kalinya. Sebelumnya, dia bertarung secara bermartabat dengan pesaingnya yaitu Ni Luh Putu Suparwati, istri calon anggota DPRD Kabupaten Karangasem. Mereka bertarung untuk memperebutkan satu kursi kepemimpinan untuk memimpin Banjar Muntig, Des […]
  • Ngiring, antara Pemberontakan Kultural dan Pelarian
    Semoga maraknya orang beragama bukanlah pelarian belaka. Makin sering kita lihat orang Bali berpakaian putih-putih dengan senteng atau kain yang dililitkan di pinggang berwarna poleng (belang) putih-hitam. Ada juga yang berpakaian mencolok dan berbeda dengan penampilan masyarakat pada umumnya. Mereka dengan atribut seperti itu sering dikatakan sebagai orang […]
  • Kalau Bisa Ditunda, Kenapa Buru-Buru Menikah?
    MBA adalah istilah lumrah sekitar 2006 silam. Waktu itu usia saya menginjak 24 tahun. MBA alias married by accident adalah istilah yang lumrah menjadi alasan orang menikah muda. Ini sampai menjadi standar dalam memilih jodoh di antara kawan-kawan saya. Kalimat khas yang masih membekas hingga kini adalah “coba dulu, baru […] The post Kalau Bisa Ditunda, Kenap […]
  • Seminar Konten Digital untuk Generasi Kreatif
    Ada lomba penyiar radio dan seminar nasional September ini. Komunitas Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOMIK) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana akan menggelar rangkaian kegiatan Communication Events (COMMET) 2017. Kegiatannya lomba penyiar radio dan seminar memproduksi konten digital. Rangkaian COMMET 2017 akan diawali dengan lomba […]
  • Warisan Puisi Gugatan dari Putu Vivi Lestari
    Bali pada pertengahan 1990-an sangat bergairah dengan kegiatan sastra dan teater. Penyair-penyair muda juga tumbuh semarak. Salah satu penyair muda yang sangat berbakat pada saat itu adalah Putu Vivi Lestari. Selain menulis puisi, dia juga aktif di Teater Angin SMA 1 Denpasar. Saat itu, bersama teman-temannya, dia rajin menghadiri acara-acara […] The post Wa […]

Blog Stats

  • 125,827 hits
%d blogger menyukai ini: