kamarkecil

Euforia pulau cinta

Posted on: Agustus 27, 2010

Seberapa agresifkah gunting sensor memotong film Eat, Pray, Love yang dibintangi Julia Roberts kelak jika sampai di Indonesia? Maka, sebelum nonton di bioskop, cari dulu versi unsensored dong… ntar saya pinjem. Hehehe.. Kenapa kemungkinan si pemegang gunting agak agresif, seperti perkiraan saya di atas?

Pertama, nona Elizabeth Gilbert alias Liz, panggilannya di memoarnya itu menuliskan bayak hal provokatif tapi aktif alias factual di sebagian besar scene-nya soal Bali. Babakan hidupnya dikasi judul  L.O.V.E di Bali karena ketemu cowok yang bisa mencuri hatinya. Tapi sebenarnya menurut saya  malah bab ini soal keseimbangan dunia di mana Liz termehek-mehek ketemu dunia yang gak cuman hitam putih di Bali.

Kalau hitam putih kan to the point. Kalau emang suka nipu yang memperlihatkan tampang dan sikap penipu. Kalau lugu ya totally lugu.

Nah, pas di Bali, tengkejut atine nona Liz luar biasa. Ada jleme lugu tapi kok di belakang-belakangne meres. Ada masi soal turis-turis ane pangenahne jeg jatuh cintrong san mendalam jak Bali, lamun atine gedeg krana ternyata Bali sing ja cara bayi tanpa dosa cara liu buku-bukune ane mooy nyeritaang keto.

Dunia yang tak hanya hitam putih memang tak di Bali saja. Di Swiss atau Brunei yang damai tentram juga pasti banyak yang begitu. Tapi masalahnya terlalu banyak buku-buku atau iklan pemerintah yang terlalu ngajum Bali sebagai manusia yang adiluhung. Penuh senyum, baik, ramah, sederhana, dan sangat spiritual. Benarkah demikian? Silakan dijawab. Ne be dadine, lamun jeg bes ngae citra.

Kalau kelebihan gaya dan citra, pasti jadinya banyak buku atau memoar berikutnya yang berisi kisah-kisah seperti Liz ini. Terkaget-kaget mengetahui ada 1001 jenis perilaku dan manusia di Bali. Asane berlebihan masi si Liz. Masak amonto gen makesiab. Cara sing taen katemu jak jleme culas di kampungne.

Soal cerita-cerita yang membuatnya termehek-mehek itu misalnya ada di cerita soal perempuan bali yang jadi balian herbal, perempuan bali yang susah hamil, dll. Nah silakan baca aja deh bukunya.

Gubernur Mangku Pastika selama beberapa bulan ini pun sedang didera demam eatpraylove. Di acara-acara resmi yg mengharuskan pak gub pidato, kerap menyisipkan kalimat seperti ini, “Bali tak hanya the island of gods, tapi skarang the island of love. Julia Robert syuting di sini, dst dst…”

Trus terakhir, pejabat pariwisata juga akan membuat PAKET WISATA EAT, PRAY, LOVE. Woho, bagusss… jangan lupa rute-rute sisi gelapnya juga pak.

Bali offers tourists ‘Eat, Pray, Love’ package

The Jakarta Post | Wed, 08/18/2010 11:33 AM | Bali

A | A | A |

The Eat, Pray, Love movie starring Julia Roberts is expected to attract more tourists to Bali, as travel agents are offering a package to follow the trail of movie character Elizabeth Gilbert’s journey on the resort island.

Tourists will get the chance to feel Gilbert’s romantic experiences in Bali through a series of visits to places screened in the movie.

The package was launched by the Culture and Tourism Ministry on the sidelines of the recent movie premiere at Ziegfeld Theatre, New York, Bali Tourism Board chief (BTB) Ngurah Wijaya said.

“We promoted an ‘Eat, Pray, Love’ tour package during the premiere,” Wijaya said.

The package includes trips to Benoa seaport, Ubud in Gianyar and Padang Padang Beach in South Kuta, as well as a visit with Gilbert’s spiritual guru, Ketut Liyer.

Tour operators would offer the package through Indonesian consulates in several countries, such as Germany, Italy, India and Australia, Wijaya said, adding that tour operators would cooperate with overseas travel agents to promote the packages.

“Some BTB travel agents are already promoting this package,” Widjaya said.

Iklan

10 Tanggapan to "Euforia pulau cinta"

unik sekali tulisannya…(saya baca sambil senyum2)…
memang terkadang banyak hal yang dikondisikan agar Bali terlihat penuh cinta,,(mungkin salah satunya melalui promo unik menarik dari BALI 1 dalam tiap pidatonya)…padahal masih banyak hal yang malah membuat miris, atau mungkin yang membuat tak percaya jika di tempat yg notebenenya ‘senyaman’ Bali, masih mnyimpan borok disetiap celah pelosoknya….mulai dari pengalihfungsian lahan, megerengan tanah kubur, sampai tindak kekerasan terhadap anak-anak…
tapi ya setidaknya mudah2n bisa terinspirasi untuk senantiasa bertindak sesuai dg judul film ini. (pang ada iusan positif wusan anggene syuting film niki..^_^) dumogi pak ketut liyer dan semua yg mendukung pembuatan film ini juga kecipratan bekennya….hehehe
salam kenal mohon bimbingannya
(doi)

i missed “mohon bimbingannya” ini. ohahahaha..

Siapa itu tersangkanya, yang polos-polos merpati 😛

kamyu banged tuh merpatinya

ehm, baru kemarin beli bukunya. penasaran, soale mangku pastika itu aja topik bahasannya setiap di nusa dua..

Tour operators should be aggressive in their approach in their indirect markets as part of the global strategy in marketing tourism in Indonesia.

I watched the movie here while in New York, made miss Bali even more..

Fine Bloggers like yourself, really ought to continuously advocate this further and more creatively. Thanks for writing this.. hugs from Kuwait..

Belajar dari hal ini, saya tidak percaya akan indahnya daerah lain yang dipromosikan seperti yang dialami Bali ini. Bukit johin katon rawit..hehe…
Salam kenal. 🙂

[…] Ajaib, Gede Krisna, Gendo Suardana, Gentry Amalo, Gus Dark, Hanafi, Sri Widari, Luh De Suriyani dan Mirah Trisna […]

yah? kok mixed bahasa bali huhuhu *terjemahan please?
ini komentar kalau ga salah nangkep. tapi bukannya tiap film gitu ya? *tergantung flmnya ding* aku inget pas nonton home alone 2, new york kok kayak film yang indah dan cukup aman. padahal …., atau waktu nonton meteor garden, kesannya taiwan tuh bersih, sejuk, nyaman. padahal ….. :p

halo mba toby,
lama ta bersua di dunia maya. haha, iya ni lagi pengen nulis dlm basa bali full sebenernya. tapi masih gamang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

slide

Agustus 2010
S S R K J S M
« Jul   Okt »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

RSS Bale Bengong

  • Mari Merayakan Nyepi di Google
    Mari merayakan dan memaknai Nyepi di Google, rumah bagi banyak orang, rumah kita yang baru. Google adalah ranah di mana segala narasi hidup kontemporer kita muarakan, tempat segala ketidaktahukan kita tanyakan, kita kembalikan, kita awalkan. Mesti diakui, Google telah bergerak menjadi “kawitan” baru bagi kita. Mari kita mulai merayakan dan memaknai Nyepi di […]
  • Switch Off 2017 Ajak Warga Bali Hemat Energi
    Komunitas Earth Hour mengadakan kembali Kampanye Switch Off.  Kegiatan tahunan ini dipusatkan di Lippo Mall Kuta Jalan Kartika Plaza, Kuta, Kabupaten Badung pada Sabtu (25/3) 2017. Switch Off merupakan kegiatan mematikan lampu selama satu jam. Waktunya dari pukul 20.30 WITA hingga 21.30 WITA. Kegiatan Swich Off serentak dilakukan di 35 Kota di Indonesia dan […]
  • Sambut Nyepi, Supersoda Rilis Lagu “Sunyi Senyap”
    Banyak cara menyambut hari raya Nyepi. Band asal Jimbaran Bali, Supersoda meluncurkan lagu berjudul “Sunyi Senyap”. Ini adalah peluncuran pertama selama tiga tahun, semenjak single “Kenari” memperoleh respon yang cukup baik di soundcloud (22,8K hits). Terinspirasi oleh film “The Secret Life of Walter Mitty”, ini adalah lagu ringan mengenai refleksi diri, seb […]
  • Danau Buyan Meluap, Petani Rugi Ratusan Juta
    Tak ada lagi tanaman stroberi di kebun Gede Sudarsana. Lahan seluas 3 hektar di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali itu kini terendam air. Sejak sekitar sebulan lalu, lahan ratusan petani di tepi Danau Buyan itu pun tak lagi berfungsi, seperti halnya Gede. Kebun itu kini lebih serupa rawa-rawa. Tidak ada lagi satu pun... The post Dan […]
  • Inilah Panduan Melihat Lumba-lumba di Lovina
    Puluhan jukung memecah kesunyian pagi di Pantai Lovina di bagian utara Bali. Mereka mulai dari sejumlah titik penjemputan turis. Titik-titik lumba-lumba mulai mencari makan dan muncul di permukaan perairan obyek wisata Lovina, Kabupaten Buleleng, Bali. Sekitar pukul 6.30 WITA, kerumunan jukung sudah berkumpul di titik kumpul populasi lumba-lumba ini. Dari be […]

Blog Stats

  • 120,928 hits
%d blogger menyukai ini: