kamarkecil

Pawai Budaya Bhineka Tunggal Ika

Posted on: Januari 29, 2010

Tetabuhan Baleganjur (gamelan Bali) terdengar di tengah guyuran hujan jalanan di Kota Manado, Jumat sore. Belasan anak muda asal Bali berbaur bersama ratusan orang lain dari berbagai lintas etnis mengkampanyekan Bhinekka Tunggal Ika dan Pancasila, ideologi Bangsa Indonesia.

Kelompok Baleganjur ini seniman muda dari Sanggar Kusuma Wijaya, Taas, Manado. Mereka adalah anak-anak asal Bali yang tinggal di Manado. Baru kali ini mereka terlibat dalam pawai budaya dan ikut secara spontan tanpa persiapan khusus. Perangkat gong yang digunakan adalah milik Pura Taas, tempat peribadatan warga Hindu di Manado yang dibuat secara swadaya.

Sejumlah spanduk besar diarak sepanjang lima kilometer di pusat Kota Manado oleh ratusan peserta Simposium Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika (ANBTI) untuk kawasan Indonesia Tengah dan Timur. Spanduk itu berbunyi Berbeda-beda tapi Tetap Satu Bangsa dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Manado.

“Saya belajar, Bali juga harus mewaspadai radikalisasi agama. Karena sikap intoleransi lah mengacaukan Indonesia yang majemuk,” ujar Dewa Suardana, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Insitut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Bali, salah satu peserta simposium.

Selama lima hari Dewa dan sejumlah temannya yang lain mengikuti berbagai diskusi soal pentingnya pruralisme serta menguatkan solidaritas kawasan Indonesia Tengah dan Timur. “Bali terlalu diagungkan sebagai pusat pariwisata. Sementara banyak kebijakan pariwisata yang malah merusak lingkungan dan kawasan peribadatan,” kata I Wayan Nampa, aktivis Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Kota Denpasar.

Dalam pernyataan sikapnya ANBTI mengajukan sejumlah resolusi untuk melawan gerakan penyeragaman di Indonesia. Resolusi Lotta, demikian disebut menyatakan akan terus mempertahankan negara persatuan Pancasila yang disemangati Bhineka Tunggal Ika. Upaya penggerusan terhadap keduanya harus dihentikan.

Kedua, agresi modal yang merusak lingkungan dan budaya lokal di nusantara harus dikendalikan, misalnya mengatasnamakan pengembangan pariwisata. Selain itu ada sejumlah produk hukum yang dinilai mencabik ketentraman hidup berbagai agama dan suku serta etnis di Indonesia. Misalnya Peraturan Daerah mewajibkan penggunaan jilbab, anti maksiat, dan tumbuhnya kelompok radikal agama.

“Indonesia bukan negara agama. Kita negara yang sangat majemuk dan semua etbis harus mendapat perlakuan yang sama,” ujar Nia Sjarifudin, Koordinator Orginizing Committee ANBTI. Saat ini ANBTI terus mengawal judicial review atas UU anti pornografi dan UU tentang Administrasi Penduduk yang diskriminatif.

Komponen Rakyat Bali (KRB) yang dimotori I Gusti Ngurah Harta adalah salah satu pemohon judicial review UU No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi itu ke Mahkamah Konstitusi.

Dalam UU Administrasi Penduduk itu disebut, pemerintah hanya melayani administrasi bagi enam pemeluk agama di Indonesia. Padahal ada banyak pemeluk keyakinan dan penganut kepercayaan lainnya di Indonesia. (LUH DE SURIYANI)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

slide

Januari 2010
S S R K J S M
« Des   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

RSS Bale Bengong

  • Peluncuran Album Relung Kaca Berlangsung Meriah
    Sasana Budaya Buleleng terlihat pecah. Tadi malam ratusan krama di Kota Singaraja, Buleleng memadati wantilan tersebut. Peluncuran album bertajuk Pang Ping Pung dari band folk Relung Kaca mampu menarik animo masyarakat untuk hadir. Warga, musisi, dan aktivis menyanyi bersama mereka. Pada sore hari sebelum acara peluncuran album, mereka mengikuti kegiatan ber […]
  • Kelas Spesial Merayakan Lima Tahun Akber Bali
    Mari merayakan menjadi relawan dalam Kelas 55. Desember 2011, Akademi Berbagi (Akber) Bali lahir dan hadir di tengah kita semua. Desember 2016, Akademi Berbagi Bali masih tetap hadir hingga kelas ke-53. Mari merayakan lima tahun Akber Bali bersama pendiri dan kepala sekolahnya. Januari 2017, kami memilih bulan pertama di tahun baru untuk merayakannya bersama […]
  • Langgam Keroncong Bentara: Orkes Soneta Bali
    Agenda Langgam Keconcong Bentara kembali datang. Grup yang akan tampil adalah Orkes Keroncong Soneta Bali, sebuah grup keroncong yang juga aktif dalam Komunitas Pecinta Keroncong (KPK) Bali. Pertunjukan akan berlangsung Kamis besok di Bentara Budaya Bali, Ketewel, Gianyar. Paguyuban Keroncong yang dipimpin Supardi Hadiwiyono ini rutin berlatih dan mengisi ac […]
  • Bagi Relung Kaca, Lirik Lagu adalah Senjata
    Kreativitas seni anak muda Bali semakin menggeliat. Kali ini datang dari utara Bali tepatnya Singaraja. Tiga anak muda yang tergabung dalam band Relung Kaca akan meluncurkan album perdana bertajuk Pang Ping Pung. Album yang berisi peringatan tentang lingkungan di Bali. Band Relung Kaca terdiri dari Aristiana Jack pada vokal dan gitar, Konot pada vocal dan gi […]
  • Band ultrAwide Luncurkan Single Pertama di Bali
    Band pendatang baru dari Jakarta melepas single pertama mereka. Bertajuk Through The Rain, setelah sebelumnya dirilis pertama di Jakarta, pada Jumat (13/1) malam, lagu ini pun ditampilkan di Old’s Man, Canggu, Kuta Utara, Bali. Dari Bali, selanjutnya mereka akan tampil di kota-kota lain. Ya, untuk kali kedua peluncuran single pertama mereka, trio dengan genr […]

Blog Stats

  • 119,027 hits
%d blogger menyukai ini: