kamarkecil

Perempuan dengan Kanker Serviks di Bali Meningkat

Posted on: September 16, 2009

Risiko kematian perempuan di Bali akibat kanker leher rahim atau kanker serviks makin meningkat. Kini, angka kematiannya dua kali dibanding angka kematian ibu di Indonesia.

Prof dr I Ketut Suwiyoga, Kepala Instalasi Kebidanan dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana di Rumah Sakit Sanglah mengatakan insiden kematian akibat kanker serviks di Bali adalah 150 orang per 100 ribu penduduk. Atau sekitar 5000 orang. Sementara angka kematian ibu sekitar 82 orang per 100 ribu penduduk.

“Sebanyak 85% di antara pengidap kanker serviks meninggal karena sudah stadium invasif. Virus sudah menyebar karena terlambat dideteksi,” ujar Suwiyoga, Jumat. Jika virus telah menginvasi tubuh, akan menyebar ke pembuluh limfa dan darah yang mengakibatkan bengkak kaki serta nyeri.

Hanya 15% pengidap yang terdeteksi terpapar human papilloma virus (HPV), penyebab kanker serviks di Bali. “Sayangnya, kanker serviks ini jarang diketahui perempuan,” keluhya. Juga tidak ada regulasi khusus dari pemerintah mengenai ini. Rata-rata usia penderita adalah 42 tahun.

Tingginya angka kematian, menurut Suwiyoga karena HPV menyebar tanpa gejala. Tidak panas atau nyeri, bahkan tidak menimbulkan pendarahan. Kecepatan penyebarannya sangat tergantung kekebalan tubuh perempuan.

Gejala awalnya hanya keputihan, yang dianggap biasa perempuan. Penelitian terakhir di Indonesia pada 2004 menyebutkan dari 20 ribu perempuan yang dievaluasi, sebnayak 55% yang terpapar HPV. “Faktor geografis tak mempengaruhi, merata di perkotaan dan pedesaan. Di perkotaan malah lebih buruk karena ditambah penyakit akibat jamur dan bakteri lain,” kata Suwiyoga.

HPV menular melalui hubungan seksual. Sifat virus ini yang seperti reseptor, mengakibatkan sangat mudah muncul jika ada perlukaan di serviks. Misalnya aktivitas coitus.

Secara umum, kondisi immune perempuan Bali juga menurut Suwiyoga kurang baik hingga mengakibatkan rentannya terpapar HPV.

“Selama 30 tahun perang lawan kanker serviks di Bali, saya tak pernah menang,” ujar Suwiyoga.

Karena itu, upaya kini difokuskan di pencegahan dan pengobatan lesi kanker (pra kanker). Bekerja sama dengan Medical Center of Leiden University di Belanda, sebuah program See and Treat diluncurkan sejak 2007.

Targetnya penyuluhan perempuan dan menemukan virus pra kanker. Metode sederhana yang dipakai adalah tes asam dengan terapi IVA.

Sejak 2007, sebanyak 3061 orang (80%) tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, bidan di sleuruh kabupaten di Bali telah dilatih. Sebanyak 63.404 (66%) orang mendapat penyuluhan, dan lebih dari 21 ribu perempuan (60% dari target) mendapat pelayanan terapi awal pra kanker.

Namun program pencegahan masih mendiskriminasikan perempuan yang belum menikah. Mereka tidak masuk kelompok penjangkauan dan tidak mendapat pelayanan di RS Sanglah. Suwiyoga mengakui hal ini karena regulasi pemerintah.

“Ironisnya, semakin banyak remaja yang berhubungan seks sebelum menikah dan berisiko kena HPV juga,” ujarnya.

Data survei Kisara Youth Clinic di Denpasar per September ini menyebut sekitar 11% remaja usia 14-17 tahun di Denpasar telah melakukan seks pra nikah.

Selain tak menjangkau remaja, peningkatan kasus HPV di Bali juga karena sulitnya meminta perempuan untuk tidak malu memperlihatkan alat kelamin pada petugas kesehatan.

“Puluhan tahun menjadi bidan, masalah utama selalu sulit mengajak perempuan ke ruang pemeriksaan,” ujar Alit Ardani, seorang bidan yang kini bertugas di program See and Treat.

Selain itu, sebagain besar perempuan merasa tak terancam dengan kanker serviks karena jarang mendengar ada yang meninggal. “Kasus kematian perempuan akibat kanker ini jarang dibuka ke publik, jadi banyak perempuan tak pernah mendengar,” kata Alit.

Iklan

6 Tanggapan to "Perempuan dengan Kanker Serviks di Bali Meningkat"

salam kenal

hihihihi kangker sangat mengerikan….
semoga kita bisa menjaga kesehatan kita, karena mencegah lebih baik..

salam dari jogja

salam dari bali

Berarti budayakan pap-smear untuk wanita yang telah menikah gitu ya mbok?

Stadium awal penyakit ini katanya bisa disembuhin dengan baik.

iya, katanya begitu. Tapi tak hanya menikah tapi yg sudah pernah berhubungan seks juga. Sayang, banyak klinik yang tak bersedia memberikan pelayanan jika blum menikah. payah!

kenapa bali, mbak? ada alasan medisnya?

eh, kata dokternya ga cuma di Bali. Berdasarkan riset terakhir, kata dr suwiyoga, kanker ini tak memandang demografi. Hampir di semua tempat di Indonesia merata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

slide

September 2009
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

RSS Bale Bengong

  • Transisi King Of Panda di “Desember”
    Transisi “Desember” King of Panda pada Desember ini. Transisi, itulah yang dialami King Of Panda band pop-punk asal Bali. Semenjak album Me Vs Space Army (2010) dirilis dan membuat King Of Panda menyabet penghargaan sebagai Band Pendatang Baru Terbaik (ICEMA Award 2010).  King Of Panda akhirnya memperkenalkan single baru yaitu Desember. King […] The post Tra […]
  • Leak Sanur dan Mike Marjinal Bersih Pantai
    Solidaritas komunitas di Bali dan Mike Marjinal dari bersih pantai dan konser himpun donasi kemanusiaan bagi pengungsi  erupsi Gunung Agung. Bertempat di Pantai Karang – Sanur,  Kamis sore, 14 Desember 2017 Komunitas Cank Nak Bali Nolak Reklamasi – Leak Sanur melakukan kegiatan beach cleanup, membersihkan pantai dari sampah-sampah terutama sampah […] The pos […]
  • Uniknya Pura di Nusa Penida Berbentuk Candi Jawa
    Arsitektur masa lalu merupakan hasil karya mutakhir pada masanya. Begitu pula dengan bangunan Pura Prajepati di Batununggul, Nusa Penida, Klungkung. Uniknya, pura ini tidak biasa pada umumnya lebih besar menjulang tinggi berbentuk candi ala Jawa. Pura itu terletak samping pojok utara Lapangan umum Sampalan, Desa Pakraman Dalem Setra Batununggul. Keunikan […] […]
  • Mt Agung awakening: an environmental stress relief
    The threat of a Mt Agung volcano eruption in Bali has made the headlines worldwide, creating a sense of fear leading to trip cancellations. Better say it first, it is relatively safe to visit Bali. If an eruption would happen, only a small part of the island would be impacted […] The post Mt Agung awakening: an environmental stress relief appeared first on B […]
  • Kampanye Anti Kekerasan Lewat Enam Belas Film Festival
    Film menjadi salah satu media kampanye antikekerasan. Enam Belas Film Festival Bali yang diselenggarakan YLBHI-LBH Bali bekerja sama dengan Enam Belas Film Festival telah diselenggarakan selama satu minggu di Denpasar dan Badung. Festival ini dibuka pada Sabtu, 2 Desember 2017 lalu oleh Direktur YLBHI-LBH Bali, Dewa Putu Adnyana, S.H., bertempat […] The post […]

Blog Stats

  • 128,237 hits
%d blogger menyukai ini: