kamarkecil

Gaya Kenalan Anak-anak Bali-Bronx

Posted on: Juli 21, 2009

Kiriman satu buah greeting books menjadi salam pembuka dari siswa Mont Hall 3, Bronx, New York untuk sekitar 200 anak-anak di Sanggar Anak Tangguh, Sukawati, Gianyar.

Belasan lembar surat perkenalan yang dijilid menjadi buku raksasa itu sangat menarik. Anak-anak Mont Hall memperkenalkan dirinya dengan gaya masing-masing, misalnya melalui hobi dan keluarga mereka. Anak-anak sekolah usia10-12 tahun ini menempelkan gambar, foto, dan ilustrasi dengan seni kolase.

“Helo Indonesia,” tulis mereka di halaman pertama. Dilanjutkan dengan perkenalan diri dan situasi sekolah mereka di Bronx.

Kemudian, secara berantai masing-masing siswa menulis surat yang kemudian discan dan dikirim by email.

Aldeen, siswa 11 tahun di Mont Hall 3, mencoba menggambarkan diri dan Bronx secara umum. “Mont Hall 3 at 450 St Paul’s Place. I am 11 years old but i am verry tall,” tulisnya.

“A like to sing, dance, and play soccer. I Go to school for six hours, 8.00-3.00 pm, how long do you go to school?”

“In New York, they have tall buildings, staves, and lots and lots of people. I dont really like living in New York but I have to. Sometime i feel like to running away. I dont really like going to school but I still manage to go. Do you like to go to school?” Aldeen asked.

Dialog multikultur juga coba digerakkan dengan memotivasi anak-anak menceritakan latar belakang keluarga mereka. Seperti diceritakan Debby Silva. “My family is from Dominican Republic, and I come from New York. As you can see I come from two culture and religion. Its fun to be from two cultures because you get twice the fun and activities,” said Debby, an 11 years old girls.

Ni Kadek Primantari membalas surat-surat itu dengan menceritakan soal tempat tinggal di daerah bengkel kerajinan seni di Bali. Lalu makanan kesukaannya di Bali seperti Lawar (seperti sayur cincang dicampur daging atau darah ayam), dan Be tutu (ayam kukus dengan bumbu pedas). “How your favorite food in Bronx? I hope you come to Bali,” tulis Primantari.

“Selain surat, saya akan berusaha mengirim email, karena sekarang saya baru belajar membuat email,” ujar Primantari ketika sedang belajar komputer dan internet.

Primantari mengaku tak menyangka bisa punya teman dari Amerika, walau hanya lewat korespondensi. “Ini pengalaman pertama saya mengirim surat, sekalian belajar Bahasa Inggris,” ujarnya.

I Komang Adiartha, pembimbing Sanggar Anak Tangguh mengaku program korespondensi ini membuat motivasi belajar dan berkomunikasi anak-anak di desa ini meningkat pesat. Program ini menjadi salah satu yang disenangi saat liburan sekolah.

“Penyampaian gagasan dan berpendapat tak dilatih di sekolah. Jika menulis surat mereka jadi terbiasa menumpahkan isi hatinya dan penilaian terhadap kondisi lingkungan, seperti rumah dan sekolah,” tambah Adiartha.

Komunikasi dengan anak-anak Mont Hall, Bronx difasilitasi oleh Maryani, seorang guru disana. Ia seorang warga negara Amerika yang bapaknya seorang Indonesia.

Iklan

2 Tanggapan to "Gaya Kenalan Anak-anak Bali-Bronx"

Teringat jaman masih SMP ikut IYS (International Youth Service) sejenis layanan “Sahabat Pena’.. dimana teman-teman satu kelas akhirnya menjadikan saya sebagai sekertaris untuk urusan korespondensi dengan para sabahat pena dari Swedia dllsb.. sing penting mereka dapet foto dari mereka dan minita diterjemahkan si surat surat yang masuk itu.. seru!

Dialog multi-kultur sejak dini seperti ini adalah pondasi awal yang menyambung kesefahaman hidup berdampingan secara global.. turut mendukung program semacam ini dan silahkan juga tengok program pertukaran pelajar serupa di http://www.lajf.org

Salam hangat dari afrika barat!

makasih infonya… sangat bermanfaat.. tak tunggu kunjungan baliknya.. thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

slide

Juli 2009
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

RSS Bale Bengong

  • Coworking Indonesia Sukses Inspirasi Asia Tenggara
    Perkumpulan Coworking Indonesia genap berusia satu tahun pada 15 Agustus 2017. Coworking Indonesia diperkenalkan secara resmi pertama kali di Jakarta tahun lalu dihadiri oleh sejumlah pendiri dan pengurus, yang merupakan penggerak coworking space dari 8 kota di Indonesia. Coworking Indonesia memiliki peranan penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif […]
  • Saling Mendukung untuk Menguatkan Mental
    Oleh Angga Wijaya Hari masih pagi saat saya tiba di bangunan tua yang terletak di Jalan Hayam Wuruk Denpasar. Di halaman tampak dua pemuda sedang menyapu, sedangkan yang lain duduk di pelataran. Mereka layaknya orang normal. Namun tak banyak yang tahu bahwa mereka adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan […] The post Saling Mendukung untuk Menguatkan Men […]
  • Apakah Penerima Bantuan JKN Tepat Sasaran?
    Oleh Luh De Suriyani Bagaimana memastikan bantuan iuran JKN tepat sasaran?  Seorang perempuan muda 20-an tahun duduk bengong di dalam sal Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangli, Bali. Sudah semingguan ia dirawat setelah dibawa Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dari sekitar Terminal Ubung, Denpasar. Rini, sebut saja demikian saat itu […] The post Apakah Penerima […]
  • Tak Terdata Lagi Setelah Integrasi
    Teks Luh De Suriyani, Foto Wayan Martino Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) wajib mendapat jaminan kesehatan. Namun, hingga kini masih ada yang tak mendapatkan haknya setelah peralihan jaminan daerah ke nasional. Kenapa? I Kadek Awan, 39 tahun, dari kecil sampai dewasa nyaris selalu tinggal di rumah. Ia tercatat sebagai penduduk […] The post Tak Terdata Lagi […]
  • Upacara Bendera Tak Biasa di Nusa Penida
    Pemuda Batumulapan menggelar apel bendera dengan cara tidak biasa. Apa itu? Pada saat peringatan hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan Indonesia, sudah biasa kita melakukan apel bendera di tanah lapang atau tempat terbuka. Kalau Sekaha Teruna Eka Putra Desa Pakraman Batumulapan, Desa Batununggul, Kecamatan Nusa Penida punya cara berbeda. Pada peringatan […] The […]

Blog Stats

  • 125,078 hits
%d blogger menyukai ini: