kamarkecil

I’am (only) 35 days single parent, hore…

Posted on: Mei 16, 2010

Mendengar kabar beberapa hari ia akan kembali sungguh menyenangkan. Dua minggu terakhir ini aku sudah menghitung hari.  Rasanya tak tahan lagi. Hm, ini mirip sebuah lagu. Ingat jingle-nya tapi lupa penyanyinya.

Hampir tiap hari aku bersama Bani, termasuk mengajaknya ke tempat kerja. Dan memarahinya (dengan rutin, rata-rata 2 kali sehari) seminggu terakhir.  Sumber kemarahanku, coba kuingat-ingat dulu. Pertama, kalau Bani lemot.

Contohnya, pagi-pagi pas ke warung mo beli bahan masakan, Bani yang lagi nonton teve atau main laptop teriak minta ikut. Trus, aku yang sedang di sadel motor menunggunya dengan meriang karena dia pasti bengong dulu di depan pintu, main-main dengan sandalnya, kadang malah pake duduk. Dipanggil, gak nyahut. “Bani, ikut ndak?” kataku sambil berancang-ancang. “Bundaa…..(melolong) ikut,” masih males-malesan, bukannya mempercepat.

Ini masuk kategori tarik-ulur yang cepat membuat aku panas. Dalam kategori ini ada beberapa jenis kerewelan lainnya di bidang mandi, makan, bangun, dan lainnya. Dan kategori inilah yang kerap sukses memantik amarahku. Mungkin Bani tahu, walau dia tarik ulur seperti ini, bundanya toh cumin galak di mulut. Jadi, santai wae.

Aku sering tanya langsung ke Bani, kenapa dia senang sekali lemot tanpa alasan. Belum dijawab, mungkin bingung mo jawab apa. Karena dia belum paham ini memang jurus cari perhatian orang tua. Dan sangat sukses menarik perhatian emosiku.

Biasanya, Bani memang sering seperti ini, dan aku jarang teriak marah-marah sambil mengintimidasi Bani karena sebelum bablas, pasti aku bisa mengalihkannya ke ayah. “Ayah, plis urus Bani.” Nah, beres. Tapi kalau ndak ada ayahnya?

Oke, ini kategori kedua,  kekerasan fisik. Bani biasanya memang tak suka dibiarkan begadang sendirian. Nah, selama aku jadi single parent, jelaslah dia membuat aku jadi korban. Dia akan melakukan segala cara yang menyakitkan hati dan fisik untuk menemaninya terjaga, sampe jam 1an!  Ini akibat dia suka bobo sore dan malam maen game di laptop sampe ga inget dah tengah malam.

Cara dia antara lain, menusuk-nusuk mataku dengan benda terdekat yang ada. Memukul kepala, menjambak rambut, menginjak-injak, dan segala kekerasan dalam rumah tangga yg pasti dilaporkan jika dilakukan oleh suami. Kalau ada ayah, aku dengan santai bisa bangunin ayahnya yg udah bobo duluan, “Yah, Bani tuh!”

Oh anakku, berikan hak jawab dan klarifikasi atas tingkahmu kalau kau sudah bisa membaca blog ini ya.

Pun, seberapa dia sering menangis, atau usai dihukum masuk kamar mandi, Bani selalu berakhir di pelukanku. “Bunda, Bani sayang sama bunda,” kata pria 3,8 tahun ini tersedu.

18 Tanggapan to "I’am (only) 35 days single parent, hore…"

Pelajaran berharga

..lalu ayahnya menangis sendiri setelah baca ini.

maaf, bunda. tinggal dua hari lagi. aku akan memeluk kalian berdua..

very sweet
partner for each other 🙂

suka duka keluarga yaa……
salam kenal

emang papa nya kemana mbak ?
salam kenal yaaa….saia dari bali juga 😀

salam kenal juga mba idana

kalo cara sepuh sepuhku menganjurkan untuk mbawa baju yang ditinggalkan.. secara mistis akan mempengaruhi yang pergi untuk mengurangi kekuatan kontak telepati..

tapi yang penting sekarang kan coklat belgia-nya sudah di perut bani semua.. 🙂

mas tri, bukannya kontak telepati jangan sampe terputus. hahaha

lah bukannya udah balik mbak….
single parent period is over!!
hehehe!!

Sing sabar yah, juragan.. kadang ‘gogoda’ (Baca: Godaan) itu datang dari lingkup terdekat, selain sebagai ‘test-case’ buat menguji kesadaranmu.. mungkin mulai mengajak diskusi Bani layaknya seorang dewasa bisa mendapatinya mulai belajar mengerti.. didoakan agar sabar dan Bani secepatnya bisa faham akan perjuangan Bunda-nya dalam mengurusnya ini.. salam hangat dari afrika barat.. 😀

hai, pak domba. wow masih di afrika barat? nyebrang ke afsel pastinya ya? tengs

waahhhh.. bani lucu,,,

namanya juga anak-anak, segala model dan tingkah lakunya… tapi tetap bikin rindu.. 🙂

Yah, buah jatuh ndak jauh dari pohonnya.. Hehe!

jadi pengen punya ade kaya bani…^_^,,lucu,..

mm,,,,,cerita nya lucuu

hallo mbok luh de, salam hangat dari jogja, saya dapat link tulisan ini dari intan (tapi saya sendiri lebih suka memanggilnya mitha), saya suka tulisan ini. dan baris-baris terakhir dari tulisan ini, “seberapa dia sering menangis, atau usai dihukum masuk kamar mandi, Bani selalu berakhir di pelukanku. “Bunda, Bani sayang sama bunda,” membuatku hatiku tergetar dan mataku berkaca-kaca. aku tahu, dan mbok luh de tahu, ini bukan sekadar soal kenakalan dan kelucuan tapi kasih yang kelak jadi abadi.

hai, mas agus.. blognya mas agus mana? saya jadi tergetar ni dapet komen kaya gini 🙂 oya, saya udah pindah blog ke http://luhde.nawalapatra.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

slide

Mei 2010
S S R K J S M
« Apr   Jul »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

RSS Bale Bengong

  • Peluncuran Album Relung Kaca Berlangsung Meriah
    Sasana Budaya Buleleng terlihat pecah. Tadi malam ratusan krama di Kota Singaraja, Buleleng memadati wantilan tersebut. Peluncuran album bertajuk Pang Ping Pung dari band folk Relung Kaca mampu menarik animo masyarakat untuk hadir. Warga, musisi, dan aktivis menyanyi bersama mereka. Pada sore hari sebelum acara peluncuran album, mereka mengikuti kegiatan ber […]
  • Kelas Spesial Merayakan Lima Tahun Akber Bali
    Mari merayakan menjadi relawan dalam Kelas 55. Desember 2011, Akademi Berbagi (Akber) Bali lahir dan hadir di tengah kita semua. Desember 2016, Akademi Berbagi Bali masih tetap hadir hingga kelas ke-53. Mari merayakan lima tahun Akber Bali bersama pendiri dan kepala sekolahnya. Januari 2017, kami memilih bulan pertama di tahun baru untuk merayakannya bersama […]
  • Langgam Keroncong Bentara: Orkes Soneta Bali
    Agenda Langgam Keconcong Bentara kembali datang. Grup yang akan tampil adalah Orkes Keroncong Soneta Bali, sebuah grup keroncong yang juga aktif dalam Komunitas Pecinta Keroncong (KPK) Bali. Pertunjukan akan berlangsung Kamis besok di Bentara Budaya Bali, Ketewel, Gianyar. Paguyuban Keroncong yang dipimpin Supardi Hadiwiyono ini rutin berlatih dan mengisi ac […]
  • Bagi Relung Kaca, Lirik Lagu adalah Senjata
    Kreativitas seni anak muda Bali semakin menggeliat. Kali ini datang dari utara Bali tepatnya Singaraja. Tiga anak muda yang tergabung dalam band Relung Kaca akan meluncurkan album perdana bertajuk Pang Ping Pung. Album yang berisi peringatan tentang lingkungan di Bali. Band Relung Kaca terdiri dari Aristiana Jack pada vokal dan gitar, Konot pada vocal dan gi […]
  • Band ultrAwide Luncurkan Single Pertama di Bali
    Band pendatang baru dari Jakarta melepas single pertama mereka. Bertajuk Through The Rain, setelah sebelumnya dirilis pertama di Jakarta, pada Jumat (13/1) malam, lagu ini pun ditampilkan di Old’s Man, Canggu, Kuta Utara, Bali. Dari Bali, selanjutnya mereka akan tampil di kota-kota lain. Ya, untuk kali kedua peluncuran single pertama mereka, trio dengan genr […]

Blog Stats

  • 119,027 hits
%d blogger menyukai ini: