kamarkecil

ANBTI Mengajak Terus Melawan UU Pornografi

Posted on: Januari 25, 2010

Oleh LUH DE SURIYANI

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas meminta elemen masyarakat nusantara terus mendukung penolakan pada Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi yang saat ini dalam uji materiil yang ditangani Mahkamah Konstitusi.

Hal ini diungkapkanya dalam pidato pembukaan Simposium Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika (ANBTI) untuk kawasan Indonesia bagian timur dan tengah, yang dilaksanakan di Manado, Sulawesi Utara, Rabu.

GKR Hemas yang menjadi stering committee ANBTI ini mengatakan UU Pornografi ini adalah bentuk pengkhianatan atas dasar Negara Pancasila. “Kita harus menolak secara konsisten UU ini karena ini bentuk represi atas kebebasan berkekspresi dan kebhinekaan,” ujarnya.

Hingga saat ini sejumlah elemen masyarakat seperti seniman, tokoh masyarakat, dan ANBTI masih berjuang di MK untuk membatalkan sejumlah pasal yang dinilai diskriminatif itu. Pasal-pasal yang digugat dalam uji materiil ini adalah Pasal 1 Angka 1, Pasal 4 Ayat 1, Pasal 10, Pasal 20, Pasal 21, Pasal 23, dan Pasal 43 UU Pornografi.

Dalam judicial review itu, tim advokat Bhineka Tunggal Ika menggugat pengaturan kelompok seniman/pekerja seni, yang dalam aktivitasnya menghasilkan karya atau menampilkan gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum. Berdasarkan rumusan Pasal 1 angka 1 UU Pornografi, hasil karya tersebut sangat mungkin dianggap merupakan pornografi, karena dianggap mengandung unsur pornorafi.

Padahal bagi pemohon hal ini merupakan karya seni sebagai bentuk media komunikasi kepada masyarakat. Pasal 1 angka 1 UU Pornografi dinilai  menyeragamkan dan memaksakan pandangan mengenai nilai moral tertentu dan didasarkan pada pandangan norma kesusilaan masyarakat.

Sementara Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang juga menyatakan dukungannya pada ANBTI untuk menguatkan kebhinekaan dan melawan ancaman pada ideologi Pancasila. “Indonesia bukan negara agama dan paham sekuler harus ditolak,” ujarnya.

Ia mengaku takut ancaman disintegrasi makin menguat di Indonesia ketika suatu paham dipaksanakan sebagai kewajiban bermasyarakat. “Saya menjadi saksi kekerasan atas nama agama di Maluku Utara dan Maluku. Jangan ada lagi pertumpahan darah karena pemaksaan kehendak,” tambah gubernur yang kembali mencalonkan diri untuk pemilihan berikutnya ini.

Dalam pembukaan simposium ini, diadakan tribut khusus untuk Gus Dur, yang menjadi salah satu inisiator pembentukkan ANBTI bersama Sultan Hamengku Bhuwono, dan lainnya. Gus Dur dianggap salah satu pejuang multikulturalisme di Indonesia, termasuk pendukung utama penolakan pada UU Pornografi.

Simposium ANBTI untuk kawasan Indonesia Timur dan Tengah ini dihadiri sekitar 200 peserta dari 17 Provinsi dan berlangsung hingga 29 Januari 2010. Dalam simposium selama lima hari ini, didiskusikan juga soal persoalan-persoalan diskriminasi di kelompok marjinal, perbatasan, dan penegakan hukum yang non diskriminatif.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

slide

Januari 2010
S S R K J S M
« Des   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

RSS Bale Bengong

  • Pemilahan Sampah di Rumah, Solusi Krisis Sampah di Bali
      Keindahan Pulau Bali terancam oleh kerusakan yang sulit dihindari karena masalah sampah yang menjadi berita keseharian media massa. Saat ini saluran air yang  ada di seluruh pulau dibanjiri oleh sampah terutama sampah plastik. Hal ini mengundang perhatian dan keprihatinan banyak pihak, termasuk Yayasan Bumi Samaya yang concern terhadap permasalahan […] The […]
  • Jejak Latihan dan Kekaguman yang Tertinggal
    Begitu pedas latihan kali ini. Setiap hari adalah latihan dan ngobrol. Setiap pukul empat hingga pukul enam sore, terkadang agak molor sedikit, adalah waktu latihan berkeringat dan ngobrol. Istirahat dua jam, lalu dilanjutkan nonton film bersama dan ngobrol lagi. Obrolan inilah yang biasanya memakan waktu agak banyak. Namun, dari sana […] The post Jejak Lati […]
  • Sejarah dan Keunikan Kelapa di Desa Nyuhtebel
    Apakah daging kelapa di Desa Nyuhtebel lebih tebal? Atau kulitnya yang tebal? Kepala Desa atau Perbekel Ketut Mudra, merangkumnya dalam narasi sejarah dan kondisinya kini. Oleh Pewarta Warga Nyuhtebel Desa Nyuhtebel di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem Bali memiliki asal usul nama desa berkaitan dengan keberadaan hutan kelapa. Hal tersebut tersurat […] […]
  • Catatan Mingguan Men Coblong: Miskin
    MEN COBLONG menggigit bibirnya, pikirannya benar-benar melambung tinggi. Apakah yang salah dengan karakter orang-orang yang tinggal di negerinya ini? Negeri yang konon, konon lho ya, beradab, berbudaya, santun dan sekian deretan pujian tentang karakter adi luhung muncrat dari mulut-mulut para “pengempu” negeri (baca: pemilik kekuasaan). Seolah-olah Men Coblo […]
  • Remaja Jadi Juri Festival Film Pendek Internasional
    Remaja berusia 13 sampai 16 tahun dilatih mengapresiasi film-film pendek dan diakui sebagai 2018 International Youth Jury Board (badan penjurian remaja tingkat internasional untuk tahun 2018) dalam festival film pendek ini. Minikino Film Week (MFW) di bawah naungan yayasan Kino Media tahun ini masuk usia keempat. Sejak awal festival film […] The post Remaja […]

Blog Stats

  • 134,444 hits
Iklan
%d blogger menyukai ini: