kamarkecil

Penyelamat Bersiap Menyambut Paus Terdampar

Posted on: Oktober 7, 2010

I Made Jaya Ratha, seorang dokter hewan muda di Bali beberapa kali bingung bagaimana menangani paus yang terdampar dipantai ketika tiba di lokasi. “Ada banyak orang di sana, tapi kita sulit bergerak cepat karena bingung menanganinya,” ujarnya suatu kali.

Jaya dan beberapa temannya di Turtle Guard, sebuah komunitas peneliti muda khususnya penanganan telur penyu di Bali beberapa kali datang ke lokasi terdamparnya paus tanpa persiapan teknis. Seperti metodelogi penyelamatan dan komunikasi ke jaringan lain. “Kesempatan untuk bisa mempelajari satwa ini hilang karena kita tak bisa cepat menyelamatkannya,” tambahnya.

Itulah salah satu alasan terbentuknya Jejaring Penyelamat  Paus dan Mamalia Laut Bali yang Ia mulai bangun bersama sejumlah komunitas lain.

“Kami berkomitmen secara bersama untuk menyelamatkan paus dan mamalia laut lainnya dari berbagai ancaman baik yang diakibatkan oleh alam maupun manusia,” demikian isi deklarasi yang diucapkan anggota jaringan baru ini. Di antaranya Polair Polda Bali, Balawista, The Westin Resort, BKSDA, Grand Hyatt Nusa Dua, Nusa Dua Reef Foundation, Kelompok Nelayan Darmamurti, dan lainnya dalam suatu workshop minggu lalu.

“Kebanyakan hewan terdampar di kawasan pantai sekitar hotel. Karena itu perlu koordinasi dan dukungan dari pihak perhotelan,” ujar Pariama Hutasoit dari Nusa Dua Reef Check Foundation.

Saleh Purwanto dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali mengatakan keanggotaan Jejaring ini terbuka bagi siapa saja yang mau berkomitmen secara bersama dalam upaya-upaya penyelamatan paus dan mamalia laut lainnya. “Unsur desa pekraman dalam jejaring ini sangat penting karena apabila ada kejadian mamalia laut terdampar, pihak desa bisa bertindak dan mengorganisir pihak-pihak terkait untuk mengamankan lokasi,” katanya.

Hingga saat ini terdapat sekitar 120 jenis mamalia laut yang telah diidentifikasi di seluruh dunia, dan di Indonesia ditemukan 31 jenis, serta setidaknya  7 jenis (teridentifikasi) ditemukan terdampar di perairan Bali.

Sepuluh tahun terakhir ini, sedikitnya terdapat 25 kali kejadian terdamparnya mamalia laut di Bali. Data menunjukkan trend peningkatan, terutama dalam dua tahun terakhir. Pada Agustus 2010 saja ada 5 kali kejadian paus terdampar, baik mati maupun hidup.

Lokasi terdamparnya, antara lain perairan Klungkung, Nusa Penida,Gianyar: Lebih, Keramas, Saba, Denpasar, dan lainnya. “Hampir setiap tahun selalu ada kejadian paus atau lumba-lumba terdampar. Sebagian hewan terdampar tidak diidentifikasi, karena itu perlu penanganan yang lebih terintegrasi,” kata Jaya.

Kebanyakan spesies terdampar yang dicatat adalah jenispigmy killerwhales (feresa Attenuata) dan short-finned pilot whales (Globicephala marcorinchyus).

Tim Tanggap Mamalia terpadu ini akan mengkoordinir penanganan hewan laut terdampar dan melakukan studi mengenai jalur studi imigrasi paus dan hewan mamalia lain di perairan Bali.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

slide

Oktober 2010
S S R K J S M
« Agu   Nov »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

RSS Bale Bengong

  • Cerita-cerita Kecil dari Pameran Efek Samping
    Ini cerita-cerita kecil dari perupa-perupa Futuwonder. Perupa dan pembuka pameran, ada yang membawa keluarganya ke pameran Futuwonder: Efek Samping. Ini jarang terjadi di suatu pembukaan pameran di Bali, karena perupanya jarang ajak keluarga atau tidak mau keluarganya datang. Mereka memperlihatkan dan menyatakan dukungan pada anaknya, istri, maupun pasangann […]
  • Saatnya Perempuan Menjadi Tuan akan Tubuhnya Sendiri
    Siang hari itu lahirlah percakapan yang membuat saya pilu. Percakapan ini terjadi lantaran seorang pria tampan masuk ke lift di kampus tempat saya menimba ilmu. Setelah satu lantai berlalu, pria tersebut keluar. Kemudian terjadilah percakapan ini. Bayangkanlah sebuah lift, dengan keempat sisi terbuat dari kaca, di dalamnya ada saya dan […] The post Saatnya P […]
  • WALHI Bali Gugat PT. Pelindo III Cabang Benoa
    Permohonan informasi publik dari WALHI Bali telah diabaikan. Karena itu, WALHI Bali mengajukan gugatan sengketa informasi mengenai aktivitas reklamasi yang dilakukan oleh PT. Pelindo III cabang Benoa kepada Komisi Informasi Provinsi Bali pada Senin, 10 Desember 2018. Direktur Eksekutif WALHI Bali I Made Juli Untung Pratama, yang lebih akrab dipanggil […] The […]
  • Kota Rekaan dan Nyata dalam Karya Sastra
    Sebuah kota tak sekadar tempat singgah atau bermukim. Sebuah kota adalah juga sebagai sumber ilham penciptaan bagi pengarang. Inilah yang dibahas dalam program Dialog Sastra #63 di Bentara Budaya Bali (BBB) pada Minggu (9/12). Dialog bertema “Kota Rekaan dan Nyata Dalam Karya Sastra” ini merujuk pada buku kumpulan cerpen berjudul […] The post Kota Rekaan dan […]
  • Rentannya Perempuan jadi Korban Pelanggaran Privasi
    Perempuan dan transgender paling rentan jadi korban pelanggaran privasi. Sehari setelah putus dengan pacarnya, I Gede Tista langsung mengeluarkan ancaman kepada sang mantan. Pemuda berusia 19 tahun itu mengirim foto setengah telanjang mantan pacarnya, NWSN, kepada orangtua korban. Melalui pesan yang dikirim melalui WhatsApp itu, Tista memberikan ancaman: bal […]

Blog Stats

  • 137.310 hits
Iklan
%d blogger menyukai ini: