kamarkecil

Potong Gigi Massal

Posted on: September 29, 2009

potong gigi massal1-1
Sebanyak 135 orang mengikuti upacara mepandes (potong gigi) secara bersamaan di kantor Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali, Minggu, Denpasar.

Mereka berasal dari berbagai usia seperti remaja, ibu rumah tangga dan lintas strata sosial. Sedikitnya empat orang berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Untuk kali pertama PHDI Bali mengadakan potong gigi massal yang dikhususkan untuk warga miskin ini. Pendanaan diberikan Bank BNI Kantor Wilayah VIII sebesar Rp 70 juta rupiah melalui program corporate social responsibility (CSR).

Sejak jam 7 pagi, ratusan peserta potong gigi telah berkumpul di kantor PHDI untuk registrasi ulang. Kemudian mereka berjalan kaki ke kampus Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Bali, lokasi start mapeed atau berjalan beriringan menuju lokasi upacara, sekitar 100 meter.

Tiba di lokasi, sejumlah panitia memulai proses ritual kewajiban orang tua Hindu Bali ini. Misalnya madengen-dengen (natab), dan ngekeb (berdiam diri)

Satu per satu peserta kemudian dipanggil dengan pengeras suara menuju bale tempat mepandes. Tiap kloter 10 orang, yang dikerjakan masing-masing satu sangging. Sangging melakukan prosesi mengasah gigi dengan cepat, sehingga semua peserta usai mepandes kurang dari 3 jam.

Wajah-wajah ceria didampingi keluarganya tidur berjejer di bale yang telah disiapkan dengan bantal dan tikar.

“Untuk pertama kali PHDI mengadakan potong gigi massal ini karena banyak keluarga yang tidak mampu melakukannya sendiri,” ujar Made Raka Santeri, Ketua Panitia pelaksana dari PHDI Bali.

Raka menyebut banyak orang yang sudah menikah dipersilakan ikut serta karena belum mampu melakukannya ketika remaja. “Potong gigi sebaiknya dilakukan sebelum menikah untuk mengurangi sifat buruk menuju pernikahan. Namun kita tak bisa menutup mata, banyak yang terkendala dana,” jelasnya.

Selain membebaskan biaya, PHDI dan BNI juga memberikan kain putih dan kuning sebagai seragam upakara dan biaya transport untuk peserta dari luar Denpasar.

Kaspar Kardjasa, Ketua Panitia dari BNI mengatakan pihaknya akan memfasilitasi potong gigi massal ini untuk tahun-tahun berikutnya. “Ternyata banyak warga yang kesulitan melakukan upacara agama. Kami berharap ini bisa membantu,” ujarnya.

Sebelumnya, BNI melalui program CSR telah melakukan khitan atau sunat massal.

Salah seorang peserta, Ni Ketut Gandriasih, 35 tahun mengaku lega akhirnya bisa potong gigi walau telah menikah dan punya empat anak. “Dulu orang tua katanya tidak punya biaya,” ujarnya didampingi suaminya.

Gandriasih merasa malu juga walau ia tak sendiri yang sudah menikah dalam rombongan potong gigi massal ini.

English version: http://www.thejakartapost.com/news/2009/09/28/mass-teeth-filing-ritual-hindus.html-0

Iklan

2 Tanggapan to "Potong Gigi Massal"

cerdas….:D

Acara yang sangat bagus, saya sebagai umat hindu merasa bangga akan acara ini karena menepis anggapan kebanyakan orang bahwa hindu itu mahal dan rumit, padahal yang membuat rumit itu kan manusianya yang manambahkan adat di dalam agama. Saya sebagai salah seorang umat hindu ingin sekali ikut dalam acara ini bagaimana ya acaranya. Bukan masalah gratis atau tidaknya tapi masalah kebersamaan dan pengesahan yang notabene yang mengadakan Parisada Hindu Dharma. Dimintai biaya pun tidak apa-apa asal relevan dan inti dari upacara tersebut terpenuhi. Saya menunggu artikel2 selanjutnya mengenai agama hindu terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

slide

September 2009
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

RSS Bale Bengong

  • Dek Alon Kembali Terpilih Memimpin Muntig
    Setelah dinyatakan lulus, Dek Alon melenggang bebas. Dek Alin menjabat sebagai Kelihan Banjar Dinas Muntig yang kedua kalinya. Sebelumnya, dia bertarung secara bermartabat dengan pesaingnya yaitu Ni Luh Putu Suparwati, istri calon anggota DPRD Kabupaten Karangasem. Mereka bertarung untuk memperebutkan satu kursi kepemimpinan untuk memimpin Banjar Muntig, Des […]
  • Ngiring, antara Pemberontakan Kultural dan Pelarian
    Semoga maraknya orang beragama bukanlah pelarian belaka. Makin sering kita lihat orang Bali berpakaian putih-putih dengan senteng atau kain yang dililitkan di pinggang berwarna poleng (belang) putih-hitam. Ada juga yang berpakaian mencolok dan berbeda dengan penampilan masyarakat pada umumnya. Mereka dengan atribut seperti itu sering dikatakan sebagai orang […]
  • Kalau Bisa Ditunda, Kenapa Buru-Buru Menikah?
    MBA adalah istilah lumrah sekitar 2006 silam. Waktu itu usia saya menginjak 24 tahun. MBA alias married by accident adalah istilah yang lumrah menjadi alasan orang menikah muda. Ini sampai menjadi standar dalam memilih jodoh di antara kawan-kawan saya. Kalimat khas yang masih membekas hingga kini adalah “coba dulu, baru […] The post Kalau Bisa Ditunda, Kenap […]
  • Seminar Konten Digital untuk Generasi Kreatif
    Ada lomba penyiar radio dan seminar nasional September ini. Komunitas Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOMIK) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana akan menggelar rangkaian kegiatan Communication Events (COMMET) 2017. Kegiatannya lomba penyiar radio dan seminar memproduksi konten digital. Rangkaian COMMET 2017 akan diawali dengan lomba […]
  • Warisan Puisi Gugatan dari Putu Vivi Lestari
    Bali pada pertengahan 1990-an sangat bergairah dengan kegiatan sastra dan teater. Penyair-penyair muda juga tumbuh semarak. Salah satu penyair muda yang sangat berbakat pada saat itu adalah Putu Vivi Lestari. Selain menulis puisi, dia juga aktif di Teater Angin SMA 1 Denpasar. Saat itu, bersama teman-temannya, dia rajin menghadiri acara-acara […] The post Wa […]

Blog Stats

  • 125,827 hits
%d blogger menyukai ini: