kamarkecil

Galungan Sunyi di Pulau Menjangan

Posted on: Oktober 20, 2009

rusa-menjangan-1

Dua ekor rusa (cervus timorensi) atau menjangan sedang berdiri dengan tenang di dalam Pura Taman Kelenting Sari, Pulau Menjangan, Buleleng, Rabu (14/10). Dua rusa jantan sebesar kuda poni ini seperti penjaga pura. Tanduknya tinggi dan kokoh. Mereka adalah tuan rumah di pulau ini.

Para rusa hanya mengamati ketika sejumlah pengunjung menaruh sesajen di tugu-tugu persembahan, menghidupkan dupa, sampai memulai persembahyangan di Hari Raya Galungan itu. Kehadiran kedua rusa liar ini membuat pengunjung pura terhibur.

“Mereka penjaga pulau ini. Kita harus menghormatinya,” ujar Ni Nengah Ariani, salah satu warga Denpasar. Ariani memberikan buah-buahan dari sesajen usai persembahyangan. Kedua rusa melahap buah-buahan itu dengan cepat.

Selain Pura Taman, ada sejumlah pura besar lainnya yang dikunjungi rombongan Ariani. Ada jalan setapak yang memandu pengunjung ke deretan pura-pura dan tempat pemujaan di pulau ini. Misalnya Pesraman Kebo Iwa, Pendopo Agung Dalem Patih Gadjah Mada, dan Pura Segara Giri.

Selain Ariani, ada sejumlah rombongan yang berpakaian adat lainnya. Di sepanjang jalan setapak pohon-pohon mengering, tanah berwarna cokelat dan sangat keras. Hanya burung camar di pesisir laut yang menemani perjalanan pengunjung.

Penjaga pura mengatakan sudah enam bulan ini Pulau Menjangan kering tanpa setitik pun hujan. Berbeda dengan sejumlah tempat di Pulau Bali, yang berjarak sekitar 30 menit menggunakan perahu bermotor sebelah timurnya. Beberapa kali Denpasar hujan deras namun cepat berganti dengan panas terik.

“Beberapa rusa menyeberang lautan ke Pulau Bali karena tanaman kering dan rusa sulit mendapat makanan disini,” ujar Jero Mangku Gede Sarjana, salah seorang pengelola pura yang berjaga hampir tiap hari di Pulau Menjangan. Ia mengatakan ada sekitar 80 ekor rusa yang bertahan hidup di pulau saat ini.

Sarjana harus bolak-balik menyeberang tiap hari karena ditunjuk melakukan pemujaan di Pura Segara Giri, Pulau Menjangan. Ia tinggal di Desa Sumber Klampok, yang dekat dengan Menjangan.

Sarjana hanya menginap di pura jika ada upacara besar selama berhari-hari. “Tidak boleh ada yang tinggal dan membuat rumah di pulau ini,” katanya. Pulau Menjangan memang termasuk teritori Taman Nasional Bali Barat (TNBB), hutan lindung yang dikelola negara.

Hingga kini, Pulau Menjangan masih terlindungi dari pihak yang ingin membuat fasilitas wisata. Berbeda dengan daratan daerah TNBB lain yang tak bisa steril dari rambahan investor pariwisata.

Sarjana ingin Menjangan tetap steril dari penduduk, perumahan, pondok wisata, atau warung-warung makanan. “Biarkan hanya rusa yang hidup tenang disini. Jangan diganggu dengan kegiatan manusia kecuali persembahyangan,” pintanya.

Sementara I Wayan Yasa, warga adat yang menjadi sopir perahu motor mengatakan desa adat kerap memonitor pulau dan perairan Pulau Menjangan . “Pecalang (personil keamanan adat) beberapa kali patroli laut untuk memonitor perairan dan Pulau Menjangan. Desa adat yang harus aktif menjaga lingkungan,” katanya.

Yasa mengaku pernah ikut patroli. Desa Adat Sumber Klampok yang mengelola Taman Wisata Labuan Lalang, lokasi penyeberangan ke Menjangan. Petugas kemanan adat juga melakukan patroli untuk mencegah pengebom ikan dan karang yang mengancam ekosistem laut.

Pulau Menjangan adalah salah satu dari beberapa pulau kecil yang termasuk Provinsi Bali. Lainnya adalah Pulau Nusa Penida, Nusa Lembongan, Nusa Ceningan, dan Pulau Serangan yang kini sudah menyatu dengan daratan karena direklamasi.

Luasnya sekitar 6000 hektar. Karena steril dari aktivitas manusia, perairan Menjangan relatif bersih dari limbah, sehingga karang-karang terlihat di dasar laut dangkal demikian juga ikan-ikan hias.

Tak heran beberapa rombongan turis yang menyelam atau snorkeling sangat mudah dijumpai di beberapa titik. Mereka menggunakan jasa perahu-perahu bermotor yang dikelola desa adat.

Labuan Lalang di Taman Nasional Bali Barat dapat dicapai baik dari Kota Denpasar maupun dari Pelabuhan Gilimanuk. Dari Denpasar melalui Tabanan jaraknya sekitar 135 kilometer. Sementara dari Gilimanuk sekitar 15 kilometer.

5 Tanggapan to "Galungan Sunyi di Pulau Menjangan"

[…] juga bersiap-siap memberikan dukungan spiritual. Hehe.. Anggota BBC seperti dr Oka, Gus Tulank, Lode, Bani, Arie, Yanuar, Mas Tri, Bowo, dan John sudah ngumpul di stand Sloka Institute, yang lagi ikut […]

keknya bagus ya tempatnya 🙂 …. BTW kapan kapan mungkin bisa cerita adat istiadat sewaktu merayakan Galungan. Orang luar Hindu taunya Nyepi ajah 🙂

belum sempat ke menjangan….
suatu saat pasti ke sana 🙂

didut: wah menarik jg ya nulis soal galungan
ketut: ndak ada pungli at all bli…

wah, jd inget dulu pernah kesana..
tempatna bener2 bagus, lautna indah, tapi panass…
ngga kebayang kesana pake kebaya+kamen, hehehe..

keren2!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

slide

Oktober 2009
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

RSS Bale Bengong

  • Peluncuran Album Relung Kaca Berlangsung Meriah
    Sasana Budaya Buleleng terlihat pecah. Tadi malam ratusan krama di Kota Singaraja, Buleleng memadati wantilan tersebut. Peluncuran album bertajuk Pang Ping Pung dari band folk Relung Kaca mampu menarik animo masyarakat untuk hadir. Warga, musisi, dan aktivis menyanyi bersama mereka. Pada sore hari sebelum acara peluncuran album, mereka mengikuti kegiatan ber […]
  • Kelas Spesial Merayakan Lima Tahun Akber Bali
    Mari merayakan menjadi relawan dalam Kelas 55. Desember 2011, Akademi Berbagi (Akber) Bali lahir dan hadir di tengah kita semua. Desember 2016, Akademi Berbagi Bali masih tetap hadir hingga kelas ke-53. Mari merayakan lima tahun Akber Bali bersama pendiri dan kepala sekolahnya. Januari 2017, kami memilih bulan pertama di tahun baru untuk merayakannya bersama […]
  • Langgam Keroncong Bentara: Orkes Soneta Bali
    Agenda Langgam Keconcong Bentara kembali datang. Grup yang akan tampil adalah Orkes Keroncong Soneta Bali, sebuah grup keroncong yang juga aktif dalam Komunitas Pecinta Keroncong (KPK) Bali. Pertunjukan akan berlangsung Kamis besok di Bentara Budaya Bali, Ketewel, Gianyar. Paguyuban Keroncong yang dipimpin Supardi Hadiwiyono ini rutin berlatih dan mengisi ac […]
  • Bagi Relung Kaca, Lirik Lagu adalah Senjata
    Kreativitas seni anak muda Bali semakin menggeliat. Kali ini datang dari utara Bali tepatnya Singaraja. Tiga anak muda yang tergabung dalam band Relung Kaca akan meluncurkan album perdana bertajuk Pang Ping Pung. Album yang berisi peringatan tentang lingkungan di Bali. Band Relung Kaca terdiri dari Aristiana Jack pada vokal dan gitar, Konot pada vocal dan gi […]
  • Band ultrAwide Luncurkan Single Pertama di Bali
    Band pendatang baru dari Jakarta melepas single pertama mereka. Bertajuk Through The Rain, setelah sebelumnya dirilis pertama di Jakarta, pada Jumat (13/1) malam, lagu ini pun ditampilkan di Old’s Man, Canggu, Kuta Utara, Bali. Dari Bali, selanjutnya mereka akan tampil di kota-kota lain. Ya, untuk kali kedua peluncuran single pertama mereka, trio dengan genr […]

Blog Stats

  • 119,027 hits
%d blogger menyukai ini: