kamarkecil

Posts Tagged ‘ANBTI

Tetabuhan Baleganjur (gamelan Bali) terdengar di tengah guyuran hujan jalanan di Kota Manado, Jumat sore. Belasan anak muda asal Bali berbaur bersama ratusan orang lain dari berbagai lintas etnis mengkampanyekan Bhinekka Tunggal Ika dan Pancasila, ideologi Bangsa Indonesia.

Kelompok Baleganjur ini seniman muda dari Sanggar Kusuma Wijaya, Taas, Manado. Mereka adalah anak-anak asal Bali yang tinggal di Manado. Baru kali ini mereka terlibat dalam pawai budaya dan ikut secara spontan tanpa persiapan khusus. Perangkat gong yang digunakan adalah milik Pura Taas, tempat peribadatan warga Hindu di Manado yang dibuat secara swadaya. Baca entri selengkapnya »

Oleh LUH DE SURIYANI

Sejak pagi, Markus Pandelaki, 46, warga Suku Tombulu, Kecamatan Tomohon Tengah, Sulawesi Utara bersiap dengan atribut tarian Cakalele di tubuhnya. Padahal ia baru akan menari lewat tengah hari, pada Selasa (26/1). Di tubuhnya melekat sekitar 20 kilogram pakaian kebesaran seorang panglima perang.

Misalnya di kepalanya bertengger mahkota dengan hiasan kepala. Ada puluhan helai bulu burung Rangkong khas Sulawesi dan tengkorak kepala monyet. Belum lagi hiasan dari hewan-hewan lain di sekujur tubuhnya, seperti taring rusa, kepala burung hutan, dan lainnya. Penanda keberanian dan penakluk. Baca entri selengkapnya »


if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

slide

Februari 2016
S S R K J S M
« Nov    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
29  

RSS Bale Bengong

  • Ketakutan Kami Jika Teluk Benoa Jadi Direklamasi
    Saya terkejut membaca tulisan Pak Raka Santeri beberapa hari lalu. Wartawan senior itu menulis tentang menguatnya dukungan terhadap pro reklamasi. Saya heran, bagaimana seorang wartawan senior bisa menulis dengan begitu “gila”-nya. Tulisan tersebut, saya rasa kok nyambung dengan catatan saya sewaktu Sesetan melakukan aksi pada 28 Januari 2016 lalu. Saat saya […]
  • Ada Pramoedya di Taman Baca Kesiman
    Blora, 6 Februari 1925. Sembilan puluh satu tahun lalu, seorang bayi, kelak diberi nama Mas Pramoedya Ananta Toer lahir. Ketika itu, belum lagi ada Indonesia. Hindia-Ollanda, sebutan untuk negeri Timur koloni Belanda itu, masih mencari bentuknya. Suatu episode di mana muncul arus-arus pergerakan, suatu zaman penuh kegelisahan, tidak saja bagi kalangan pengua […]
  • Alit Ambara, Menggerakkan Perlawanan Lewat Poster
    Gerakan Bali Tolak Reklamasi tak bisa dipisahkan dengan poster-posternya. Bahkan, dalam sebuah diskusi pernah muncul pertanyaan: apakah Bali Tolak Reklamasi ini gerakan lingkungan atau kebudayaan? Petanda betapa lekat karya seni dalam gerakan ini. Banyak poster dibuat untuk mendukung gerakan ini. Alit Ambara mungkin bisa disebut sebagai pembuat poster paling […]
  • Bali United Kembalikan Gairah Sepak Bola Bali
    Akhir 2014 menjadi awal kebangkitan gairah sepakbola di Pulau Dewata. Kabar perpindahan klub Indonesian Super League (ISL) asal Samarinda, Persisam Putra Samarinda ke Bali disambut antusias oleh pecinta sepakbola Pulau Seribu Pura. Nama tim pun berganti menjadi Bali United Pusam. Antusias pecinta sepakbola Bali terhadap kehadiran klub Bali United Pusam bukan […]
  • Telinga Kami Datang untuk Mendengar Musik
    Mungkin tidak semua orang mengalami pengalaman sama. Ketika selesai menonton sebuah konser, kadang sebagian penonton pulang dengan kesalnya sambil bertanya, mengapa suara yang keluar dari tata suara begitu buruk? Saat ini teknologi pendukung tata suara jauh sekali berkembang dari sebelumnya. Tetapi, tetap saja kita harus menanggung akibat buruknya kualitas s […]

Blog Stats

  • 109,588 hits
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.