kamarkecil

AJI Denpasar Minta Pengusutan Kasus Kekerasan Wartawan

Posted on: Mei 31, 2009

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Denpasar menyatakan sikap agar mengintensifkan pengusutan kasus kekerasan wartawan. Hal ini diungkapkan dalam Konferensi AJI Kota Denpasar 2009, di Denpasar, Sabtu. Dalam acara ini terpilih Rofiqi Hasan, wartawan Tempo sebagai Ketua AJI Denpasar dan Ni Komang Erviani, kontributor The Jakarta Post untuk periode 2009-2012.

Rofiqi dan Erviani dipilih secara aklamasi setelah unggul suara dalam tahap pencalonan. Keduanya mendapat mandat untuk meningkatkan advokasi untuk kebebasan pers dan informasi yang bertanggung jawab, advokasi kekerasan pada jurnalis, dan penyalahgunaan etika media.

Ketua dan Sekretaris AJI Denpasar sebelumnya adalah Bambang Wiyono (wartawan NusaBali) dan M. Ridwan (wartawan Radar Bali).

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan saat penutupan Konferta, AJI juga meminta penghentian praktik pengaburan berita dan iklan, serta penyalahgunaan profesionalisme wartawan.

Sejumlah kasus kekerasan tahun ini dan masih berlangsung penyidikannya adalah kasus Pembunuhan AA Narendra Prabangsa, wartawan Radar Bali dan pemukulan oleh Paul Handoko pada fotografer Radar Bali Miftahudin Halim.

Setelah bekerja keras selama 100 hari, Polda Bali berhasil mengungkap misteri pembunuhan AA Prabangsa. AJI  berharap kerja keras itu akan berujung pada  penegakan keadilan sesuai dengan proses hukum serta bukti-bukti yang terungkap. “Selain itu,  kami mendesak polisi masih akan terus mengembangkan penyidikan kepada pihak-pihak yang terindikasi memiliki keterkaitan dengan kasus ini,” ujar Rofiqi Hasan.

AJI Denpasar  akan mengawal kasus ini agar kebenaran dapat ditemukan sehingga dapat menjadi pembelajaran terhadap publik dan kalangan jurnalis sendiri. Bahkan bila di  dalamnya terdapat hal-hal yang akan terasa pahit bagi kalangan jurnalis.

AJI memandang pembunuhan itu adalah upaya untuk menghalang-halangi kinerja jurnalis dalam menyajikan informasi yang dibutuhkan oleh publik sehingga harus dipandang sebagai faktor yang memberatkan bagi pelakunya.

“Mendesak kepolisian untuk mengungkap aktor intelektual yang terlibat, selain tersangka saat ini,” kata Nezar Patria, Ketua AJI Indonesia.

Selain itu, AJI Denpasar menyatakan meningkatnya kekaburan antara berita dan Iklan. AJI Denpasar juga mengingatkan kalangan pemilik dan pengelola media untuk jelas-jelas membedakan antara berita dan iklan.

Hal itu karena setiap iklan dipastikan hanya akan mewakili kepentingan sepihak dari pemasang iklan dan mengabaikan aspek-aspek kerja jurnalistik seperti akurasi dan keberimbangan. Setiap iklan yang dimuat di media dalam bentuk apapun semestinya harus diberi tanda khusus yang diketahui oleh masyarakat sebagai pembeda  dengan berita.

Forum Konferta memandang, kecenderungan untuk melakukan pengaburan batas antara berita dan iklan pada akhirnya akan melemahkan kepercayaan publik kepada media dan jurnalis. Apalagi bila kemudian profesi jurnalistik dipaksa untuk merangkap sebagai pencari iklan. Situasi itu mendorong terjadinya pelecehan terhadap profesi wartawan dan pelanggaran kode etik jurnalistik karena hilangnya independensi wartawan saat menulis berita.

Selain itu juga soal maraknya penyalahgunaan profesi wartawan. Seiring dengan isu kebebasan pers yang memberi kemudahan  bagi pendirian media dan menjalani profesi jurnalis, sejumlah pihak mendirikan media tanpa modal hanya berlatarbelakang kepentingan bisnis tanpa modal yang cukup untuk mensejahterakan wartawannya. Dampak buruknya sudah mulai kelihatan dengan kemunculan begitu banyak wartawan yang hanya menjadikan profesi ini sebagai modus mencari uang seringkali dengan melakukan tindak pemerasan.

Konferensi AJI Kota Denpasar merasa perlu untuk menyatakan keprihatinan atas situasi tesebut. Konferensi  menghimbau kalangan pemilik modal  untuk tidak menjadikan bisnis media hanya sebagai sarana untuk melakukan spekulasi bisnis tanpa idealisme serta kemampuan memberi kesejahteraan bagi wartawannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

slide

Mei 2009
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

RSS Bale Bengong

  • Dek Alon Kembali Terpilih Memimpin Muntig
    Setelah dinyatakan lulus, Dek Alon melenggang bebas. Dek Alin menjabat sebagai Kelihan Banjar Dinas Muntig yang kedua kalinya. Sebelumnya, dia bertarung secara bermartabat dengan pesaingnya yaitu Ni Luh Putu Suparwati, istri calon anggota DPRD Kabupaten Karangasem. Mereka bertarung untuk memperebutkan satu kursi kepemimpinan untuk memimpin Banjar Muntig, Des […]
  • Ngiring, antara Pemberontakan Kultural dan Pelarian
    Semoga maraknya orang beragama bukanlah pelarian belaka. Makin sering kita lihat orang Bali berpakaian putih-putih dengan senteng atau kain yang dililitkan di pinggang berwarna poleng (belang) putih-hitam. Ada juga yang berpakaian mencolok dan berbeda dengan penampilan masyarakat pada umumnya. Mereka dengan atribut seperti itu sering dikatakan sebagai orang […]
  • Kalau Bisa Ditunda, Kenapa Buru-Buru Menikah?
    MBA adalah istilah lumrah sekitar 2006 silam. Waktu itu usia saya menginjak 24 tahun. MBA alias married by accident adalah istilah yang lumrah menjadi alasan orang menikah muda. Ini sampai menjadi standar dalam memilih jodoh di antara kawan-kawan saya. Kalimat khas yang masih membekas hingga kini adalah “coba dulu, baru […] The post Kalau Bisa Ditunda, Kenap […]
  • Seminar Konten Digital untuk Generasi Kreatif
    Ada lomba penyiar radio dan seminar nasional September ini. Komunitas Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOMIK) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana akan menggelar rangkaian kegiatan Communication Events (COMMET) 2017. Kegiatannya lomba penyiar radio dan seminar memproduksi konten digital. Rangkaian COMMET 2017 akan diawali dengan lomba […]
  • Warisan Puisi Gugatan dari Putu Vivi Lestari
    Bali pada pertengahan 1990-an sangat bergairah dengan kegiatan sastra dan teater. Penyair-penyair muda juga tumbuh semarak. Salah satu penyair muda yang sangat berbakat pada saat itu adalah Putu Vivi Lestari. Selain menulis puisi, dia juga aktif di Teater Angin SMA 1 Denpasar. Saat itu, bersama teman-temannya, dia rajin menghadiri acara-acara […] The post Wa […]

Blog Stats

  • 125,827 hits
%d blogger menyukai ini: