kamarkecil

Posts Tagged ‘sejarah kuta

Fieldtrip Bali Blogger Community untuk Kuta Karnival
Jejak Pluralisme dan Industri Kuta

Kuta masa kini yang nampak adalah hingar bingar cafe, pub, surfing, dan gemuruh malamnya. Sangat sulit mendapatkan tawaran berwisata sejarah Kuta dari agen travelling atau bahkan karib sendiri. Salah satunya, karena jejak-jejak masa lalu Kuta mulai terkikis dan sumber informasinya pun minim.

Kuta bisa lebih berbangga hati karena dibesarkan oleh nilai-nilai pluralisme dari keberagaman etnis penduduknya dan saling pengertian. Nah, inilah pentingnya “monumen” pluralisme dan saling pengertian itu menjadi atraksi wisata tersendiri.

Soal pluralisme, amat banyak dan beragam jejak hidupnya. Misalnya tempat ibadah tempo dulu, kampung-kampung bugis, madura, dan lainnya. Penduduk multi etnis inilah yang kemudian mewarnai perdagangan dan industri Kuta kini. Baca entri selengkapnya »


if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

Jepret!

gajah rider

beauty shemale

master massage

master&mister

thai dancer2

budha

condom factory

Odith Sawasdee

Suhu kondom DKT Indonesia di Cabbages&Condoms

Wat Pho

More Photos

slide

Maret 2015
S S R K J S M
« Nov    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

RSS Bale Bengong

  • Dulu Orang Tenganan Tak Boleh Berdagang
    Masuk Desa Tenganan Pegringsingan seperti diajak menikmati Bali tempo dulu. Salah satu desa tua di Bali ini masih menyimpan unsur-unsur kekunaan kuat. Situs tinggalan sejarah, tradisi, sistem kemasyarakatan masih bertahan hingga sekarang. Seiring berjalannya waktu, Desa Tenganan Pegringsingan juga tak lepas dari perubahan. Salah satu perubahannya adalah perk […]
  • Tenganan Pegringsingan dalam Dua Perspektif
    Bentara Budaya Bali kembali menggelar diskusi dan pemutaran film.  Tema kali ini Bioantropologi: Tenganan Pegringsingan Dalam Dua Perspektif. Program seri ketigabelas ini akan diselenggarakan pada Jumat di Jl. Prof. Dr. Ida Bagus Mantra No. 88A, Ketewel, Gianyar pukul 19.00 WITA. Menurut Vanesa Martida, koordinator program Bali Tempo Doeloe, diskusi kali ini […]
  • Sanur untuk Bali Turut Tolak Reklamasi
    Gerakan Bali Tolak Reklamasi tidak hanya diikuti sebagian kalangan. Ini terbukti dari banyaknya masyarakat yang mendukung gerakan ini untuk turun ke jalan. Mereka bergabung parade budaya  menolak pembuatan pulau buatan di Teluk Benoa. Memang dari yang saya perhatikan pendukung gerakan Bali Tolak Reklamasi kebanyakan dari Outsider & Lady Rose yang merupak […]
  • Ogoh-Ogoh: Spiritualitas, Kreativitas, dan Komoditas
    Tidak ada Nyepi tanpa Ogoh-ogoh di Bali.  Begitu pada Jumat pekan lalu, sehari menjelang Nyepi. Seluruh penjuru Bali diwarnai ogoh-ogoh. Patung dengan aneka wujud ini diarak di berbagai perempatan. Namun, ogoh-ogoh sebenarnya tradisi baru di Bali. “Ogoh-ogoh itu tidak diatur dalam ajaran Hindu. Tidak ada di dalam Kitab Weda. Jadi bisa disebut itu hanyalah tr […]
  • Setengah Abad Kenikmatan Belayag Mek Sambru
    Mek Sambru baru menata meja. Namun, lima pembeli sudah antre.  Pukul 3 sore Wita. Mek Sambru baru saja tiba di emperan toko. Lokasi warungnya di Jalan Gajah Mada, Kota Amlapura, Karangasem. Wajahnya masih segar, tanda usai mandi. Bedak putih dan gincu dipulas di wajah dan bibirnya yang keriput. “Nama asli saya Made Resti, nama jeleknya Sambru,”...

Blog Stats

  • 98,939 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.