kamarkecil

Posts Tagged ‘sejarah kuta

Fieldtrip Bali Blogger Community untuk Kuta Karnival
Jejak Pluralisme dan Industri Kuta

Kuta masa kini yang nampak adalah hingar bingar cafe, pub, surfing, dan gemuruh malamnya. Sangat sulit mendapatkan tawaran berwisata sejarah Kuta dari agen travelling atau bahkan karib sendiri. Salah satunya, karena jejak-jejak masa lalu Kuta mulai terkikis dan sumber informasinya pun minim.

Kuta bisa lebih berbangga hati karena dibesarkan oleh nilai-nilai pluralisme dari keberagaman etnis penduduknya dan saling pengertian. Nah, inilah pentingnya “monumen” pluralisme dan saling pengertian itu menjadi atraksi wisata tersendiri.

Soal pluralisme, amat banyak dan beragam jejak hidupnya. Misalnya tempat ibadah tempo dulu, kampung-kampung bugis, madura, dan lainnya. Penduduk multi etnis inilah yang kemudian mewarnai perdagangan dan industri Kuta kini. Baca entri selengkapnya »


if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

slide

Agustus 2016
S S R K J S M
« Nov    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

RSS Bale Bengong

  • Komponis Kini #3 A Tribute to Lotring
    Dua komposer gamelan baru akan menyuguhkan karyanya.  I Wayan Diana Putra dan A.A. Bagus Krishna Putra Sutedja akan mempresentasikan komposisi terkini mereka bersama sekaa masing-masing pada Rabu besok di Bentara Budaya Bali, Ketewel, Gianyar. Penampilan Diana Putra dan Bagus Krishna merupakan kelanjutan program Komponis Kini, yang diagendakan berkala setiap […]
  • Harga Garam Adalah Masa Depan
    Dua belas tahun lalu Komang Januarini memulai hidup sebagai petani garam.  Akhir Juli 2016 lalu Komang dan petani garam anggota kelompok Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) garam Amed Bali lainnya mengikuti workshop Seni untuk Keberlanjutan Lingkungan. Program dalam wadah Mabesikan Project itu diadakan di wantilan kawasan wisata Jemeluk, Amed, […]
  • Perspektif Bekerja dari Sepatu Sekda
    Ternyata, alas kaki pun menunjukkan posisi.  Ketika mengantar seorang teman untuk membeli sepatu sebagai keperluan bekerja di sebuah instansi pemerintah, kami sempat terlibat obrolan singkat. Pada intinya sepatu sebagai alas kaki tidak hanya digunakan sebagai pijakan. Dia juga gambaran awal dari kedudukan seseorang dalam kehidupan sosial terutama pekerjaan. […]
  • Mahasiswa Sosialisasikan Kesadaran Bertani
    Mahasiswa Universitas Udayana turun ke desa. Peserta Kuliah Kerja Nyata Program Pengabdian Masyarakat (KKN PPM) XIII di Desa Selat, Kecamatan Selat, Karangasem mengadakan sosialisasi Kesadaran Bertani Melingkupi Pentingnya Kegiatan Bertani kepada warga. Acara ini menghadirkan I Made Sukewijaya, SP, M.Sc, dosen Fakultas Pertanian Universitas Udayana, sebagai […]
  • Memperjuangkan Kesetaraan Gender melalui Kesenian
    Secara umum, sistem sosial-budaya di Bali menganut ideologi patriarki. Laki-laki sebagai otoritas utama. Ideologi ini didoktrinasi dan diwarisi secara turun temurun melalui sistem nilai, norma, aturan. Bahkan diperkuat dengan mitos, folklore, dan sistem kepercayaan. Di Bali, lelaki ditempatkan sebagai purusa, dan perempuan adalah pradana. Purusa adalah kepal […]

Blog Stats

  • 114,967 hits
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.