kamarkecil

Bangganya Menteri kita Punya Saloon

Posted on: Januari 2, 2010

Tak sengaja nonton tayangan berita di Trans 7 tentang uji coba wartawan pake mobil baru menteri. Dua menteri yang menurut aku harusnya paling punya rasa empati dan kemanusiaan, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar dan Menteri Agama Surya Darma Ali, malah memperlihatkan kesombongan semu atas mobil yang katanya seharga 1,3 milyar itu.

“Pantas dong menteri dapat penghargaan dengan mobil ini. Itu penghargaan negara pada kami. Kalau mobil bagus kan sangat membantu kerja kita,” begitulah kira-kira komentar salah seorang menteri di atas.

Siapa yang menghargai siapa? Emang negara pernah minta persetujuan kita untuk mobil seharga pendapatan lebih dari 2000 pekerja dengan UMR kurang dari Rp 600 ribu itu?

Lalu, jika itu atas nama negara, rakyat juga yang harus menanggung pertamax, biaya cuci, sopir, perawatan, dempul kalo tergores, dan lainnya yang belum sama sekali dipublikasikan… Entahlah, apakah kita kuat nafas kalau semua biaya itu dijabarkan.

Sementara Menag dengan lugunya berpose di sebelah mobilnya dan dijepret banyak wartawan. Tak kalah dengan atlet F1 ketika menyongsong balapan baru. Tapi pose ini mungkin diminta wartawan. Tapi kok mau? Pose pak menteri sungguh membuat dada saya sesak. Menyakitkan. Apalagi komentar-komentarnya. Nyaman pak? “Nyaman sekali.”

Wartawan TV7 yang mencoba mobil itu memperlihatkan isi mobil yang membuat menteri-menteri baru kita girang kepalang. Ndak usah ditambahin, girang di atas penderitaan rakyat. Kalimat ini bagi menteri kita barangkali udah basi. Tak lagi bermakna.

Ada kulkas di balik jok kulit kursi. Ada monitor dengan huruf2 kanji Jepang. Si Saloon memang impor Jepang. Tak ada huruf latin atau teks inggris yang kulihat di petunjuk monitor. Wah, hebat dong semua sopir dah bisa baca teks kanji ya?? Monitor pintar tapi tak ngerti yang diinstruksikan, piye jadinya ya?

Trus ukuran mobil juga besar, isinya cuma 1 orang. Yang jelas, ndak mungkin berani lewat di jalan yang macet atau masuk kawasan jalan pasar. Takut kesenggol gerobak. Kalau begitu logikanya, bagaimana mobil mewah memberi jaminan menteri bekerja lebih baik? Wong kalau di mobil itu sama saja ndak tau macet, semrawutnya jalan pasar, gepeng. Dengan mesin 3000 cc, apakah cocok dengan jalanan Jakarta yang tak pernah lengang?

Senin, 28 Desember 2009 | 11:15 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II mulai mengenakan mobil dinas baru yang mentereng seharga Rp 1,3 miliar. Mobil dengan merek Crown Royal Saloon ini menggantikan Toyota Camry yang telah menemani para menteri KIB selama lima tahun.
Mobil dinas ini terlihat digunakan oleh sejumlah menteri jajaran menteri perekonomian saat mengggelar rapat terbatas di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (28/12/2009) pagi ini.
Bahkan, berdasarkan sumber, beberapa menteri kabinet sudah mulai memakainya sebelum perayaan Natal atau beberapa pekan lalu. Pagi ini, mobil berkapasitas mesin 3000 cc yang merupakan generasi terbaru dari jajaran jenis Toyota Crown itu tampak diparkir berjajar di halaman Gedung Menko Perekonomian. “Kalau mobil baru itu pasti enak. Semua mobil baru pasti enak. Namun, kalau dibandingkan dengan Camry baru, masih bagus Camry baru. Terus AC-nya kurang dingin,” tutur seorang sopir pribadi menteri.

Iklan

8 Tanggapan to "Bangganya Menteri kita Punya Saloon"

Hah…, kalau sudah ketinggian susah melirik yang di bawah.

waa ha ha…. sepertinya Pak Menteri kena jebakan batman wartawan karena terlena dengan apa yang didapat….

Kadang kita juga perlu melihat sisi éntitlements yang berlaku untuk sekelas pejabat negara setingkat menteri.. bagi kebanyakan pejabat dari negara dunia ketiga, umumnya seperti ini, sama dengan mereka di negeri si bau kelek ini 😀

Meski jalan rusak, tetap saja mereka ngotot dengan Mercedes S-Classnya, kondisinya lebih ironis.. sense of crisisnya masih rendah, namun demikian, mari kita cermati bahwa dengan éntitlements mobil baru dan berbagai tunjangan negara ini, istilah “pay per performance”harus sesuai agar tidak –> berat di bungkus! 😀

Salam hangat dari afrika barat!…

setuju komandan. masalahnya sopo sing mengevaluasi kinerja menteri??? enak kali di indonesia.

kenapa nggak pake mobil murah aja (xenia, avanza, jazz, city, baleno, dll), terus kan dapet sisa uang, bagikan deh ke masyarakat yg kurang mampu.. ah tapi mungkin gampang ngomongnya aja, hhe

nona, kita emang lebih pinter kok dari mereka

nona, kita emang lebih pinter kok dari mereka

untung saya ga bisa naek mobil…jdi ga bisa dibego2in wartawan*fiuhh…*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

slide

Januari 2010
S S R K J S M
« Des   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

RSS Bale Bengong

  • 10 Scene Terbaik Nokas di Balinale 2017
    Akhir September kemarin, sebuah festival film tahunan kembali digelar di Bali. Tahun ini Balinale International Film Festival ke-11 mempersembahkan 108 Film dari 42 Negara. Ada 29 Film Asia, baik fiksi maupun juga dokumenter diputar selama festival di Cinemaxx Theatre, Lippo Mall, Kuta itu. Salah satu dokumenter Asia yang masuk dalam […] The post 10 Scene Te […]
  • AWAL: Nasib Manusia, yang Absen dari Kepulangan Sang Eksil
    Balinale kesebelas memutar beragam film mancanegara dengan genre cukup variatif. Film-film Indonesia yang dihadirkan mengangkat tema seputar orang-orang terpinggirkan dan kisah-kisah yang tidak banyak dibicarakan. Mulai dari Ziarah (BW Purba Negara, 2016), Nokas (Manuel Alberto Maia, 2016), hingga Awal : Nasib Manusia (Gilang Bayu Santoso, 2017). Pada 30 Sep […]
  • Hush: Perempuan dan Seks dalam Kegelisahan yang Sama
    “721000 sexual crimes were committed against women last year alone. Sexual violation can happen to anyone, anywhere...” Kasus kekerasan seksual pada perempuan dan anak menjadi lead HUSH, film karya kolaborasi Djenar Maesa Ayu dengan Kan Lume, sutradara asal Singapura. Isu yang cukup relevan hingga hari ini. Apalagi melihat maraknya kasus […] The post Hush: P […]
  • Saat Bunga Bermekaran di Jalan Pulau Bali
    Ada pemandangan lain pada Juli-Oktober di Pulau Bali. Terlihat warna-warni bunga bermekaran di sepanjang jalan protokol seperti berasa di taman. Warna merah, ungu, dan kuning menyejukkan mata walau berada di tengah kemacetan sekalipun. Semua ini tak lepas dari usaha Pemerintah Provinsi Bali menjadikan pulau ini clean and green, bersih dan […] The post Saat B […]
  • Minikino Dekatkan Film Pendek dengan Anak-anak
    Kebanyakan anak SD mungkin tak pernah membayangkan untuk membuat sebuah film. Mungkin mereka hanya menonton di televisi, atau sebagian lain punya kesempatan lebih untuk menonton film di bioskop. Namun, membuat sebuah film apalagi dari awal menyusun ide film hingga praktik merekam gambar sepertinya jarang. Atau bahkan belum pernah sekalipun mereka […] The pos […]

Blog Stats

  • 126,493 hits
%d blogger menyukai ini: