kamarkecil

PJKBM Dinilai Diskriminatif dan Birokratis

Posted on: Januari 7, 2010

Hingga hari ke-5 pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM), nama program pemberian pelayanan kesehatan gratis dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika ini, belum banyak warga yang memanfaatkannya. RS Sanglah, rumah sakit rujukan terbesar di Bali ini belum melakukan sosialisasi pada pasien karena belum ada petunjuk teknis.

JKBM juga dinilai cenderung birokratis dan sangat sedikit layanan yang dibiayai secara gratis. “Kasus darurat seperti kecelakaan malah tak tertanggung,” ujar I Wayan Sukra, Rabu. Sukra tengah mengantre untuk membayar perawatan keponakan perempuannya yang ditabrak motor.

Dalam Surat Edaran soal JKBM, yang tertanggung hanya warga dengan KTP Bali, membawa kartu keluarga dan surat rujukan dari rumah sakit daerah atau puskesmas, serta surat dari kepala desa atau lurah bahwa warga tersebut tidak memiliki jaminan kesehatan lain. “Tidak mungkin mengurus surat-surat itu kalau darurat,” tambah Sukra warga Kabupaten Badung ini. Selain itu, JKBM hanya menanggung biaya untuk perawatan kelas terendah di rumah sakit, yakni kelas III.

Pelayanan kesehatan gratis yang tertanggung pun terbatas. Sementara yang dikecualikan sangat banyak. JKBM ini tak menanggung ambulan, transportasi, kecelakaan kerja, kecelakaan lalu lintas, kemoterapi, imunisasi non dasar, pengobatan pada pecandu narkoba, dan pengidap HIV. Selain itu juga tak menanggung sakit karena upaya bunuh diri, sirkumsisi, serta cacat bawaan.

“Pemerintah Bali melakukan diskriminasi pada orang dengan HIV/AIDS. Ini tidak adil,” ujar Yusuf Rey Noldy, salah satu konselor dan pendamping ODHA di Bali. Pengecualian pada kasus HIV menurut Noldy membuat ODHA makin menutup diri karena stigma dan diskriminasi dari pemerintah, bahkan dalam pelayanan kesehatan. “Banyak penyakit lain yang juga membutuhkan biaya besar, jika masalahnya karena biaya,” tambah Noldy.

Noldy menjelaskan, klinik voluntary counseling and testing (VCT) RS Sanglah memang memberikan kemudahan agar ODHA bisa juga mengakses JKBM. Caranya dengan tak menyebutkan status terinfeksi HIV pada dokter atau paramedis. Namun hal ini tak menyelesaikan masalah besar soal stigma dan diskriminasi yang dibangun pemerintah pada HIV/AIDS.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RS Sanglah dr Lanang Suarthana mengatakan kebijakan JKBM sepenuhnya dari Gubernur. “Kami tidak akan melalaikan pelayanan pada pasien walau birokrasinya belum terpenuhi,” katanya.

Selain masalah administrasi, Lanang juga mengharapkan pembayaran klaim JKBM tak tertunggak lama seperti tahun ini karena sangat berpengaruh pada operasional. Misalnya dalam pengadaan obat. RS Sanglah masih memliki piutang pada pemerintah provinsi dan kabupaten soal tunggakan pembayaran pasien miskin.

Pemerintah Provinsi Bali tahun ini berhutang pada RS Sanglah Rp 11,58 milyar dan sejumlah bupati di Bali berhutang Rp 12,10 milyar. Sekitar 80% utang itu untuk biaya pembelian obat. Sebanyak Rp 6,7 milyar hutang Pemprov adalah tunggakan pembiayaan pengobatan korban rabies, meliputi vaksin anti rabies.

Iklan

3 Tanggapan to "PJKBM Dinilai Diskriminatif dan Birokratis"

Sebenarnya kadang instutusi seperti rumah sakit memang serba salah dalam hal-hal seperti ini.

Karena setiap penjaminan biasanya ditanggung rumah sakit terlebih dahulu, bahkan sering kali tidak dibayarkan oleh pihak yang seharusnya membayar. Akhirnya keuangan rumah sakit jadi tambal sulam dengan lubang di mana-mana.

Terus katanya kemarin pemerintah berhasil menghemat anggaran dan mau bikin mal, kok malah di bidang kesehatan sendiri banyak hutang 😦

ah emang rese tuh…apanya yg bali mandara, program kerja aja pada g jelas malah yg g penting dikejar2 kyk bangun mal, lanjutin GWK yg bakal habisin triliyunan rupiah tp soal kesehatan g diperatiin bener2. pemerintah emang aneh, rs. sanglah aja mw dimintain VAR blgnya habis padahal itu msk KLB tp mereka toh responnya cuek2 aja. g ada yg serius ah, bikin bete!!

waahhh saya baru tahu kalo kecelakaan itu tidak ditanggung…!!
memang sih dengan perhitungan dana yg ada tidak semua dapat ditanggung..tapi masak kecelakaan juga gak ditanggung ya?
untuk ngurus surat2 itu sih katanya dikasi waktu..nah untuk ngurusnya brapa lama batas waktunya saya kurang tau.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

slide

Januari 2010
S S R K J S M
« Des   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

RSS Bale Bengong

  • Memburu Matahari di Desa Pinggan Kintamani
    Menikmati keindahan pulau Bali bukan melulu di pantai. Mengejar matahari terbit di Desa Pinggan bisa menjadi pilihan menikmati keindahan alam Bali. Bukan hanya berjemur di bawah terik matahari pantai Pandawa atau menikmati senja di tengah keramaian pantai Kuta. Merasakan sensasi mengejar matahari terbit di Desa Pinggan bisa jadi pilihan tepat untuk mencari k […]
  • BEKRAF Developer Day Segera Hadir di Bali
    Bekraf Developer Day bertujuan mendukung para pelaku ekonomi kreatif. Dengan dukungan khususnya di subsektor aplikasi, web, IoT dan game, Bekraf Developer Day diharapkan mampu menginspirasi dengan pengalaman para developer yang telah sukses. Membuat komitmen dari industri untuk memicu semangat kemandirian kewirausahaan developer atau pengembang piranti lunak […]
  • Malu Dong Festival, Spuit Besar Penyebar Formula
    Jika bumi adalah ibu, kita manusia memperkosa ibunya. Setiap hari, setiap jam, setiap detik. Bebal – Sisir Tanah Apa yang kawan-kawan lakukan dalam memperingati Hari Bumi? Apa yang kawan-kawan lakukan untuk menjaga lingkungan sekitar? Dua pertanyaan di atas amat sederhana. Namun, kadang bingung menjawabnya. Atau kawan-kawan lupa Hari Bumi karena euforianya t […]
  • Rotaract Club se-Bali Menggelar Fellowship
    Mengenang masa SMA sambil bakar ikan bersama. Komunitas Rotaract Club se-Bali mengadakan kegiatan keakraban berupa barbeque atau manggang bersama hasil olahan laut. Acaranya pada Sabtu (22/4) 2017 di Villa Sanur Jalan Pengembak, Mertasari, Denpasar. Acara diikuti setiap anggota komunitas ini di antaranya berasal dari Ubud, Denpasar, Seminyak, Nusa Dua, dan C […]
  • Preslisst 8 Diakhiri dengan Banjir Apresiasi
    Hari ini Apresiasi Sineas dan Jurnalis (Presslist) 8 berakhir. Ajang apresiasi karya jurnalistik oleh tim jurnalistik SMA 3 Denpasar, Madyapadma, bagi anak muda itu pun mendapatkan banyak apresiasi, termasuk dari Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra. Walaupun tak hadir karena urusan yang tidak dapat diwakilkan, Rai Mantra tetap memberikan apresiasi […]

Blog Stats

  • 121,981 hits
%d blogger menyukai ini: