kamarkecil

Sejak 20 November, kamar kecil baru saya di http://luhde.nawalapatra.com

Karena alasan “sayang dibuang” blog lama ini tidak ditutup. Ada yang mau berteduh di sini? 🙂

penguburuan andra di sidan-gianyar (dok keluarga)

Agus, pria muda 22 tahun ini tersenyum senang. Ia mengusap wajahnya yang berkeringat usai ngamen, berkeliling menyanyi sambil memetik gitar bersama beberapa temannya di Lapangan Puputan Renon Denpasar, Minggu (24/10). Hasil penggalian dana untuk anaknya, Putu Andra, 19 bulan, hari itu berjumlah Rp 4.440.000 rupiah.

“Wah, semoga jumlah yang unik ini membawa mujizat untuk anak saya,” katanya pelan. Istrinya, Nova, katanya sedang sedang melamar pekerjaan. Keduanya baru lulus dari Fakultas Hukum Universitas Udayana.

Beberapa personil band Indie berkumpul di lapangan saat car free day, hari Minggu bergerimis itu. Misalnya band  Rocking Chairs menyanyikan lagu khusus untuk Andra. Sebuah kotak sumbangan dari kardus diletakkan di tengah keramaian warga yang berolahraga. Baca entri selengkapnya »

I Made Jaya Ratha, seorang dokter hewan muda di Bali beberapa kali bingung bagaimana menangani paus yang terdampar dipantai ketika tiba di lokasi. “Ada banyak orang di sana, tapi kita sulit bergerak cepat karena bingung menanganinya,” ujarnya suatu kali.

Jaya dan beberapa temannya di Turtle Guard, sebuah komunitas peneliti muda khususnya penanganan telur penyu di Bali beberapa kali datang ke lokasi terdamparnya paus tanpa persiapan teknis. Seperti metodelogi penyelamatan dan komunikasi ke jaringan lain. “Kesempatan untuk bisa mempelajari satwa ini hilang karena kita tak bisa cepat menyelamatkannya,” tambahnya. Baca entri selengkapnya »

Ni Luh Paswati melewati perjalanan darat selama 3,5 jam dengan bus bersama puluhan anak lain dari dusun terpencil di Kubu, Karangasem untuk bisa menonton pertunjukkan sulap selama satu jam. Bus berhenti beberapa kali karena sebagian anak dan orang tua pendamping mabuk dan muntah di pinggir jalan.

Paswati menarik jaketnya dengan kedua tangannya. Kepala dan telapak tangannya sudah tertutup jaket baru berwarna merah itu. Wajahnya masih terlihat pucat walau beberapa kali nampak tersenyum menonton magic show, Sabtu (2/10) malam kemarin di The Westin International. Sebuah hotel mewah langganan konferensi internasional di Nusa Dua, Badung. Baca entri selengkapnya »

Seberapa agresifkah gunting sensor memotong film Eat, Pray, Love yang dibintangi Julia Roberts kelak jika sampai di Indonesia? Maka, sebelum nonton di bioskop, cari dulu versi unsensored dong… ntar saya pinjem. Hehehe.. Kenapa kemungkinan si pemegang gunting agak agresif, seperti perkiraan saya di atas?

Pertama, nona Elizabeth Gilbert alias Liz, panggilannya di memoarnya itu menuliskan bayak hal provokatif tapi aktif alias factual di sebagian besar scene-nya soal Bali. Babakan hidupnya dikasi judul  L.O.V.E di Bali karena ketemu cowok yang bisa mencuri hatinya. Tapi sebenarnya menurut saya  malah bab ini soal keseimbangan dunia di mana Liz termehek-mehek ketemu dunia yang gak cuman hitam putih di Bali. Baca entri selengkapnya »

Ni Kadek Sinta, anak perempuan 13 tahun ini bekerja sebagai tukang suun (buruh angkut) di Pasar Badung selama 11 jam per hari.  Dari tengah hari sampai tengah malam, tanpa waktu libur. Ia hanya mengenyam bangku sekolah dasar sampai kelas 4.

Demikian juga dua adik perempuannya, yang harus membantu ibunya yang juga tukang suun di pasar terbesar di Bali dan beroperasi 24 jam itu.

Sedikitnya ada 50 tukang suun anak putus sekolah atau tak sekolah sama sekali di Pasar Badung saja. Belum lagi sekitar 100 anak lain yang bekerja sebagai pedagang buah keliling di seputaran Denpasar dan Badung. Baca entri selengkapnya »

I Kadek Suardana, seniman kontemporer serba bisa ini masih menunjukkan sisa sembab di wajahnya. Pada para tamu yang datang silih berganti mengucapan duka cita, Ia memaksa untuk menyambut dengan senyuman. Kadek amat terpukul setelah kehilangan Mari Nabeshima, istrinya dan pasangan tarinya di rumah.

Begitu juga ketika Wakil Gubernur Bali, AA Puspayoga kembali datang melihat jenasah Mari Nabeshima, istrinya pada Senin. Sebelumnya Puspayoga dan istrinya menemani Mari ketika menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Daerah Wangaya, Denpasar pada Minggu (4/7) dini hari. Mari meninggal karena dengue shock syndrome (DSS), akibat serangan nyamuk demam berdarah yang membuatnya tiba-tiba kehilangan kesadaran dengan cepat. Baca entri selengkapnya »

if (WIDGETBOX) WIDGETBOX.renderWidget('f7506fb9-0736-4d9f-b97e-86fa89449348');Get the Bali Blogger Community widget and many other great free widgets at Widgetbox! Not seeing a widget? (More info)

a

slide

Januari 2017
S S R K J S M
« Nov    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

RSS Bale Bengong

  • Mengingat Gempa Dahsyat di Bali 100 Tahun Lalu
    Tepat seratus tahun lalu, gempa bumi dahsyat di Bali juga memicu tsunami.  Pagi hari pukul 7:11:34 pada 21 Januari 1917 waktu lokal atau pukul 23:11:34 pada 20 Januari 1917 waktu GMT (Bali memasuki pukul 00:00:00 GMT pada pukul 08:00:00 WITA), gempa bumi kuat mengguncang Bali. Seluruh pulau merasakan getaran kuat, di Bali bagian selatan maupun... The post Me […]
  • Diskusi Buku Melacak Jejak Hitler di Indonesia
    Benarkah Hitler dikubur di Surabaya?  Buku Jejak Hitler di Indonesia berusaha menuliskan sejarah Indonesia dan Jerman. Dia juga mengungkapkan bukti-bukti betapa tokoh di lingkaran dalam Hitler begitu antusias dan memberikan perhatian khusus pada potensi Kepulauan Nusantara. Sang penulisnya, Horst Henry Geerken, hadir dalam diskusi buku setebal 402 halaman te […]
  • Peluncuran Unpleasant Feelings, Mini Album SETTLE
    Tiap manusia pernah mengalami gejolak perasaan ini.  Perasaan yang acap kali menghantui tiap manusia. Rasa yang sering kali tak bisa diutarakan seperti apa. Ia tak berwujud dan tak pernah terlihat. Dan hanya bisa dirasakan. Perasaan inilah yang mengilhami lagu Unpleasant Feelings. Unpleasant Feelings EP by SETTLE Empat pemuda yang bergabung grup musik mereka […]
  • Inilah Aplikasi Musik Indie Pertama di Bali
    Menikmati musik indie kini bisa dari genggaman. Aplikasi berbasis android musik indie Bali ini adalah karya anak muda Bali, Putra Mahardika. Putra sudah lama berkecimpung di dunia musik indie. Sebelumnya dia telah membuat majalah dan menggelar even musik indie di Bali maupun luar Bali. Kali ini muncul idenya untuk membuat sebuah wadah promosi musik indie Bal […]
  • Peluncuran Album Relung Kaca Berlangsung Meriah
    Sasana Budaya Buleleng terlihat pecah. Tadi malam ratusan krama di Kota Singaraja, Buleleng memadati wantilan tersebut. Peluncuran album bertajuk Pang Ping Pung dari band folk Relung Kaca mampu menarik animo masyarakat untuk hadir. Warga, musisi, dan aktivis menyanyi bersama mereka. Pada sore hari sebelum acara peluncuran album, mereka mengikuti kegiatan ber […]

Blog Stats

  • 119,096 hits